
Sinful Angel Bab 55
Bisma banyak menceritakan masa lalunya dengan Prita di perjalanan berangkat ke Bali kepada Tya. Terutama saat di pesawat. Memberikan informasi sebanyak-banyaknya agar saat bertemu lagi dengan Prita nanti, Tya bisa lebih menguasai peran yang dimainkan.
“Mas, itu mantan istrimu kan?” bisik Tya sangat pelan ke telinga Bisma, takut salah melihat sosok wanita yang memasuki kafe dengan wajah ditekuk. Melirik ke kanan di mana Prita mengambil tempat duduk.
Bisma yang hendak meneguk Americano dinginnya, seketika melirik mengikuti arah pandang Tya tanpa menoleh berlebihan. Cukup ekor matanya yang menjelajah dan memang benar Prita sosok yang dimaksud Tya.
“Ya, itu Prita,” sahut Bisma penuh antisipasi, balas berbisik lantas menarik Tya duduk lebih rapat. “Berpura-puralah tak melihatnya, dan sebaiknya kita berinteraksi mesra sekarang.”
Duduk bersisian dengan Tya pada bagian kursi kefe yang memanjang, memudahkan Bisma membangun keintiman. Bisma yang dulu tak begitu suka mempertontonkan kemesraan dengan pasangan, kini justru sengaja memperlihatkannya agar Prita tidak terus meremehkannya, terdorong rasa sakit hatinya.
Tya pun memainkan perannya sangat baik. Bergelayut manja dan sesekali menyandarkan kepala di bahu Bisma. Dua sejoli itu tampak berbincang asyik dan mesra khas pengantin baru yang dimabuk cinta, bahkan Tya menderaikan tawa renyah nan manja guna menarik perhatian si wanita bergaun hijau tua yang sedang menuang gula ke dalam teh di mejanya.
Selesai membersihkan diri dari percintaan yang gagal mencapai puncak, Prita keluar dari kamar tempatnya menginap dan memilih pergi ke kafe untuk meredakan kekesalannya. mencari angin untuk merelaksasi urat-urat sarafnya yang menegang, hendak menikmati pemandangan ditemani secangkir teh.
Mengaduk gula rendah kalori yang dituangnya, gerakan sendok Prita sesekali terhenti terinterupsi tawa kecil nan manja seorang wanita di dalam kafe yang kebetulan suasananya sedang lengang itu. Hanya beberapa kursi yang terisi pembeli. Menyandarkan punggung setelah meneguk tehnya satu tegukan saja, Prita yang bermaksud memandang ke luar sana pada hamparan luas pantai berpasir putih, malah teralihkan pada pasangan yang terlihat sedang bersenda gurau gembira tak jauh darinya, yang suara si wanitanya mendayu mesra sejak tadi.
Tak ayal lagi, Seketika kedua mata Prita membulat sempurna nyaris hendak meloncat keluar saat melihat si mantan suami dan istri barunya terlihat sedang berbahagia. Sangat kontras dengan situasi hubungannya yang tengah runyam akibat ulahnya sendiri.
“Menurut Mas, aku lebih cantik pakai yang mana untuk kupakai nanti malam? Yang merah bunga-bunga atau yang hitam transparan,” tanya Tya mendadak tidak berbisik lagi, kedip matanya memberi isyarat agar Bisma tidak lambat tanggap sembari menunjukkan layar ponselnya di mana di sana memuat gambar syal model scarf yang biasa dipakai para wanita sebagai tambahan fashion.
“Yang hitam transparan saja, aku lebih suka warna hitam, bikin kamu kelihatan makin cantik dan seksi,” ujar Bisma sembari mencubit mesra dagu Tya. Sengaja menaikkan volume bicaranya agar Prita mendengar untuk memprovokasi.
“Memangnya kalau pakai warna lain aku kurang cantik dan seksi?” Tya menukas dengan nada merajuk. Yang tentu saja hanya pura-pura.
“Mau pakai warna yang manapun kamu itu sudah cantik dari sananya, Sayang. Tapi sebenarnya paling seksi dan cantik kalau tanpa memakainya, lagi pula lebih leluasa enggak dipakai kan?” kata Bisma kemudian. Kalimatnya kali ini memakai kosa kata yang tak pernah Bisma angkat di tempat umum sepanjang hidupnya sebelumya. Beruntung ini di Bali, di mana pamer kemesraan sudah dianggap tidak aneh lagi.
"Ish, gombal," timpal Tya manis, memukul manja dada bidang Bisma lantas mendusel di sana.
Tawa mesra dua sejoli itu kembali berderai. Mengganggu ketenangan yang ingin dicari Prita. Menciptakan atmosfer luar biasa memanas bagi si wanita yang kini mengepalkan tangan di sisi tubuh.
Obrolan Tya dan Bisma otomatis mengajak kepalanya menyimpulkan hal-hal menjurus. Bukan hanya Prita, andai orang lain yang mendengar pun ditambah bahasa tubuh mesra keduanya, pasti akan menyimpulkan bahwa Tya dan Bisma sedang mengobrol hal-hal intim. Padahal keduanya hanya sedang membahas tentang memakai atau tidak memakai syal.
Bersambung.