Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
56



Damian menundukkan kepalanya ketika melihat Sean datang dengan langkah sedikit terburu . Dia tahu jika atasannya hari ini ingin menyelesaikan semua masalah yang berkaitan dengan perusahaan karena besok adalah hari dimana putranya di operasi .


" Tuan ... "


" Kau sudah siapkan pesawatnya bukan ? Kita akan ke pulau XX pagi ini juga , siang ini salah satu klien juga akan melihat proyek di sana . Sorenya akan ada meeting dengan tim keuangan Tuan Prabu . Kita langsung berangkat setelah aku melihat Darrell sebentar di dalam .... " kata Sean sambil berjalan ke arah kamar rawat putranya .


" Tapi Tuan ada yang ingin saya ... " niat Damian ingin mengatakan tentang kabar yang ia dengar semalam , tentang kemungkinan nyonya kedua Alexander yang sedang mengandung pewarisnya . Tapi Sean mengangkat satu tangan ke arahnya pertanda ia tidak diperkenankan untuk bicara .


Pria dengan wajah berparut itu hanya bisa menghela nafasnya , jika dipikir pikir dia tidak punya hak untuk mengabarkan kabar itu . Lana Evelyn sendiri yang seharusnya mengatakan itu pada suaminya . Lagipula akan ada satu kali pemeriksaan lagi untuk memastikan kabar gembira itu .


Sementara Sean mengangguk pelan ketika Darrell menggeleng pelan dengan melihat ke arah pengasuhnya yang masih tidur di atas sofa panjang . Wajah lelah itu masih menutup mata dengan nafas yang teratur .


" Bagaimana keadaanmu son !? " kata Sean dengan suara yang sedikit ia pelankan sesuai permintaan Darrell .


" lm fine Dad ! Aku sudah siap untuk belajar berlari ... " jawab Darrell yang membuat ayahnya tertawa lebar . Anak itu tidak ingin memperlihatkan rasa khawatir yang sebenarnya masih melingkupi hatinya . Ada rasa takut jika operasi itu ternyata gagal , rasa takut jika harapannya untuk bisa berdiri diatas kakinya sendiri ternyata hanyalah sebuah impian .


" Bagus !! lngatlah ini ... apapun yang terjadi nanti kau tetaplah anakku !! Kau adalah putra dari Sean Jayde Alexander "


" Aku tahu Dad , terimakasih ! Lana kau sudah bangun !? "


Sontak Sean melihat ke arah sofa di mana istri keduanya tadi tertidur , muka bantal dan rambut acak acakan wanita itu malah membuat Lana seribu kali bertambah cantik . Jika ada di mansion mungkin dia akan segera membawa istri keduanya itu ke kamar dan berkeringat bersama di atas ranjang . Dua hari tak menyentuh rasanya seperti dipisahkan selama setahun .


Beberapa kali Tiffany mencoba menggodanya tapi dia sama sekali tidak tergoda . Lana sudah terlalu memenuhi otaknya hingga ia tidak pernah terpikir untuk menyentuh wanita lainnya lagi . Dan ini pasti adalah salah satu tak tik licik yang di mainkan oleh wanita itu . Lana pasti sengaja menggodanya agar membuat dia tak bisa berpaling lagi .


" Ah .. ehh maaf saya malah kesiangan " gugup Lana salah tingkah ketika mata elang itu menatapnya tajam . Jangan jangan pria itu sudah mengetahui semuanya ! Tapi tidak , semalam hanya ia sendiri yang ada di ruang dokter jaga itu artinya tidak ada orang lain yang mendengar kabar tentang dugaan kehamilannya .


" Kenapa kau gugup ? "


" Semua wanita akan gugup jika bangun tidur dan ditatap dua pria sekaligus ! Wajah dan rambutku pasti sangat berantakan ... Terlihat sangat buruk bukan !? Kalian pasti ingin menertawaiku ! "


" Tapi kau sangat cantik ! "


Darrel dan Lana spontan melihat ke arah pria yang juga langsung terdiam karena tak sengaja mengeluarkan kata kata yang sepertinya terdengar aneh didengar . Tak sekalipun pria itu memuji Lana atau bahkan mungkin wanita lain di dunia ini .


" Daddy mungkin benar , Lana memang cantik ! Tapi tidak dengan rambut singa dan liur di sudut bibirnya ... Itu berantakan ! Selera Daddy aneh " kata Darrell dengan nada seolah ia adalah pria dewasa yang pandai menilai wanita . Dan itu malah membuat Lana terbahak .


Dan kini giliran Sean yang terlihat salah tingkah , tapi pria itu langsung menutupi dengan segera berpamitan pada putranya .


" Hari ini Daddy tidak bisa menemani karena banyak sekali urusan di perusahaan ! Tapi besok Daddy pasti menemanimu .. "


" Ok Dad "


Sean keluar ruangan dengan merutuki dirinya sendiri yang tak sengaja memuji istri keduanya . Wanita itu pasti sangat tersanjung dan mengira dirinya sudah jatuh dalam perangkapnya . Sialan !!


" Saya sudah siapkan pesawatnya ... " sambut Damian yang melihat atasannya keluar dengan langkah lebar .


" Aku putuskan kau akan tetap berada disini , kau akan urus perusahaan sekaligus menjaga Darrell . Salah satu dari kita harus tetap berada di sini untuk menjaga segala kemungkinan "


" Baik Tuan , apa Nyonya Muda sudah berbicara !? "


" Cihh .. Berbicara ?? Dia baru saja bangun tidur dan tak mungkin aku bicara dengan zombie bau seperti dia ! " sahut Sean yang tak mau jika Damian mengetahui jika ia baru saja menuju kecantikan Lana .


Sementara Damian hanya mengangguk , mungkin nyonya keduanya akan berbicara jika dokter sudah berhasil memastikan kehamilannya . Siang itu dia sangat disibukkan dengan urusan pekerjaannya agar malamnya bisa menjaga langsung tuan mudanya . Jauh di lubuk hatinya ia berharap akan ada kabar baik tentang pewaris sejati keluarga Alexander .