Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
70



" Cari Damian dan istriku sekarang , temukan mereka secepatnya !! " seru Sean pada para penjaga terbaik yang sengaja ia kumpulkan di area parkir rumah sakit .


" Terakhir Tuan Damian berada di kasino XX milik Tuan Raul Alma , kami belum tahu apa masalahnya karena Tuan Damian tidak memakai penjaga Alexander . Beliau bersama sepuluh orangnya meratakan tempat itu hanya untuk menyelamatkan seorang gadis . Jika tidak salah namanya Ranaa Smith . Dan untuk Nyonya Lana kami akan segera mencarinya !! "


Sean mendengus kasar , Damian sudah memakai pasukannya sendiri . ltu artinya jika pria itu benar benar akan pergi dari Alexander . Dia tahu jika Damian mempunyai sebuah kamp pelatihan yang menyediakan jasa bodyguard bayaran . Disana ia melatih pria pria pilihan untuk dijadikan ' penjaga ' bayaran . Dan itu adalah salah satu bisnis yang dimiliki pria dengan wajah berparut itu , tentu saja selain bisnis lain yang tak bisa dibilang kecil .


Sean segera kembali ke dalam agar bisa kembali menunggu putranya yang tadi belum selesai operasi ketika ia tinggalkan . Pria itu memilih area parkir untuk mengumpulkan orangnya karena tak mau di ganggu oleh Tiffany .


Entah , tapi firasatnya mengatakan jika istri pertamanya itu berkaitan dengan semua ini . Tapi ia tak mungkin asal menuduh tanpa adanya bukti . Jika saja Damian masih ada untuknya mungkin saat ini sudah terkuak semuanya . Tapi nyatanya mau tidak mau ia harus menyelidiki semua sendirian karena dia sendiri yang meminta Damian dan Lana untuk menjauh dari hidupnya .


Baru akan melangkah ke dalam lobi rumah sakit seorang pria yang ia kenal terlihat datang menghampiri bersama dengan seorang wanita yang digandengnya erat . Sean bisa melihat ada sorot ketakutan di mata wanita itu ketika melihatnya , wajah pias itu sesekali melihat ke arah pria yang menggandengnya .


" Tuan Sean , sekali lagi saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu anda . Saya tahu putra anda masih berada di dalam ruang operasi . Tapi biasakan anda memberi waktu pada kami untuk bicara sebentar ? Saya berjanji ini hanya akan sebentar , istri saya akan mengatakan sesuatu ... "


Sean melihat sekilas ke arah wanita yang ada disamping pria yang semalam minum kopi bersamanya .


" Tapi saya tidak mengenal istri anda Tuan Ken , saya rasa tidak ada yang perlu kami bicarakan " ujar Sean yang tak mau membuang waktunya , saat ini yang terpenting baginya adalah putranya .


" Saya tahu , tapi ini juga menyangkut ketenangan hidup istri saya . Mungkin jika anda memberikan kesempatan walau hanya lima menit saja istri saya akan bisa memulai hidupnya tanpa beban dihatinya lagi "


Karena merasa Ken adalah orang baik , Sean berpikir tidak ada salahnya jika memberikan waktu pada wanita itu untuk berbicara . Toh ia hanya diminta untuk mendengarkan saja . Setelah mengangguk Sean duduk di sofa melingkar yang ada di lobi rumah sakit , sedang Ken dan istrinya duduk di depannya .


" Selamat pagi Tuan Sean Jayde , senang bisa kembali bertemu dengan anda ... "


Sean hanya diam dan mendengarkan istri pria bernama Ken itu , dari nada bicara wanita itu sepertinya mereka sudah pernah bertemu sebelumnya .


" Nama saya Nina , saya tahu jika anda tidak akan ingat jika kita pernah bertemu sebelumnya ... "


Ken mengeratkan genggaman tangannya seolah ingin menyalurkan semua keberaniannya pada wanita disebelahnya . Perangai Sean yang terkenal dingin dan arogan akan membuat wanita manapun segan berhadapan dengannya . Setelah menghela nafas panjang Nina kembali mencoba berbicara .


" Suami saya sudah bercerita pada anda tentang kisah seorang wanita yang terpaksa melakukan hal keji hanya karena ingin menyelamatkan hidupnya sendiri ... Dan wanita itu adalah saya sendiri ! "


Sean terlihat mengernyitkan dahinya , ia masih mengingat kisah yang diberikan Ken padanya . Dia tak menduga jika pria itu sedang berbicara tentang istrinya sendiri .


" Enam tahun yang lalu saya mengadu nasib di kota ini dan sebuah agen penyedia maid mengirim saya ke sebuah mansion megah yang baru saya lihat seumur hidup saya . Tapi tidak saya duga jika disanalah akan dimulai mimpi buruk saya . Seseorang mengancam ingin membunuh saya jika tidak menuruti kemauannya . Saya diminta menaburkan sesuatu di minuman seorang supir yang bertugas melayani pengasuh Tuan muda waktu itu . Dan setelahnya saya mendengar jika terjadi kecelakaan hebat yang menewaskan sang supir berserta pengasuhnya . Sedang tuan muda yang masih berumur satu tahun masih bisa diselamatkan .... "


Ken dan Nina sedikit kaget ketika melihat Sean yang tiba tiba berdiri menjulang di depan mereka .


" Katakan ... siapa yang memintamu melakukan itu !!? " geram Sean menahan amarahnya , dia tahu kemana arah pembicaraan wanita didepannya . Dia sama sekali tidak menyangka jika kisah anak yang diceritakan oleh Ken semalam adalah kisah yang dialami oleh Darrell .


" Nyonya Tiffany ... waktu itu beliau menelpon saya dari Paris . Nyonya Tiffany meminta saya mengambil sebuah palet yang terletak di laci paling atas meja riasnya . Dan beliau meminta saya memasukkan serbuk putih yang ada di dalam palet ke botol minum yang biasa dibawa supir yang kebetulan siang itu akan mengantar Tuan Muda ke rumah sakit . Saya ... "


" Cukup !!! "


Sean mengatur nafasnya , ada sesal yang seakan meremat kuat gumpalan daging di dadanya . Rasa sakit membuat dadanya terasa penuh sesak !! Dan yang ia sesalkan adalah semua terbuka di depan matanya ketika ia sudah meyakini jika istri keduanya adalah bagian dari kejahatan ini . Kejahatan yang membuat dirinya harus dihadapkan dengan penderitaan putranya .


" Aku hargai kejujuran istri anda Tuan Ken , sesuai dengan apa yang sudah saya katakan pada anda . Saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan istri anda . Dan saya rasa tidak ada lagi yang harus saya dengarkan ... "


Setelah itu Sean pergi meninggalkan lobi rumah sakit , tapi sebelum sampai diruang operasi tampak ia menelpon seseorang .


" Aku tidak mau tahu , temukan istriku sekarang juga !!! Kerahkan semua penjaga jika perlu !! "