Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
42



" Bukankah sudah aku bilang jika jangan terlalu sering dulu menemuiku Hans !!! " pekik Tiffany sambil mendorong pelan tubuh Hans yang ada di depan pintu apartemennya . Dia baru saja pulang dari tournya di Swiss , wanita itu terlalu lelah untuk melayani hasrat Hans yang seperti tidak ada padamnya . Lama lama ia merasa hanya sebagai sebuah obyek fantasi saja untuk pria itu .


Beberapa media juga sudah mulai mengendus kedekatan mereka walau untuk sementara ia bisa berkilah jika kedekatannya dengan Hans adalah karena pekerjaan . Tapi sayangnya pemburu berita berhasil mendapat gambar ketika tengah malam dia dan Hans datang ke kamar hotel yang sama beberapa waktu lalu . Untuk hal itu Tiffany belum sempat klarifikasi karena saking sibuknya dengan pekerjaan . Tapi Hans malah membuat semua menjadi lebih sulit dengan datang malam ini di apartemennya .


Hans sepertinya tidak terlalu mendengarkan peringatan dari super model itu , tubuhnya tetap merangsek masuk walau tadi sempat terdorong . Satu tangannya sudah menyambar rambut panjang Tiffany sedang satu tangannya yang lain segera menutup pintu dengan sedikit membantingnya .


" Aaakkhhh ... Hans lepaskan !! "


" Jangan main main denganku Tiff !! Kau tidak bisa kembali begitu saja padanya dan kemudian meninggalkanku seperti sampah !! Selamanya kita akan seperti ini , ada hal yang membuat kita tak bisa berpisah .... Darrell anakku !! " seru Hans semakin menyudutkan tubuh Tiff ke tembok tanpa melepas cengkeraman tangannya .


" Kau pikir bisa menguasai harta Alexander sendirian hahh !! Tidak akan pernah bisa karena aku adalah ayah kandungnya !! Dan ingat ini , aku bisa mendepakmu dari keluarga itu kapan saja karena kau sudah pernah ingin melenyapkan tambang uang kita ... "


DUUGGHHH ....


" Akkhhhhh ... "


Kini giliran Hans yang terhuyung ke belakang dengan raut kesakitan karena baru saja Tiffany menendang alat vitalnya . Tiffany jatuh ke lantai karena merasa lemas hampir saja kehabisan oksigen , dua tangannya mengelus lehernya yang masih terasa sakit .


" Laki laki brengsek , jika Sean tahu kita sudah membodohinya maka dia pasti akan memburu kita berdua !! Apa telingamu tuli Hans ... Jaga jarak dulu untuk sementara waktu , awak media sudah mulai mengendus hubungan kita !! Jangan gali kuburan kita sendiri ! "


" Media masalah mudah ... Aku bisa membungkam mereka !! " sahut Hans masih dengan raut kesakitan , sekarang dia duduk di lantai seperti juga Tiffany .


" Jangan bandingkan kekuatan media jaman dulu dengan jaman sekarang . Sekali mereka tahu satu saja kartuku maka aku akan hancur sehancur hancurnya " decih Tiffany yang kemudian berdiri dan melangkah menuju kamarnya .


Sampai di dalam wanita itu segera mengunci pintu kamarnya rapat rapat , tak peduli dengan teriakan Hans yang berkali kali memanggil namanya . Lagipula tadi ia menendang senjata pria itu , bisa dipastikan tak akan bisa di pakai malam ini . Dan yang dia inginkan malam ini hanyalah tidur dengan tenang .


Dan gilanya foto itu adalah gambar Hans dan dirinya tadi ketika sedang ada di pintu apartemen . Bagaimana bisa ?? Yang ia tahu apartemen yang ia sewa bukanlah apartemen sembarangan karena hanya disewa orang orang kelas atas .


BRAAKKKK ...


Dengan segera Tiffany segera keluar kamar untuk mencari sesuatu yang berhubungan dengan siapa yang sudah menjadi penguntit di apartemennya . Jika benar benar ada penguntit asing maka ia akan menuntut pihak apartemen karena mengganggu privasinya .


" Ada apa Tiff ??? Kenapa kau terlihat panik begitu ??! " tanya Hans yang terlihat sedang duduk di sofa menikmati secangkir kopi .


" Lihat ponselmu dan cek berita terkini !! Sekali lagi kita jadi bahan berita ... sialan !! "


Dengan langkah tertatih Hans mencoba mengikuti langkah Tiffany sambil mencari berita yang disebut tadi di ponselnya .


Tiffany terlihat mencari darimana enggel foto itu dibuat . Dan ia terhenyak kemudian ketika menyadari jika ada dinding kaca besar yang ada disamping unit apartemennya . Kemungkinan besar para pencari berita menggunakan kamera canggih dan mengambil gambar mereka dari gedung sebelah . Kebetulan area yang ia tinggali adalah komplek apartemen elite yang kesemuanya adalah bangunan bertingkat yang megah .


" Damn !!! Kau lihat itu ... Kedatanganmu cuma membuat semuanya lebih rumit !! "


BLAMMMMM ...


Tiffany masuk ke apartemennya meninggalkan Hans yang masih bingung dengan situasinya . Padahal baru saja tadi ia ingin menikmati secangkir kopi di dalam sana .


" Ckk ... "