
Setibanya di kantor Sean langsung bertemu dengan orang yang tadi sempat ia hubungi untuk mencari tahu tentang seorang dokter yang tinggal di apartemen yang sama dengan Damian . Dia yakin jika istrinya masih dirawat oleh dokter itu .
" Bagaimana ?? Kau temukan dokter itu ? " tanya Sean tidak sabar , dia sangat ingin mengetahui keadaan dan keberadaan istri keduanya .
" Namanya Kimberly Brown , dia dokter sekaligus pemilik dari rumah sakit tempatnya bekerja . Kami tidak menemukan data Nyonya Lana dirawat disana , kami tidak menemukan datanya di seluruh rumah sakit atau klinik yang ada di negara ini ... "
BRAKKKKK ...
" Bodoh !!! Tidak bisakah kalian bekerja dengan benar hahh ?? Aku hanya meminta kalian mencari seorang wanita , sesulit itukah menemukannya !? " teriak Sean menggebrak meja kerjanya dengan berdiri menatap tajam dua pria yang duduk tepat di depannya . Sungguh dia kecewa karena dalam keadaan seperti ini ia tidak dapat mengandalkan siapapun .
Damian ....
Pasti pria itu yang menutup akses informasi tentang istrinya , hanya pria itu yang tahu jika cepat atau lambat dia akan mencarinya . Diraihnya ponsel untuk menghubungi pria yang sudah bertahun tahun menjadi tangan kanannya itu , tapi berkali kali mencoba menghubungi hanya terdengar nada sambung saja .
" Dasar b*rengsek !!! Kau sembunyikan dimana istriku ! " gumam Sean membanting ponsel hingga membentur dinding dan pecah berantakan .
" Antar aku ke rumah sakit untuk bertemu Dokter Kimberly ! " akhirnya Sean memutuskan untuk bertemu dengan dokter yang ia yakini pernah menangani istrinya . Tapi matanya mengernyit ketika melihat dua orang didepannya malah hanya saling memandang . Sepertinya ada sesuatu yang belum ia tahu .
" Ada apa ?? Apa dia tidak sedang ada di rumah sakit ? Bukannya kalian bilang jika wanita itu adalah pemilik rumah sakitnya ?! "
" Ehmmm ... Sebelum Tuan ingin bertemu dengannya kami sudah mencoba untuk bertemu dengannya . Kami ingin kepastian keberadaan Nyonya Muda , tapi sepertinya dokter itu bukan dari kalangan biasa . Kami diperingatkan oleh beberapa orang yang menurut kami adalah penjaga Dokter Kim , mereka bilang jika mereka tidak mempunyai masalah dengan keluarga Alexander dan berharap kita tidak mengusik nona muda mereka " kata salah seorang pria dengan wajah tertunduk , dia tahu mungkin jawaban ini akan menyinggung pimpinan mereka .
" Nona Muda !? Apa orang orang yang menghadang kalian adalah orang Damian !? " tanya Damian curiga jika Damian sengaja membuat benteng penjagaan untuk dokter yang menolong istrinya .
" Bukan ! Tak ada satupun dari mereka yang merupakan orang orang Tuan Damian "
" Kimberly Brown .... Aku tidak peduli ! Antar aku untuk bertemu dengannya sekarang juga ! " ujar Sean setelah melihat jam tangannya , ia masih mempunyai waktu untuk bisa mencari istrinya sebelum Darrell tersadar nanti .
*
Sementara Damian yang sudah selesai dengan dua orang suruhan Hans terlihat berjalan di sebuah jalan setapak di hutan kecil yang ada di belakang kamp pelatihan miliknya . Dia berjalan menuju rumah kayu yang biasa ia gunakan untuk sekedar mengistirahatkan tubuhnya . Dia ingin membersihkan dirinya karena semua pakaiannya tersimpan di rumah itu .
Walau rumah kayu itu berada ditengah hutan tapi sangat aman karena masih berada dalam kawasan tanah miliknya . Sebelum mencapai teras rumah Damian mengambil ponsel karena terdengar notif pesan terkirim padanya . Dan kemudian pria itu terdengar menggerutu .
" Otaknya memang sedang tidak bekerja dengan baik . Bagaimana bisa ia tidak bisa mengetahui dari keluarga mana dokter cerewet itu . Padahal Alexander masih punya satu mega proyek dengan keluarga Brown di Beijing !! "
Tak lama ia kemudian mengetuk pintu , berharap orang yang ada di dalam rumah membukanya . Tapi beberapa kali mengetuk ternyata pintu tak juga di buka .
CEKLEKKKK ....
Tak ada satu orang pun di kamar tamu atau dapur . Sepertinya orang yang di carinya juga tidak berada di kamar tidur karena pintu ruangan itu terbuka lebar dan kosong .
" Dimana kau .... " gumam Damian mulai panik karena orang yang dicarinya memang ia tinggalkan tidak dalam keadaan baik baik saja .
Pria itu kemudian berpikir mungkin orang yang dicarinya berada di area belakang rumah karena pemandangan disana cukup indah . Ada sebuah danau kecil yang dihiasi banyak bunga teratai ditengahnya .
Tapi sebelum melangkahkan kakinya Damian menoleh karena terdengar suara pintu terbuka . Seorang gadis sedang berdiri di pintu kamar mandi dengan rambut dan tubuh masih basah tanpa sehelai benangpun yang menutupnya . Dua mata mereka terkunci satu sama lain walau setelahnya terdengar sebuah jeritan yang membuat kewarasan pria itu kembali lagi .
" Aaaaaaa ... keluaaarrr !!! "