Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
69



" Selamat pagi Tuan Sean , senang akhirnya dapat bertemu dengan sosok mengagumkan seperti anda ! " ujar seorang wanita yang masih mengenakan jas warna putih dan stetoskop yang menggantung di lehernya .


Dokter itu adalah dokter yang kemarin memeriksa Lana saat pingsan dan memberi diagnosa pertama jika wanita itu sedang hamil muda . Tadi dia sedikit bingung karena pemimpin rumah sakit memintanya untuk menemui sang pemilik rumah sakit di ruang cctv , tapi karena merasa tak membuat kesalahan maka dengan tenang wanita itu menemui Sean Jayde . Pria yang dikenal sebagai pengusaha besar yang tak pernah ' ramah ' pada orang lain selain keluarganya .


" Silahkan duduk , saya tidak suka basa basi ... Apa saya bisa bertanya sesuatu yang bersangkutan dengan salah satu pasien anda !? "


Dokter muda itu tampak menatap Sean penuh tanya , karena yang dia tahu putra pria itu ditangani oleh dokter lain di rumah sakit ini . Dan ia tahu benar jika pagi ini pewaris tunggal Alexander sedang menjalani operasi cangkok sum sum tulang belakang .


" Tidak , maaf tapi saya tidak bisa melanggar kode etik dengan membocorkan informasi pasien pada orang lain ! " sahut dokter itu mantap , dia pasrah jika nantinya pria itu akan marah atau memecatnya .


" Dia bukan orang lain , dia adalah istriku sendiri ! Beberapa waktu lalu dia pingsan dan di bawa ke ruangan anda . Namanya Lana Evelyn Alexander .... Anda ingat !? "


" lstri ?? Ehmmm .... " dokter muda itu sedikit bingung karena setahunya Sean Jayde adalah seorang super model bernama Tiffany .


" JAWAB !!!! "


" Oh God .... " lirih sang dokter kaget mendengar teriakan pria di depannya , terlihat sangat menakutkan baginya . Tapi entah kenapa ia juga merasakan sebuah keputusasaan di dalamnya .


" Nyonya Lana datang dengan kondisi lemah tapi tak berapa lama setelah saya periksa beliau siuman . Diagnosa saya dikuatkan oleh pernyataan Nyonya Lana sendiri yang mengatakan jika dia belum mendapatkan periodenya yang seharusnya sudah dia dapatkan sekitar dua minggu yang lalu . Tapi untuk memastikan saya minta beliau untuk mengecek di dokter obgyn yang saya rekomendasikan di rumah sakit ini "


" Jangan berbelit belit !! Diagnosa apa yang anda maksud !?? " tukas Sean kesal karena ia belum juga mengerti dengan kata kata panjang lebar dokter di depannya . Entah , tapi sejak peristiwa malam itu otaknya sudah tidak bisa berfikir dengan jernih . Lana sudah memenuhi otaknya !


" Nyonya sedang hamil muda , usia kandungannya baru berusia sekitar dua atau tiga mingguan "


Sang dokter kembali menundukkan kepalanya ketika pria di depannya seperti terpaku dengan tatapan menghunus padanya . Dua tangan pria itu bahkan sudah terkepal keras seakan ingin sekali memukulnya .


" Maafkan jika saya salah , tapi jika dilihat dari kondisi nyonya saya mempunyai diagnosa sementara jika nyonya sedang hamil muda ! Wanita hamil pada trisemester pertama biasanya sangat mudah lelah , moodnya akan turun naik tidak tentu dan selera makannya akan naik dengan signifikan karena butuh nutrisi untuk janin yang dikandungnya . Tapi rasa mual juga sering mendominasi . Saran saya untuk saat ini anda harus benar benar mencurahkan perhatian untuk Nyonya Lana karena perhatian suami akan membuat apapun yang dirasakannya menjadi lebih baik !! "


DEGGHHHH ... DEEGGHHHH


" Dia hamil ?? Jadi .... "


Otaknya kemudian mengingat setiap detil yang sudah ia lihat di layar cctv tadi dan menghubungkan dengan semua kata kata wanita di depannya . Dari awal mereka melakukan penyatuan tak sekalipun ia mereka menggunakan pengaman , dan setiap penyatuan tak pernah cukup sekali karena ia benar benar menggilai tubuh istri keduanya .


Ya , dia ingat jika wajah Lana akhir akhir ini terlihat sangat lelah . Apa malam itu ketika Lana memasak di dapur rumah sakit bersama Damian dikarenakan oleh hormon kehamilannya yang membuat dia mudah lapar . Tapi bagaimana jika anak yang ada di rahim Lana bukan anaknya ? Bukannya Damian terlihat sangat perhatian pada istri keduanya itu ?


Semua pertanyaan dan keraguan terasa mendera hatinya , kabar gembira ini malah membuat hatinya semakin gundah . Dia merutuki hatinya yang belum bisa percaya pada dua pengkhianat itu .


" Oh God ... " Sean meraup kasar wajahnya , melihat dan mendengar kebenaran ini malah membuat hatinya bertambah kacau . Sesaat kemudian dia bangkit dan berjalan keluar ruangan bermaksud untuk kembali menunggu putranya yang sedang berada di kamar operasi .


Tapi langkahnya terhenti ketika melihat seseorang yang ia kenal keluar dari ruang rawat seorang dokter dengan pundak yang di bebat perban . Pria itu adalah salah satu penjaga terbaik yang ia tugaskan menjadi supir sekaligus penjaga untuk istri keduanya .


" Tuan ... "


" Apa yang terjadi ?! " Sean bisa melihat raut kebingungan di wajah pria di depannya . Mungkin pria itu heran kenapa dia belum mengetahui kejadian yang menimpanya . Tapi memang Damian yang biasanya melaporkan semua padanya .


" Semalam ada orang yang ingin mencelakakan Nyonya Lana , tiga mobil mencoba menyabotase perjalanan kami . Tapi beruntung Tuan Damian datang tepat waktu dan menyelamatkan kami . Saya di bawa tim sweeping ke rumah sakit tapi sebelumnya Tuan Damian membawa Nyonya karena saat itu kondisi Nyonya shock dan terlihat sangat lemah "


" A-apa ??? Jadi malam itu ... "