Sinful Angel

Sinful Angel
SA Bab 6



Sinful Angel Bab 6


“Soto Ayam bikinan Bunda memang selalu juara. Makanan dari resto terbaik yang sering kupesan pun rasa lezatnya kalah dengan masakan rumahan buatan tangan Bunda.” Bisma mengacungkan kedua jempolnya ke atas, memuji sang bunda yang tengah duduk berhadap-hadapan dengannya. Di depannya, piring dan mangkuk yang tadi berisi menu makan siang habis tak bersisa, ludes dilahapnya penuh sukacita.


“Makanya, sering-sering menginap di rumah Bunda. Biar bisa sering makan masakan Bunda juga, bukan delivery order terus, Mas Duda.” Viona berkata sembari tertawa kecil.


“Itung-itung bagi-bagi rezeki sama ojol, Bun,” sahutnya sembari mengulas senyum.


Viona mengangguk-angguk. “Iya juga sih.”


“Maaf ya, Bun. Saat ini aku sedang fokus membangun lagi perusahaan, mencari lahan ideal untuk ditanami teh ternyata enggak semudah yang kukira membuat waktu santaiku nyaris raib tersita. Jadinya belum sempat menginap lagi di rumah Bunda,” jelas Bisma tak enak hati sebab sudah dua bulan ini dia belum berkunjung lagi ke rumah bundanya.


“Bunda paham kok, jangan jadi beban pikiran. Anak Bunda memang pekerja keras yang hebat,” hibur Viona menyemangati, mengangguk penuh pemakluman. “Ini pencuci mulutnya, Bunda bikin puding kopyor ini tadi malam,” kata Viona kemudian, sembari mendorong piring berisi sepotong puding kopyor kesukaan Bisma.


Menyendok puding menggunakan sendok kecil, Bisma lagi-lagi berdecak kagum saat sedapnya puding lumer di mulut. “Mmm, enak benget. Sudah lama aku tidak makan puding ini.”


“Makanya cari istri sana. Nanti istrimu Bunda ajarin buat puding kayak gini, biar kamu bisa makan setiap hari,” kekeh Viona yang ditanggapi Bisma dengan senyum masam.


”Sebenarnya, sudah sejak lama ada seorang janda yang selalu memikat hatiku. Cantik, mungil, pandai berbisnis, juga pandai memasak.”


Kedua bola mata Viona berbinar antusias. “Benarkah? Kenapa tidak di gas saja? Tak ada yang salah dengan janda, seperti halnya kamu juga seorang duda. Jangan menunda-nunda lagi kalau memang sudah ada yang cocok,” seloroh Viona tak sabaran.


“Iya, sih. Tidak ada yang salah dengan janda. Tapi ini janda spesial, aku takkan bisa menggapainya,” ujar Bisma, riak air mukanya agak lain.


“Orangnya ada di sini. Duduk di depanku.” Bisma menyengir jahil, sedangkan Viona langsung berdiri dan menepuk geram pundak anak bungsunya.


“Dasar iseng!” kesal Viona. Bisma tak mampu membendung tawa dan tawanya akhirnya menular pada Viona. Putra bungsunya ini memang memiliki sisi iseng sejak kecil.


“Bunda harap, selain fokus pada karirmu, ada baiknya kamu mulai memikirkan lagi mencari pendamping. Buang semua kenangan buruk. Tidak semua wanita seperti Prita. Masih banyak wanita yang memiliki pribadi baik di luar sana. Jangan pernah menganggap masa lalu sebagai kegagalan, tapi anggaplah sebagai sebuah proses pembelajaran pendewasaan.”


Viona tak bosan-bosannya memberi nasehat setiap kali bertemu Bisma. Dia bukanlah sosok ibu otoriter, melainkan lebih pada memberi pengertian. Tidak serta merta mencarikan jodoh pengganti dan memaksakan kehendak pada putranya meski dia mampu. Juga tidak menyalahkan pasangan pilihan sang anak di masa lalu kendati menyebabkan banyak kehancuran dalam berbagai aspek kehidupan Bisma.


Bisma mengangukkan kepalanya pelan. “Iya, Bun. Akan kupertimbangkan.”


“Bunda enggak bisa lama-lama. Sebentar lagi keponakanmu pulang sekolah, Nara dan Arkana sedang seminar di Semarang. Di dalam kulkas sudah Bunda simpan masakan buatan Bunda. Cukup buat seminggu, tinggal kamu hangatkan.”


“Aku antar.” Bisma bangkit dari duduknya.


“Tidak usah, Nak. Bunda datang ke sini bawa sopir. Lagian Bunda enggak mau disopiri sama orang ngantuk. Bunda juga mau mampir dulu ke butik pusat dan ke beberapa butik cabang sebelum ke sekolah. Matamu sudah terlihat mengkhawatirkan, kamu kelihatan capek dan sangat butuh tidur.


Bisma mengantar Viona ke halaman rumah. Melambaikan tangan saat sedan mercy hitam yang membawa sang bunda melaju pergi. Bisma membuka amplop putih di tangannya yang tadi diberikan Viona sebelum naik mobil. Hatinya langsung diserbu haru saat melihat isinya. Yakni sebuah kartu hitam dan secarik kertas yang bertuliskan.


Simpan kartu ini buat berjaga-jaga. Pakailah saat kamu butuh dana tambahan.


Bersambung