Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
45



Siang ini Lana sudah bersiap siap untuk berangkat ke kampusnya tentu saja setelah semua tugasnya selesai . Darrell juga sudah bersama dengan guru home schooling nya . Anak itu selalu bersemangat jika itu menyangkut dengan pengetahuan baru . Tak tanggung tanggung Sean meminta seorang profesor di perguruan tinggi terkemuka untuk mengajar putranya .


Biasanya setelah selesai home schooling Darrell akan bersama dengan dokter terapinya . Dan untuk satu hal ini Darrell tak mengijinkan siapapun tak terkecuali untuk melihat prosesnya . Dia tak suka sorot kasihan yang malah akan membuat semangatnya pudar . Walau belum ada perubahan yang berarti tapi Darrell tidak pernah pantang menyerah , ia akan melakukan apapun untuk membuat ayahnya bangga padanya .


Setelah membantu Darrell menyiapkan buku buku tugas yang akan digunakan Lana segera pergi ke area samping mansion tempat sang supir biasa menunggunya . Sampai disana ia sedikit bingung karena mobil yang biasa mengantar tidak terlihat disana .


" Maaf Nyonya ... tapi hari ini sepertinya anda akan tetap ada di dalam rumah '


Suara penjaga yang biasa mengantarnya tiba tiba terdengar dari arah belakangnya . Pria bertubuh besar itu berdiri dengan wajah menunduk tak berani menatap ke arahnya .


" Kenapa bisa begitu ?? Memangnya apa hakmu melarang aku untuk pergi kuliah !!! " seru Lana yang mulai emosi , baru beberapa hari yang lalu ia kembali ke kampus . Tidak mungkin ia terus terusan absen padahal ini adalah semester akhirnya , banyak tugas dan kegiatan yang akan menunjang nilainya nanti .


Sebelum penjaga menjawab pertanyaannya sebuah mobil datang dari arah gerbang utama mansion .Lana hafal jika mobil itu adalah mobil uang biasa dipakai oleh suaminya .


" Hissshhhh ... Ini pasti ulahnya ! Apa lagi maunya " lirih Lana dengan tatapan sebal pada pria yang baru saja turun dan melangkah masuk ke dalam mansion tanpa sedikitpun meliriknya .


" Tadi Tuan Besar menelpon jika siang ini anda tidak diijinkan keluar mansion terlebih dahulu . Tapi saya kurang tahu alasannya , Nyonya bisa .... "


" Aku tahu .... " sahut Lana sebelum sang penjaga menjelaskan panjang lebar . Wanita itu langsung melangkah menyusul Sean uang tampaknya sudah berada di dalam sana . Dia ingin minta penjelasan tentang ini semua karena apapun yang terjadi Sean tidak bisa melarangnya untuk menempuh pendidikannya .


Lana mendengus ketika malah melihat pria itu dengan santainya sudah duduk di meja makan . Dasi dan jas pria itu sudah tersampir di kursi makan yang ditempatinya .


" Aku lapar .... " kata Sean saat ujung matanya melihat kehadiran istri keduanya .


" Apa maksudmu !!? " geram Lana meletakkan tas dan bukunya di atas meja makan dengan cukup keras .


" Aku tahu !!!!! Semua yang masuk ke perutmu adalah tanggung jawabku , aku budakmu !! Tapi kau tahu saat ini jadwalku untuk pergi ke kampus !! "


" Setelah ini Darrell akan pergi ke rumah sakit , besok adalah jadwal operasinya . Tim dokter sudah mendapatkan donor sumsum tulang belakang yang cocok untuknya . Semoga dengan cara ini akan bisa mempercepat proses kesembuhannya "


Bukan tanpa alasan jika Sean siang ini melarang Lana pergi ke kampus karena ia berpikir Darrell pasti akan membutuhkan sosok ibu sambung sekaligus pengasuhnya itu ketika nanti menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan sebelum menjalani operasi .


" Darrell operasi ?? Ya Tuhan ... Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal ?! " cicit Lana , ia tahu operasi kali ini akan sangat berarti untuk anak itu . lni adalah operasi penentu kesembuhan Darrell , pencangkokan tulang belakang adalah upaya terakhir tim dokter untuk menghidupkan kembali jaringan syaraf tubuh bagian bawah anak itu .


" Kau mau kemana ??! " seru Sean yang melihat Lana ingin berlari ke arah kamar Darrell .


" Dia masih belajar bersama gurunya , biarkan saja !! Jangan perlihatkan wajah jelekmu itu ketika ada didepannya "


Langkah Lana terhenti dan kemudian menghapus beberapa bulir air mata yang tak sengaja jatuh di pipinya . Dia terharu karena akhirnya sebentar lagi bisa melihat anak sambungnya itu bisa berjalan lagi , bisa berlari seperti anak anak lainnya di luar sana .


" Jangan perlihatkan ekspresi sedih atau kasihan jika ada di depannya ! Kau tahu jika Darrell tidak akan menyukainya . Sekarang yang harus kau lakukan adalah menyiapkan makanan karena jika tidak maka aku akan memakanmu sekarang juga ... "


" Dasar menyebalkan .... pria kanibal !! Kau pikir aku takut ?? Makan aku sekarang juga , pisau dan garpu sudah ada di depanmu ... Tunggu apa lagi hahh !! "


Sean bangkit dan tanpa aba aba menggotong tubuh Lana seperti sedang membawa sebuah karung beras .


" Turunkan aku !!! Apa yang kau lakukan ?! " pekik Lana sambil memukul mukul punggung suaminya .


" Kau lupa ?? Tadi kau sendiri yang menantangku Nyonya .... dengan senang hati aku akan memakanmu , anggap saja sebagai hidangan pembuka " ujar Sean kemudian melangkah menuju kamar Lana .