Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
75



Setibanya di kantor Sean langsung bertemu dengan orang yang tadi sempat ia hubungi untuk mencari tahu tentang seorang dokter yang tinggal di apartemen yang sama dengan Damian . Dia yakin jika istrinya masih dirawat oleh dokter itu .


" Bagaimana ?? Kau temukan dokter itu ? " tanya Sean tidak sabar , dia sangat ingin mengetahui keadaan dan keberadaan istri keduanya .


" Namanya Kimberly Brown , dia dokter sekaligus pemilik dari rumah sakit tempatnya bekerja . Kami tidak menemukan data Nyonya Lana dirawat disana , kami tidak menemukan datanya di seluruh rumah sakit atau klinik yang ada di negara ini ... "


BRAKKKKK ...


" Bodoh !!! Tidak bisakah kalian bekerja dengan benar hahh ?? Aku hanya meminta kalian mencari seorang wanita , sesulit itukah menemukannya !? " teriak Sean menggebrak meja kerjanya dengan berdiri menatap tajam dua pria yang duduk tepat di depannya . Sungguh dia kecewa karena dalam keadaan seperti ini ia tidak dapat mengandalkan siapapun .


Damian ....


Pasti pria itu yang menutup akses informasi tentang istrinya , hanya pria itu yang tahu jika cepat atau lambat dia akan mencarinya . Diraihnya ponsel untuk menghubungi pria yang sudah bertahun tahun menjadi tangan kanannya itu , tapi berkali kali mencoba menghubungi hanya terdengar nada sambung saja .


" Dasar b*rengsek !!! Kau sembunyikan dimana istriku ! " gumam Sean membanting ponsel hingga membentur dinding dan pecah berantakan .


" Antar aku ke rumah sakit untuk bertemu Dokter Kimberly ! " akhirnya Sean memutuskan untuk bertemu dengan dokter yang ia yakini pernah menangani istrinya . Tapi matanya mengernyit ketika melihat dua orang didepannya malah hanya saling memandang . Sepertinya ada sesuatu yang belum ia tahu .


" Ada apa ?? Apa dia tidak sedang ada di rumah sakit ? Bukannya kalian bilang jika wanita itu adalah pemilik rumah sakitnya ?! "


" Ehmmm ... Sebelum Tuan ingin bertemu dengannya kami sudah mencoba untuk bertemu dengannya . Kami ingin kepastian keberadaan Nyonya Muda , tapi sepertinya dokter itu bukan dari kalangan biasa . Kami diperingatkan oleh beberapa orang yang menurut kami adalah penjaga Dokter Kim , mereka bilang jika mereka tidak mempunyai masalah dengan keluarga Alexander dan berharap kita tidak mengusik nona muda mereka " kata salah seorang pria dengan wajah tertunduk , dia tahu mungkin jawaban ini akan menyinggung pimpinan mereka .


" Nona Muda !? Apa orang orang yang menghadang kalian adalah orang Damian !? " tanya Damian curiga jika Damian sengaja membuat benteng penjagaan untuk dokter yang menolong istrinya .


" Bukan ! Tak ada satupun dari mereka yang merupakan orang orang Tuan Damian "


" Kimberly Brown .... Aku tidak peduli ! Antar aku untuk bertemu dengannya sekarang juga ! " ujar Sean setelah melihat jam tangannya , ia masih mempunyai waktu untuk bisa mencari istrinya sebelum Darrell tersadar nanti .


*


Sementara Damian yang sudah selesai dengan dua orang suruhan Hans terlihat berjalan di sebuah jalan setapak di hutan kecil yang ada di belakang kamp pelatihan miliknya . Dia berjalan menuju rumah kayu yang biasa ia gunakan untuk sekedar mengistirahatkan tubuhnya . Dia ingin membersihkan dirinya karena semua pakaiannya tersimpan di rumah itu .


Walau rumah kayu itu berada ditengah hutan tapi sangat aman karena masih berada dalam kawasan tanah miliknya . Sebelum mencapai teras rumah Damian mengambil ponsel karena terdengar notif pesan terkirim padanya . Dan kemudian pria itu terdengar menggerutu .


" Otaknya memang sedang tidak bekerja dengan baik . Bagaimana bisa ia tidak bisa mengetahui dari keluarga mana dokter cerewet itu . Padahal Alexander masih punya satu mega proyek dengan keluarga Brown di Beijing !! "


Tak lama ia kemudian mengetuk pintu , berharap orang yang ada di dalam rumah membukanya . Tapi beberapa kali mengetuk ternyata pintu tak juga di buka .


CEKLEKKKK ....


Tak ada satu orang pun di kamar tamu atau dapur . Sepertinya orang yang di carinya juga tidak berada di kamar tidur karena pintu ruangan itu terbuka lebar dan kosong .


" Dimana kau .... " gumam Damian mulai panik karena orang yang dicarinya memang ia tinggalkan tidak dalam keadaan baik baik saja .


Pria itu kemudian berpikir mungkin orang yang dicarinya berada di area belakang rumah karena pemandangan disana cukup indah . Ada sebuah danau kecil yang dihiasi banyak bunga teratai ditengahnya .


Tapi sebelum melangkahkan kakinya Damian menoleh karena terdengar suara pintu terbuka . Seorang gadis sedang berdiri di pintu kamar mandi dengan rambut dan tubuh masih basah tanpa sehelai benangpun yang menutupnya . Dua mata mereka terkunci satu sama lain walau setelahnya terdengar sebuah jeritan yang membuat kewarasan pria itu kembali lagi .


" Aaaaaaa ... keluaaarrr !!! "