
" Apa benar tadi kau pulang ke mansion Jensen ? Kau tahu jika aku tidak suka kebohongan ! "
Lana yang tadi terpaksa bangun dari pura pura tidurnya hanya mengangguk pelan . Mereka sedang duduk di sofa yang ada di kamar Lana sekarang .
" Untuk apa kau kesana ? Apa kau memang berniat selalu melanggar apa yang aku katakan hahh !!? "
Lana tertunduk dengan perasaan takut karena satu tangan Sean sudah menekan pundaknya cukup keras hingga ia meringis kesakitan . Mata elang suaminya seperti sedang menelisik dirinya lebih dalam . Lana merasa seperti seorang terdakwa yang sedang menantikan hukumannya .
" Bukan seperti itu , bukan aku tidak mau memberitahu atau ijin padamu tapi aku memang tidak tahu nomor ponselmu ! Tadi aku punya kepentingan mendadak , ehmm aku pernah berjanji pada teman untuk memberikan salah satu koleksi tasku . Aku pulang hanya untuk mengambil tas ... Itu saja !! " kilah Lana mencoba membela diri .
" Itu saja ??? ltu saja kau bilang !!! Beruntung mereka semua sedang pergi keluar negeri , bagaimana jika tidak ? Atau kalian memang sedang ingin membicarakan rencana baru untuk menghancurkan aku hahh !! Siapa lagi yang ingin kalian bunuh ?? "
Lana mencoba melepas tangan Sean yang semakin keras menekan pundaknya dengan cara sedikit menjauh , tapi sepertinya tangan itu terlalu kuat untuk ia lawan . Tulang yang ada dipundaknya sangat terasa sangat nyeri bahkan serasa hampir patah !
" Awwssshhh ... aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan . Kami belum gila dengan merencanakan membunuh seseorang ! "
Tapi pria di depannya terlihat menyeringai dan memandangnya remeh, kemudian mendorongnya dengan telak ke belakang hingga hampir saja Lana terjerembab di atas lantai .
" Kau lihat sekarang keadaan Darrell bukan ?? ltu adalah hasil dari konspirasi kalian hampir enam tahun yang lalu , bukankah ayahmu dan mungkin bersama teman yang lain telah merencanakan hal busuk untuk menghancurkan aku ?? Mobil Darrell kecelakaan hebat hanya karena supirnya menghindari anak gadis yang tiba tiba menyeberang jalan . Supir dan pengasuhnya meninggal di tempat , tapi putraku cukup kuat untuk kalian kalahkan !! Dan kau tahu siapa yang saat itu sedang menyeberang jalan !!? "
" Jangan fitnah Daddyku ! Kami tidak sekaya dirimu tapi kami tidak akan menggunakan cara kotor dalam bisnis apalagi sampai merencanakan pembunuhan .... " nafas Lana terlihat tidak beraturan akibat menahan gejolak emosi di dadanya . Tak ada seorang anak pun yang akan terima jika orang tuanya di hina seperti ini .
" Kau .... kau adalah anak gadis yang waktu itu tiba tiba melintas di depan mobil putraku !! Dan ketika kecelakaan itu terjadi kalian malah melakukan perayaan besar besaran di tempat yang dikelola ibumu . Kalian berbahagia dibatas penderitaanku "
Tapi Lana yakin kecelakaan itu memang bukan salahnya karena ia baru akan menyeberang jalan ketika kecelakaan hebat itu terjadi . Dia dan ibunya baru berlari menyeberang ketika banyak orang yang datang menolong mobil yang sudah terkapar di pinggir jalan itu . Waktu itu dia dan ibunya sangat ketakutan melihat kondisi mobil yang remuk redam bagian depannya .
Kala itu dia dan ibunya bermaksud pergi ke toko kue langganan yang ada di seberang jalan untuk membeli kue dan makanan kecil untuk di bagikan ke yayasan panti asuhan yang di kelola ibunya . Lana ingin merayakan hari bahagianya bersama teman temannya disana .
Dan entah tapi sejak saat itu dia tak pernah mendengar lagi tentang kecelakaan itu , tak ada satupun media yang meliputnya hingga peristiwa itu seperti terkubur rapat .
" Jadi kecelakaan waktu itu ?! Ya Tuhan .... Darrell "
" Cara yang sangat licik karena menggunakan gadis kecil sepertimu untuk alibi !! Kalian melakukan itu karena tahu tidak akan bisa menyabotase Alexander .... "
" Otakmu terlalu dangkal Tuan Sean yang terhormat ! Hari itu adalah hari ulang tahunku dan dirayakan di yayasan panti asuhan milik ibuku . Dan aku masih tiga belas tahunan waktu itu , kau pikir Daddy akan mengambil resiko dengan melibatkan aku ? Lagipula setahuku Daddy tidak pernah berurusan dengan keluarga Alexander . Dia cukup pintar untuk mencari rekan bisnis untuk perusahaannya " cibir Lana masih tetap berusaha membela diri karena ia merasa di pihak yang benar .
" Kau !!! Jadi kau berpikir jika aku yang bodoh begitu ?? "
" Aku rasa telingamu belum terlalu bermasalah bukan !? Aku tidak pernah mengucapkan hal itu "
" Apapun yang terjadi kau akan terus berada di sisiku .... Sedikit demi sedikit kau akan merasakan kehancuran yang sama sepertiku ketika harus melihat kaki Darrell berkali kali di operasi "
" Aku tidak takut .... Tidak akan pernah takut karena aku tidak pernah menjadi seperti yang kau pikirkan !! " pekik Lana yang sudah kepalang basah hidup bersama iblis di depannya .