
Jam di dinding menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit, Azila yang sudah capek tidur akhirnya memutuskan untuk bangun, dengan mata yang masih sayu karena baru bangun Azila terlihat sedang mencari seseorang, di lihat nya seluruh sudut kamar tetapi dia tidak menemukan apa yang dia cari.
"Dimana sih cowok mesum ini, di tungguin nggak pulang-pulang, di buatin sarapan nggak bilang terima kasih, dasar cowok batu," dengus kesal Azila yang sedang duduk di atas kasur.
"Biarlah, yang penting dia udah sarapan sebelum pergi," ucap Azila yang melihat nampan yang dia bawa sudah kosong dan hanya tersisa gelas kosong dan satu botol selai coklat, itulah yang membuat Azila tidak terlalu kuatir.
Azila beranjak turun dari tempat tidur lalu mengambil ponselnya yang sudah dia charge tadi malam sebelum tidur, lalu Azila mengambil handuk biasa di dalam lemari pakaian dan masuk ke kamar mandi.
Azila melepas pakaiannya dan mengguyur tubuhnya di bawah shower dengan alunan musik dari ponselnya yang dia taruh di wastafel, Azila memutar musik dengan volume maksimal sambil berjoget dan bernyanyi dengan lantang, seakan dia sedang konser di panggung besar miliknya.
Candra yang sudah pulang dari joging paginya masuk ke kamar, tetapi dia tidak melihat Azila di sana, Candra hanya mendengar alunan musik yang cukup keras walaupun dari luar kamar tidak terdengar, lalu dia mendengar suara Azila menyanyi dengan kerasnya, Candra tidak bisa menahan tawanya karena mendengar Azila bernyanyi dengan mengimpersonate suara penyanyi aslinya.
They say oh my god I see the way you shine
Take your hand, my dear, and place them both in mine
You know you stopped me dead when I was passing by
And now I beg to see you dance just one more time
Ooh I see you, see you, see you every time
And oh my I, I like your style
You, you make me, make me, make me wanna cry
And now I beg to see you dance just one more time
So I say
Dance for me, dance for me, dance for me, oh, oh, oh
I've never seen anybody do the things you do before
They say move for me, move for me, move for me, ay, ay, ay
And when you're done I'll make you do it all again
I said oh my god I see you walking by
Take my hands, my dear, and look me in my eyes
Just like a monkey I've been dancing my whole life
And you just beg to see me dance just one more time
Ooh I see you, see you, see you every time
And oh my I, I like your style
You, you make me, make me, make me wanna cry
And now I beg to see you dance just one more time
So I say
Dance for me, dance for me, dance for me, oh, oh, oh
I've never seen anybody do the things you do before
They say move for me, move for me, move for me, ay, ay, ay
And when you're done I'll make you do it all again
"Ternyata kamu suka konser di kamar mandi ya, Sayang," ucap Candra dalam hatinya sambil senam pendinginan karena habis joging.
Beberapa menit setelah Azila selesai bernyanyi di atas panggung konsernya, dia keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih basah di balut haduk yang menutupi belahan dadanya sampai pertengahan paha.
"Tubuh ku terasa segar sekali habis mandi sambil konser, hahaha," ucap Azila yang belum tau kedatangan Candra.
"Apa konsernya sudah selesai, Sayang?" Tanya Candra yang mengagetkan Azila.
"Se-se-sejak ka-kapan kamu di situ?" Tanya Azila yang gelagapan.
"Sejak kamu memulai konsermu tadi," ucap Candra yang sengaja menahan tawanya.
"Ka-kamu denger aku nyanyi?" Tanya gelagapan Azila yang sudah malu dan Candra menjawab dengan anggukan dan senyum lebar di bibirnya.
"Suara mu sangat mengagumkan, Sayang. Mungkin jika ada tikus di sini dia akan lari saat mendengar suara mu yang cetar menyambar tower itu," ledek Candra lalu dia tertawa sambil memegang perutnya yang kaku karena sudah kebanyakan tertawa.
"Akan aku buktikan kalau suara ku bagus," ucap Azila yang tidak terima di ejek Candra, lalu Azila berjalan mengambil gitar yang ada di samping ranjang, lebih tepatnya ada di samping kanan tempat Candra duduk.
Sebelum tangan Azila berhasil meraih gitar, tubuh Azila di tarik oleh Candra hingga Azila terjatuh di pelukan Candra.
"Apa kamu ingin menggodaku?" Tanya Candra.
"Siapa yang mau menggoda mu? Aku hanya ingin mengambil gitar di samping mu dan membuktikan kalau suara ku bagus," jelas Azila yang pasrah tidak bisa bergerak di pelukan Candra.
"Paling tidak pakai bajumu dulu," ucap Candra lalu melepas pelukannya, Azila yang baru sadar kalau dia cuma memakai handuk, dia langsung beranjak menjauh dari Candra.
"Ngapain kamu masih di sini? Keluar dulu, aku mau pakai baju," ucap Azila yang mengusir Candra.
"Aku akan tetap di sini. Tenang saja, aku tidak akan mengintipmu ganti baju," balas Candra sembari berjalan menuju balkon.
"Awas aja kamu kalau sampai ngintip, akan aku colok matamu," ucap Azila yang memberikan Candra ancaman.
≈≈≈
Waktu pun berlalu, kini Azila sudah selesai memakai baju dan tidak memakai make up apapun, lalu Azila memanggil Candra. "Cowok mesum, aku sudah selesai," ucap Azila lalu Candra berbalik dan berjalan masuk ke kamar.
"Sekarang akan aku buktikan kalau suaraku memang bagus," ucap Azila yang sudah menggendong gitar di pangkuannya.
"Apa kamu betah dekat-dekat denganku? Aku baru selesai joging, tubuhku sudah basah dengan keringat," ucap Candra sambil menunjukkan tubuhnya yang basah karena berkeringat.
"Tak apa, bau keringatmu tidak terlalu menyengat," balas Azila dengan wajah yang mulai memerah dan Candra hanya tersenyum.
"Emm.. emm.. apa aku boleh melakukan sesuatu?" Tanya Azila yang gugup karena menahan rasa malunya.
"Melakukan apa? Jika kamu ingin menciumku, aku akan menolak," jawab Candra yang sudah kepedean.
"Bukan, aku.. aku.." ucap Azila yang masih malu untuk mengutarakannya.
"Kamu kenapa?" Tanya Candra yang mulai penasaran.
"Aku.. aku.. aku hanya ingin mencium ketiakmu," ucap Azila yang sudah tidak memikirkan rasa malunya.
Sejak kecil Azila memang suka mencium ketiak orang lain, tetapi tidak semua orang dia cium bau ketiaknya, satu-satunya ketiak yang menurutnya wangi hanyalah ketiak Papahnya, dan sekarang dia mencoba memberanikan diri untuk mencium ketiak Candra.
Azila ingin memastikan bau ketiak Candra itu wangi atau tidak, walaupun banyak orang yang memakai deodoran atau apapun yang membuat ketiak mereka wangi, tapi itu tidak berpengaruh bagi Azila.
Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗,
dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙