
" Nyonya Davina Veron , selamat datang ! Saya rasa kita tidak ada jadwal pertemuan siang ini " ujar Damian menjabat tangan wanita paru baya dengan dandanan gaya klasik itu . Pakaian semi formal , rambut yang disanggul rapi dan sebuah kalung mutiara yang menghiasi lehernya menunjukkan jika Davina adalah wanita elegan dari kaum jet set .
Davina Veron adalah mantan istri dari seorang pengusaha besar bernama Jacob Smith . Suaminya lebih memilih hidup bersama dengan seorang model cantik yang bahkan umurnya jauh lebih muda dari pria itu . Dan putrinya yang diharapkan bisa menjadi pengusaha penerus perusahaan keluarga Smith malah tertarik pada hal lain . Hingga akhirnya wanita itu memutuskan untuk mencarikan putrinya suami kaya raya yang bisa menanggung hidup mereka kelak .
" Kalian tidak datang pada undangan makan malam kemarin , aku harap malam nanti Tuan Sean bisa datang ke kediaman kami ! Dan aku tidak perlu ijin untuk datang kemari bukan ?? Kita ada beberapa kerjasama jika kau lupa !! " sinis Davina yang tidak suka jika asisten pribadi Sean Jayde itu meremehkan keberadaannya .
" Hari ini Tuan Sean sangat sibuk dan beliau tidak ada di kantor . Mungkin malam nanti beliau pun tak bisa hadir pada undangan anda . Jika memang ada urusan tentang pekerjaan maka anda bisa konfirmasi dengan saya . Tapi jika tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan maka maaf ... saya tidak bisa menemani anda Nyonya ! " ujar Damian masih berusaha sopan walau sebenarnya ingin sekali ia melempar wanita tua itu ke arah jendela kaca ruangannya yang ada di lantai teratas gedung Alexander Corp , lantai yang sama dengan ruang kantor atasannya .
" Baik jika begitu , aku akan datang lagi besok ! Jika tak sempat makan malam mungkin kami bisa mengundang makan siang di restoran depan . Aku rasa tidak akan memakan waktu Tuan Sean "
Damian tak menanggapi kata kata dari wanita yang sudah melangkah keluar dari ruang kantornya . Samar terdengar sumpah serapah dari bibir wanita yang sangat menyebalkan itu . Kadang Damian tak habis pikir , masih ada saja wanita yang pantang menyerah untuk menjodohkan putrinya pada seorang Sean Jayde .
Mereka pikir mungkin menjadi nyonya mertua klan Alexander dengan bergelimang harta tanpa batas akan membuat hidup mereka bahagia . Tanpa berpikir apa anak mereka akan bahagia disisi pria yang dijodohkan menjadi suaminya . Selalu saja uang yang menjadi tolak ukur segalanya .
Damian cepat cepat menyelesaikan berkas di depannya karena sebentar lagi ada seorang klien yang mempunyai janji bertemu disebuah restoran pinggir kota . Restoran di pinggir danau dengan suasana tenang yang biasa menjadi tempat bertemunya para pengusaha jika ingin membicarakan tentang kerjasama .
Setelah selesai pria itu segera turun untuk mengambil mobilnya , jika tidak sedang bersama Sean maka ia akan selalu menyetir sendiri . Baginya lebih menghemat waktu dan terasa lebih leluasa .
Sampai di restoran yang dituju Damian segera berjalan menuju meja yang sudah direservasi untuk pertemuan kali ini . Tapi belum sampai kakinya menginjak bangunan restoran seorang gadis berlari dari area danau ke arahnya dan sepertinya sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam pelukannya .
" Tolong .... tolong aku ! Mereka masih mengejarku !! " lirih gadis itu semakin menenggelamkan kepalanya ke dada Damian , sepertinya sengaja agar wajahnya tidak terlihat oleh orang lain .
" Saya tidak punya urusan dengan anda Nona !! " kata Damian tanpa berusaha melepas tubuh di depannya , ia tanggap situasi karena beberapa saat setelah itu terlihat lima pria dengan tubuh besar berlari seperti sedang mencari seseorang .
Dan kelima pria itu segera datang menghampirinya ketika melihat wanita yang mereka buru ada bersama Damian . Tapi mereka terlihat bersikap.sanfat sopan pada pria dengan wajah berparut itu . Tentu saja ! Karena mereka tahu siapa seorang Damian Marley , tangan kanan klan Alexander yang merupakan mesin pembunuh yang tidak pernah gagal dalam menjalankan misinya . Terutama jika menyangkut ' menyelesaikan ' rival rival curang yang mengganggu ketenangan keluarga atasannya .
" Dia bersamaku , ada apa ?? " sahut Damian dengan tatapan mengintimidasi , satu tangannya terpaksa naik ke pinggang gadis itu agar mereka terlihat menjadi lebih dekat .
" Ehhmm ... maaf , tapi gadis anda sudah mengganggu kegiatan kami dengan mengambil foto tanpa ijin dari kami "
Baru Damian sadari jika di leher gadis di depannya tergantung sebuah kamera ala fotografer . Tunggu !! Jika dilihat ia seperti mengenal sosok wanita itu , ia seperti pernah melihat sosok dalam pelukannya . Ya ... Gadis itu adalah gadis yang sama yang ia temui semalam . Yang lancang mengambil foto mansion Alexander hanya untuk koleksi fotonya .
Perlahan Damian melepas kamera yang tergantung itu dan menyerahkannya pada lima pria itu .
" Setelah ini jangan pernah lagi berani mengganggunya . Jika tidak maka aku sendiri yang akan memburu kalian di lubang semut sekalipun !! "
" Ba-baik Tuan ... terimakasih !! "
Lima pria itu pergi setelah menunduk hormat pada Damian , berbeda halnya dengan gadis yang baru saja meminta perlindungan darinya . Mata bulat itu sedang menatapnya dengan penuh kemarahan .
" Kenapa kau memberikan kameraku pada mereka ?? Kembalikan !! Aku tidak mau tahu ... kau harus meminta kembali pada mereka !! " pekik gadis itu emosi , karena menurutnya pria didepannya tidak berhak memberikan kamera miliknya pada orang lain .
" Aku rasa mereka belum melangkah terlalu jauh Nona , kau bisa menyusul mereka dan meminta kembali kameramu ! Dan aku jamin dengan senang hati mereka akan meladeni kebodohanmu itu "
" Aku akan menuntutmu ! "
" Silahkan ... kapanpun akan aku ladeni . Selamat tinggal ! " ujar Damian yang kemudian melangkah pergi . Dia tak ingin kliennya menunggu terlalu lama hanya karena ia meladeni gadis bodoh itu . Fotografer amatir yang selalu mencari masalah dengan mengambil gambar yang tak seharusnya .
Damian yakin jika lima pria tadi adalah bagian dari sindikat yang sedang melakukan transaksi di sekitar tempat itu . Mungkin gadis bodoh itu penasaran dan malah mengambil fotonya . Tapi setidaknya sindikat itu tak akan pernah berani menyentuh fotografer cantik itu , karena mereka pasti sangat tahu melanggar kata kata seorang Damian berarti mengantarkan nyawa .