Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
34



Lana pergi ke kamarnya untuk membenahi diri sebelum menemui Darrell , pergelangan tangannya memerah dan terdapat banyak luka lecet . Wajahnya pun pasti sudah tidak karu karuan lagi akibat terus terusan menangis . Dia bersyukur anak asuhnya menyelamatkannya di saat yang tepat hingga iblis itu gagal menyatukan diri dengannya .


Rasa sakit dan terhina masih sangat ia rasakan , jika saja bisa maka hal yang paling ia inginkan adalah pergi dari mansion dan hidup bebas di luar sana . Sempat terbersit di hatinya untuk mengambil pisau buah yang tadi ada di kamar Sean , ingin sekali ia mengakhiri semuanya . Tapi sekali lagi ia tidak bisa karena rasa tanggung jawabnya pada keluarga .


" Kau darimana Lana ? Aku mencarimu . Apa kau baik baik saja ? Kenapa aku merasa matamu sedikit sembab ? Apa kau menangis ? Apa kau merindukan keluargamu !? "


Rentetan pertanyaan dari Darrell membuat sebuah senyum menghiasi wajah cantik itu . Walau dikelilingi dengan manusia yang tak punya simpati dan hanya dikekang banyak aturan tapi nyatanya masih ada satu anak yang sangat memperhatikan keadaannya . Lana bisa merasakan jika Darrell sangat menyayanginya .


" Tadi saya bersih bersih ruangan yang ada di lantai atas . Dan air mata ini bukanlah seperti yang anda pikirkan ! Saya hanya tidak hati hati dan ada debu masuk ke mata . Maaf tadi saya lupa jika anda belum makan siang "


" Tidak apa apa , tadi Daddy memang sedang terburu buru pulang "


Lana terkejut ketika Darrell mengarahkan kursi roda agar lebih dekat dengannya . Anak itu meraih dua tangannya dan seperti sedang mengamati .


" Kau terluka Lana , ada banyak luka di pergelangan tanganmu . Ada seseorang yang menindasmu ?? Katakan padaku siapa yang berani melakukan ini ? Daddy pasti akan bisa mengatasinya !! "


Lana tertawa untuk menyembunyikan perih di hatinya , entah apa yang terjadi jika anak itu tahu Daddy yang ia anggap adalah seorang malaikat sebenarnya adalah seorang iblis tak berperasaan . Semua luka di tubuh dan hatinya adalah hasil karya dari iblis itu .


" Ckk jangan berpikir yang bukan bukan , sekarang kita ke ruang makan karena tadi saya sudah hangatkan makanan untuk anda . Mau ditemani segelas jus !? "


" Boleh , terimakasih "


Lana mendorong kursi roda anak asuh yang sekaligus adalah putra sambungnya ke arah dapur . Dia harus menghela nafasnya berkali kali ketika melihat Sean sedang turun dari lantai atas hanya dengan mengenakan pakaian rumahannya . Sepertinya pria itu tidak ingin kembali pergi ke kantor seperti katanya ketika berkeras untuk pulang tadi .


Lana segera pergi mengambil makan siang yang tadi ia hangatkan , jika pun rasanya sudah tidak enak maka ia akan membuat makanan yang baru . Sengaja ia melewati begitu saja suaminya yang sedang menatap ke arahnya . Lana sedang tidak ingin berinteraksi dengan makhluk jahat itu .


Karena makanan yang tadi ia hangatkan sepertinya sudah tidak layak akhirnya Lana memasak makanan baru . Agar cepat maka ia membuat lemon herb roasted potatoes , sejenis kentang panggang yang ia iris tipis tipis yang dibumbui dengan lada hitam dan madu dengan daun parsley diatasnya . Dan untuk minumnya Lana membuat jus semangka .


Setelah selesai ia membawa satu piring kentang yang ia buat dan segelas jus pada Darrell yang terlihat sedang bicara dengan ayahnya .


" Wohooo ini terlihat sangat enak , baunya manis ! Aku suka kentang ... terimakasih Lana !! " seru Darrell sangat antusias untuk melahap makan siangnya kali ini .


Berbeda dengan Sean yang menatap tajam istri keduanya yang sama sekali tak mau melihat ke arahnya .


" Perlu aku ulangi lagi kata kataku ?? Atau kau ingin sekali lagi ' membersihkan ' kamar atas !? "


" Daddy tahu pergelangan tangan Lana terluka karena tadi bersih bersih di lantai atas . Aku mohon jangan memintanya lagi untuk naik ke lantai atas . Banyak maid yang bisa menggantikannya bukan ? Kasihan Lana ... "


Sean dan Lana tampak kikuk mendengar kata kata Darrell , mereka tak ingin Darrell tahu kejadian yang sebenarnya . Tapi kemudian suara Sean membuat mood Lana semakin memburuk .


" Tapi dia akan sering ke lantai atas son , jika siang mengganggu jadwal kalian maka dia bisa ke atas saat malam hari . Kau masih terlalu kecil untuk mengerti , tapi tugas Lana memang sudah bertambah . Mungkin nanti malam Daddy akan berbicara dengannya lagi karena dia belum juga mengerti dengan tugasnya .... "


" Ckk aku ambilkan makan siangnya sekarang ... " kata Lana dengan rasa kesal , tetap saja ada ancaman dimanapun dia berada . Dia tahu jika semua yang masuk ke perut pria itu adalah tanggung jawabnya tapi ia masih sangat marah dengan apa yang pria itu lakukan kepadanya . Menurutnya wajar jika ia tidak mau melayani makan siangnya sekarang ...