
Di tengah keramaian tamu resepsi, mata Candra mencari keberadaan Azila ke semua arah, hingga matanya berhenti ke satu arah di mana wanita yang ia cintai berada.
Dengan senyum bahagia, Candra menghampiri Azila yang sedang mengobrol dengan teman-teman sekolahnya dulu.
"Sayang !" panggil Candra sambil merangkul pinggang Azila.
Azila menoleh dan menatap Candra dengan wajah kecutnya.
"Oh, Candra dari kelas IPA-1, ya?" tanya teman wanita Azila yang bergaun putih.
"Iya, benar," jawab Candra.
"Oh, jadi kamu menikahi musuh mu sendiri," goda teman Azila yang bergaun cream sambil mencolek-colek Azila.
"Ah, sudahlah, namanya juga cinta, dia datang dengan tidak terduga," jawab Azila.
Mendengar itu, Candra langsung mencium pipi Azila di depan teman-temannya.
"Ih, apa, sih. Main cium aja," ucap Azila yang masih kesal dengan Candra.
Melihat ada ciuman yang mendarat di pipi Azila, para teman-teman Azila menutup mata mereka dengan tas yang mereka bawa.
"Aduh, di sini kenapa ada budak cinta juga," ucap wanita bergaun cream.
Wanita bergaun putih mendekatkan kepalanya ke wanita bergaun cream, "Sepertinya akan semakin rugi kita ada, di sini," ucap wanita bergaun putih.
"Zila, kita pergi dulu, ya. Kalian lanjutkan saja bermesraan nya," pamit wanita bergaun cream.
Kedua teman Azila pergi meninggalkan Candra dan Azila, "Hei, kalian mau ke mana? Aku ikut !" ucap Azila dengan sedikit berteriak.
Candra langsung menarik tubuh Azila saat dia ingin menyusul teman-temannya, "Sayang, jangan pergi jika masalah belum selesai," ucap Candra.
Azila menengadahkan wajahnya ke atas dan menarik napas, lalu dia kembali menatap Candra, "Suamiku, kamu terlalu memikirkan hal yang tidak perlu, aku hanya ingin berkumpul, dan mengobrol dengan teman-temanku, dan aku tidak marah padamu," ucap Azila sambil memegang kedua pipi Candra.
Mereka berdua tidak sadar kalau menjadi pusat perhatian para tamu di sekitar mereka berdua.
"Ehhemm," dehem seseorang yang berjalan menghampiri Azila dan Candra.
Azila langsung melepaskan tangannya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Hai, Zila !" sapa seorang wanita dengan wajah sumringah.
"Oh, kamu, Man. Aku kira siapa tadi," ucap Azila.
Azila merasa malu setelah melihat banyak orang yang melihat ke arahnya, lalu dia kembali ke samping Candra dan bersikap seperti seorang suami istri pada umumnya.
"Kenapa?" bisik Candra.
"Orang-orang melihat ke sini semua, aku jadi malu," jawab Azila dengan berbisik.
"Bagus, dong. Biar mereka semua tahu keharmonisan rumah tangga kita," balas Candra.
"Tap--" ucap Azila terhenti.
Cupp,
Duukk,
"Auuhh !" rintihh Candra karena perutnya disikut oleh Azila, "Sakit, Sayang," lirih Candra sambil memegangi perutnya.
"Salahmu sendiri, kenapa kamu menggoda ku," balas Azila sambil membalas pandangan Candra.
"Kamu kenapa? Apa perutmu sakit? Bagian mana yang sakit?" Amanda reflek memegangi lengan Candra satunya saat mendengar Candra mengaduh kesakitan.
Dengan wajah bingung, Azila dan Candra menoleh ke Amanda.
"Aku tid--" ucap Candra terhenti.
"Candra tidak apa-apa, kok. Dia baik-baik saja. Iya kan, Sayang," potong Azila sambil memisahkan tangan Amanda yang memegangi lengan Candra.
"Ah, maaf-maaf, tadi aku hanya reflek saat Candra mengaduh," ucap Amanda sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada.
"Iya, tidak apa-apa, kita pergi dulu, ya, mau menemui yang punya acara," kilah Azila.
"I--" jawab Amanda tertahan.
Azila menarik Candra pergi meninggalkan Amanda sendirian di sana, mereka berdua pergi sebelum Amanda menjawab Azila.
"Iya, silahkan," ucap Amanda setelah kedua orang di depannya pergi.
"Awas saja kamu, Zila. Tunggu permainan seru dari Amanda Mardiana, ini," gerutu Amanda sambil mengepalkan kedua tangannya.
Azila dan Candra telah berhenti di dekat meja yang penuh dengan makanan, buah, dan minuman.
"Sayang, kenapa wajahmu sangat merah? Apa kamu marah padaku?" tanya Candra sambil mengangkat dagu Azila.
Azila menggelengkan kepalanya, "Jangan dekat-dekat sama wanita tadi, ya, Sayang. Aku tidak suka," jawab Azila.
Hati Candra tiba-tiba merasakan kebahagiaan yang luar biasa setelah mendengar jawaban Azila.
"Apa kamu cemburu?" tanya Candra sambil mendekatkan wajahnya.
Dengan cepat Azila mengangguk tanpa aba-aba dari otaknya, "Eh?" Azila langsung menggeleng-gelengkan kepalanya saat menyadari tingkahnya tadi, dia merasa malu di sekujur tubuhnya.
Cupp,
Candra mengecup bibir Azila yang masih menggeleng hingga berhenti karena kecupannya, "Jangan menutupi kecemburuan mu, Sayang. Aku tidak suka, itu," ucap Candra setelah mengecup bibir Azila.
"Hih, siapa juga yang cemburu, jangan kepedean jadi laki-laki," balas Azila sambil melepaskan tangan Candra yang memegang dagunya.
"Sudah, ah. Aku mau makan dulu, mikirin kamu lama-lama jadi laper juga," ucap Azila sembari berlalu mengambil piring dan mengantre di samping meja yang penuh makanan.
IG : @ahmd.habib_
Jangan lupa untuk like, comment, share dan favorit ya 🤗 dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙