
" Bagaimana suamimu ? Masih sedingin kutub utara !? "
Tiffany hanya mengangkat dua bahunya sambil terus memilih sepatu di rak yang ada di depannya . Dia bersama salah satu temannya bernama Laura Jimenez sedang berada di sebuah toko sepatu branded yang ada di kotanya . Tadi pagi niat mereka hanya keluar untuk pergi ke salon , tapi ternyata mereka malah melanjutkan kegiatan untuk shoping bersama .
Dia dan Laura sudah bersahabat dekat sejak dari masih awal meniti karir sebagai model . Laura juga adalah seorang model tapi kemudian mundur dari dunia itu setelah dinikahi pengusaha kaya dari keluarga Jimenez .
" Dia lebih mementingkan perusahaannya "
" Mungkin itu salah satu pembalasannya untukmu karena kau juga terlalu mengutamakan karirmu ! Kau sudah tidak muda lagi , maaf jika aku harus mengatakan ini . Tapi aku yakin sebentar lagi akan ada model lainnya yang akan menggantikan posisimu " ujar Laura memilih high heels warna merah terang untuk sahabatnya . Malam nanti mereka berencana pergi clubbing bersama teman teman mereka yang lainnya .
" Aku tahu ... aku tidak bodoh !! Tapi aku tidak akan menyerah semudah itu . Mereka semua akan tetap mengingatku sebagai wanita paling cantik "
" Sebaiknya kau kembali pada Sean secepatnya , hanya dia yang bisa membahagiakanmu kelak . Kau akan tetap bergelimang harta walau tanpa bekerja sekalipun ! Hans berada jauh di bawah Sean , untuk sebulan dua bulan mungkin dia bisa memenuhi gaya hidupmu tapi jika kau tetap bertahan dengannya maka aku pastikan kau akan jatuh bangkrut dan hidup di pinggir jalan !! "
Tiffany mengembuskan nafasnya , apa yang dikatakan Laura memang benar . Walau masih menjadi super model tapi tak ia pungkiri job nya sudah jauh berkurang . Kadang agennya memberi pekerjaan penting untuk model pendatang baru yang jauh lebih muda dengan alasan agar lebih fresh .
" Tapi dia sudah tidak tertarik pada tubuhku , pagi tagi aku mencoba merayunya tapi dia menolakku ! "
" Ckk nanti malam bekerjalah lebih keras lagi , kita bisa beli lingerie baru jika perlu ! Atau jika tetap tidak bisa maka jalan satu satunya adalah ini ... " Laura membuka tas jinjingnya dan mengambil sesuatu di dalamnya . Wanita itu memberikan sebuah botol kecil pada Tiffany .
" Ha ... ha ... kau memang teman yang bisa di andalkan ! Mungkin nanti malam aku tidak bisa berkumpul seperti biasa , sampaikan saja salamku pada teman teman dan katakan aku punya pekerjaan penting malam ini "
" Ok ... Itu mudah "
Dan dua wanita itu tertawa bersama dan saling memeluk , Tiffany bertekad akan menaklukkan suaminya malam ini . Ego Sean mungkin akan menolaknya tapi ia tahu tubuh Sean tidak akan mampu menahan hasratnya jika ia sedikit memberinya sedikit ' pemicu ' .
Menjelang sore Tiffany pulang dan berpapasan dengan Damian yang hanya melihatnya sekilas kemudian berjalan tergesa menuju ruang kerja suaminya . Pria dengan parut di wajahnya itu memang sedari dulu tidak pernah sekalipun menyukainya .
Tapi ia tak pernah peduli karena nyatanya Sean masih mempertahankan rumah tangga mereka , dan itu artinya masih ada cinta yang tersisa di hati pria itu . Ia tak akan menjadi miskin seperti yang Laura katakan padanya .
Sementara itu Damian segera ke ruang kerja Sean untuk melaporkan kegiatannya seharian ini . Ada beberapa poin perjanjian klien yang harus ia sampaikan agar esok harinya Sean mudah meneliti berkas berkas kerjasama yang akan ditanda tangani .
" Sangat baik Tuan , beliau mengirim salam dan mendoakan kesembuhan Tuan Muda Darrell . lni poin poin yang harus anda lihat , besok Tuan Prabu kembali ke lndonesia dan dia berharap besok kita mencapai kesepakatan tentang proyek baru kita "
Sean mengangguk dan menerima sebuah map yang diberikan oleh Damian . Awalnya ia ingin membuka dan membaca isi dalamnya , tapi pertanyaan pria di depannya membuat dia urung melakukannya .
" Apa Nyonya Lana masih ada di gudang belakang ?? "
" Cihh ... Apa kau sangat menyukainya hingga terus mengkhawatirkan keadaannya ?? "
Damian menundukkan kepala dengan menghela nafasnya .
" Sudah hampir dua puluh empat jam dia terkurung disana ! Tanpa makan ataupun minum . Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya !? Biar bagaimanapun Nyonya Lana adalah istri Tuan , jika terjadi sesuatu padanya maka Tuan Felix bisa saja menuntut kita karena mengabaikan putrinya . Jika ingin mengurungnya maka tempatkan saja Nyonya di kamarnya , saya rasa disana lebih layak "
" Terserah !!! "
" Maaf Tuan saya tidak bermaksud ... "
" Bawa dia ke kamarnya dan suruh maid menyediakan makan untuknya !!! " ketus Sean dengan tatapan tajam mengarah pada orang kepercayaannya itu .
Sean meletakkan kertas kertas yang tadi di bacanya ketika Damian sudah keluar dari ruang kerjanya . Moodnya tiba tiba saja buruk ketika mengingat wajah cantik yang selalu muncul di pikirannya . Masih ia ingat betapa lembutnya kulitnya , betapa semua terasa pas di genggamannya .... Ingin sekali lagi ia menikmati semua itu .
Karena tak ingin lagi berkutat dengan pekerjaan Sean kemudian turun untuk melihat keadaan putranya . Tapi ketika melewati dapur ia dikejutkan dengan Tiffany yang menghampirinya dengan membawa satu gelas jus orange di tangannya . Baru kali ini dia melihat istri pertamanya membuatkannya sesuatu .
" Hai sayang , kau ingin melihat Darrell ? Dia sudah baik baik saja , dokter baru saja datang memeriksanya ! O iya tadi aku buat jus ini khusus untukmu "
" Aku ingin melihat Darrell " sahut Sean tidak tertarik dengan tawaran istrinya , ia yakin ada sesuatu yang tak beres di balik maksudnya .
" Ya sudah jika begitu aku temani kau melihat putra kita dulu . Tapi aku harap nanti kau mau mencicipinya ... Ini aku buat dari buah segar sayang . Baik untuk kesehatanmu "
Walau sedikit menggerutu tapi Tiffany menyusul suaminya menuju kamar Darrell setelah meletakkan jus yang ia buat di atas meja makan . Dia akan mengambilnya kembali setelah mereka selesai melihat keadaan Darrell , berharap mulai malam ini semua bisa kembali berada di tangannya .