
Dua minggu berlalu , dan Sean benar benar menepati janjinya untuk tidak datang mengganggu istrinya walau tanpa Lana ketahui diam diam sang suami datang melihatnya ketika malam hari saat wanita itu terlelap .
Kadang Lana berkunjung ke rumah sakit milik Alexander untuk melihat kondisi Darrell yang sekarang sudah mulai dengan terapi kakinya agar bisa cepat bisa berjalan seperti anak pada umumnya . Jika kebetulan suaminya juga sedang menemani Darrell maka mereka akan bertingkah layaknya orang asing . Masing masing dari mereka tidak akan saling menyapa dan akan berbicara jika Darrell bertanya pada salah satunya .
Hari ini adalah hari dimana Kim sudah mengijinkannya untuk kembali ke kediaman . Dan Felix terpaksa merelakan putrinya kembali ke mansion Alexander karena nyatanya Lana masih menjadi istri sah dari seorang Sean Jayde .
Seorang pengacara sudah datang menemuinya setelah pertemuan pertemuan pertama dengan menantunya waktu itu . Sean mengubah namanya sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan atas nama istrinya , Lana Evelyn . Sean juga sudah menemui ibu dari isterinya , secara formal pria itu meminta maaf secara langsung . Mengakui kesalahan dan berjanji kelak bisa menjaga anak dan istrinya dengan lebih baik .
" Hari ini anda akan keluar dari rumah sakit , tapi tetap saja seminggu sekali anda harus kontrol Nyonya ! Apa bahu anda masih sangat sakit !? " tanya Kim sedikit menekan bagian bahu Lana .
" Sudah tidak terlalu sakit jika di gerakkan , sepertinya tidak lama lagi akan sembuh . Terimakasih sudah menjaga saya selama saya di rawat disini Dokter "
Dua wanita itu saling memeluk sekilas dan tertawa bersama , selama dirawat di sini Lana menjadi sangat dekat dengan dokternya . Dia merasa selain menjadi dokter Kimmy adalah teman yang baik yang bisa mendengar keluh kesahnya . Dokter cantik itu selalu menguatkan hatinya dengan selalu berkata jika dia adalah wanita yang sangat beruntung ! Lana beruntung karena dicintai begitu rupa oleh seorang pria yang mencintainya dengan cara yang luar biasa .
Tapi Lana merasa jika Sean memperhatikan dirinya karena di dalam rahimnya terdapat benih dari pria itu . Cinta pria itu hanya ditujukan pada calon bayi mereka , Lana tahu jika Sean teramat sangat membencinya . Jika kecemburuannya dengan Damian sudah bisa diselesaikan dengan baik tapi tidak dengan tuduhan pembunuh yang disematkan untuknya .
Kim mengantarnya sampai ke lobi rumah sakit dan kemudian perawat pribadi Lana yang mengambil alih hingga wanita itu masuk ke dalam mobilnya . Ada rasa kecewa saat tahu suaminya tidak menjadi salah satu orang yang menjemputnya . Pria itu benar benar menepati janjinya untuk tidak menemuinya .
" Selamat datang kembali Nyonya ... "
Lana mengernyitkan dahinya saat semua pelayan berdiri berjejer menyambutnya . Para maid terlihat sangat menghormatinya , berbeda sekali dengan saat kedatangan pertamanya dulu . Para maid di rumah ini sangat angkuh dan tidak mau melayaninya , tapi perlakuan mereka wajar karena dia hanya berstatus sebagai seorang pengasuh.
" Jika anda butuh sesuatu maka jangan sungkan untuk meminta pada kami , anda bisa memencet benda seperti remote yang ada di atas nakas . ltu adalah sebuah bel yang langsung terhubung dengan saya selaku kepala maid . Saya akan segera datang jika anda merasa membutuhkan sesuatu " ujar seorang wanita yang mengaku dirinya sebagai kepala maid .
Lana hanya mengangguk walau sebenarnya masih merasa aneh dengan semua perubahan ini , jujur saja ia sudah terbiasa dengan sikap cuek seluruh penghuni rumah ini . Semua perhatian yang berlebih ini malah membuatnya merasa asing .
Sampai malam pun Lana tak juga melihat suaminya pulang ke rumah . Jika saja Darrell sudah pulang ke rumah maka dia tidak akan kesepian seperti ini . Karena bosan akhirnya tanpa sadar wanita itu malah tertidur di sofa yang ada di kamar tidurnya , televisi yang menayangkan film animasi pun belum sempat ia matikan .
Tak lama seorang pria masuk ke kamarnya dengan tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya . Lama ia berdiri di depan pintu untuk melihat wajah cantik yang selalu dirindukannya . Setelahnya puas memandang pria itu kemudian mendekat dan mengangkat tubuh yang sepertinya semakin berisi itu .
Perlahan diangkatnya tubuh Lana ke atas ranjang , dan bukannya pergi pria itu perlahan ikut naik ke ranjang merengkuh tubuh candunya ke dalam pelukannya . Senyumnya mengembang kembali ketika dirasakannya wanita dalam rengkuhannya memeluknya dengan sangat erat dengan mata masih terpejam rapat .
Ada rasa bersalah karena diam diam memeluk istrinya , tapi hanya ini satu satunya cara untuk melepas rasa rindunya . Karena sang istri masih belum bisa memaafkannya .