Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
30



Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian Lana segera keluar kamar bermaksud ingin menemui Sean . Dia segera melangkah ke kamar Darrell karena mengira mungkin pria itu masih tertidur disana seperti yang ia lihat tadi malam . Tapi ternyata ia tak menemukan sosok itu di kamar Darrell , ia berpikir mungkin pria itu sudah kembali istirahat di kamar utama .


Tapi tak mungkin ia naik ke atas menuju kamar utama tanpa seijin iblis itu , bisa bisa ia disalahkan lagi dan harus mendengar kemarahan pria temperamen itu . Akhirnya ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk anak sambungnya .


Lana harus belajar membuat resep masakan yang sudah di tulis oleh Nanny Zen untuk Darrell , resep sehat yang memakai sayur organik dan tak menggunakan penyedap ataupun garam terlalu banyak . Lana harus memutar otak agar Darrell menyukai makanannya walau rasa makanannya akan sedikit hambar .


Wanita itu juga menyiapkan dua gelas jus buah berry yang ia petik langsung dari kebun belakang . Satu untuk nya dan satu untuk Darrell . Beberapa maid juga sudah terlihat mulai membersihkan rumah , sebagian juga berada di dapur .


Hingga dua pria yang hanya menggunakan kaos singlet dengan bawahan celana training mendekat ke arah dapur . Badan mereka yang berkilat karena keringat membuat beberapa wajah maid wanita bersemu merah . Tentu saja begitu karena Lana merasa tak ada seorang pun wanita yang akan tahan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata seperti itu . Badan sempurna dengan guratan guratan sempurna pada perut mereka , dan aura menakutkan mereka membuat dua iblis itu terkesan sangat seksi .


Lana menarik gelas jus berry ketika satu tangan Sean ingin meraihnya , dia berusaha tak peduli dengan tatapan tanya pria itu .


" Apa aku ... Ehhmm maksudnya apa saya boleh berbicara pada Tuan ? Ada hal penting yang harus saya bicarakan " tanya Lana terdengar sangat formal , Sean sudah menyatakan jika kedudukan dirinya hanyalah seorang budak jadi sudah wajar gaya bicaranya formal pada pria gila hormat didepannya itu .


Damian yang tahu situasi hanya menyambar sebotol air di lemari pendingin dan kemudian melangkah pergi menjauh dari dapur . Sedang mata Sean masih fokus pada makanan yang sudah dibuat Lana , harumnya masakan Lana mampu menggugah rasa laparnya .


" Aku lapar ... "


" Makanan anda sebentar lagi siap , tadi saya dengar maid sedang membuat scotch egg ( telur rebus dibungkus daging dan tepung ) , mereka bilang itu sarapan kesukaan anda ! "


" Kenapa maid yang membuatnya ?! " tanya Sean yang langsung membuat dahi Lana berkerut .


" Selain Darrell kau juga bertanggung jawab penuh atas semua kebutuhanku , aku harap kau belum lupa jika kau adalah budakku !! Jiwa dan ragamu ada untuk melayaniku ... "


Walau sebenarnya sangat kesal tapi Lana mencoba bersikap biasa saja , hatinya sedikit tercubit ketika kata budak itu terus saja keluar dari mulut iblis tampan didepannya . Jika saja sedang berdua mungkin tak masalah , tapi ia yakin banyak maid yang pasti mendengarnya .


" Buatkan Darrell susu jika pagi , kau boleh memberinya jus jika siang hari ... "


" Anda belum menjawab pertanyaan saya Tuan ... "


Tapi Sean malah melangkah pergi menuju kamar Lana yang letaknya tak jauh dari dapur , sontak wanita itu mengikutinya karena berpikir mereka akan bicara empat mata . Lana terkejut karena terlihat dua orang maid menghentikan langkahnya dengan membawa setelan formal yang masih rapi di gantungan baju .


" Nona Lana ini setelan Tuan Besar , tadi Tuan Damian meminta kami untuk memberikannya kepada anda ! "


Walau masih tak paham dengan situasi tapi Lana tetap menerima semua baju baju itu . Wanita itu berlari kecil ke arah kamarnya karena Sean sudah ada di dalam sana . Sebelum ia bertanya pria didepannya sudah melucuti semua pakaiannya tanpa terkecuali , dan itu membuat Lana harus memalingkan wajahnya .


" Anda belum menjawab pertanyaan saya ... "


" Mandikan aku .... "


" Saya serius Tuan !! " kesal Lana yang tak habis pikir , mana bisa ia mandikan bayi dengan badan sebesar itu .


" Kau pikir aku tidak serius ??! Mulai sekarang apapun keperluanku adalah tanggung jawabmu . Aku tidak akan melarangmu untuk melanjutkan pendidikannya karena jika itu aku lakukan maka ayah atau ibumu bisa saja datang dan mengacaukan semuanya ! Kau akan ambil kelas siang bukan ? Itu artinya kau harus sudah ada di rumah ketika aku pulang kantor . Dan sekali aku mendengar Darrell mengeluh karena tidak terurus maka aku cabut semua ijin yang aku berikan . Kau akan melanjutkan kuliahmu di rumah "


" Deal .... " pekik Lana sangat bahagia akhirnya ia bisa menghirup udara bebas di luar sana walau hanya sebentar . Tapi kebahagiaannya sirna ketika melihat sorot mata pria itu yang seakan memintanya untuk segera mengikutinya masuk ke dalam kamar kamar mandi .


" Hanya mandi ... " gumam Lana meyakinkan dirinya sendiri , anggap saja ia sedang merawat bayi raksasa .


Tapi tak lama kemudian terdengar jeritan panjang Lana dari arah kamar mandi , tak ada yang tahu apa yang sedang terjadi kecuali mereka !