
Mentari telah bersinar menerangi bumi, menembus kaca transparan dan melewati gorden yang lupa di tutup, di temani kicauan burung yang bernyanyi dalam sangkar, bersama kokokan ayam jago yang sedang mencari perhatian para ayam betina.
Candra yang masih tidur pulas tidak menghiraukan suara binatang peliharaannya, Candra memang memiliki beberapa jenis hewan peliharaan dan di buatkan kandang besar di dekat kamarnya, di setiap kandang ada penjaganya sendiri yang akan merawat para hewan di sana, mereka membersihkan kandangnya 3 kali dalam 1 hari agar bau kotoran hewan-hewan tidak tercium kemana-mana.
Dok.. dok.. dok..
"Candra, bangun, cepat mandi dan bersiap-siap, hari ini adalah hari pernikahanmu!" Teriak Bunda Putri dari luar pintu sambil menggedor-gedor pintu kamar Candra.
Candra terbangun karena bisingnya teriakan Bunda Putri yang memekakkan telinga, setelah beberapa saat dia bangun, Candra baru sadar kalau hari ini adalah hari pernikahannya, dia langsung meloncat dari ranjangnya untuk mandi, bukan karena dia semangat tetapi dia tidak mau mempermalukan Ayah dan Bundanya.
"Iya, Bun. Candra mandi dulu," teriak Candra sambil berlari menuju kamar mandi.
"Bunda sama Ayah nunggu di bawah, cepet jangan lelet," teriak Bunda Putri sebelum beranjak pergi dari depan pintu kamar Candra.
30 menit kemudian Candra telah selesai bersiap-siap, Candra memakai kemeja putih dengan tuxedo berwarna peach dan sepatu yang senada dengan tuxedonya, Candra turun menghampiri Bunda Putri, Ayah Yoga dan Dara yang sudah menunggunya.
"Lama banget sih, Nak. Udah kayak cewek aja," ejek Bunda Putri ke anaknya.
"Udah, Bun. Ato cepet berangkat, udah banyak tamu Ayah yang datang," ajak Ayah Yoga, lalu mereka berempat segera berangkat ke hotel tempat pernikahan Candra dan Azila digelar.
Tepat jam 8 pagi, Candra dan keluarga Wibawa telah sampai di depan lobby hotel, Ayah Yoga dan Bunda Putri langsung menuju ruangan yang telah di sewa untuk acara pernikahan dan Dara mengekori Bundanya. Sedangkan Candra di bimbing oleh orang wedding organizer menuju ruang make up.
Setelah Candra sudah sampai di ruang make up, dia hanya melihat 2 orang make up artist.
"Apakah pengantin wanitanya belum datang?" Tanya Candra pada 2 orang make up artist tadi.
"Nona Zila sedang berganti pakaian, Tuan," jawab salah satu dari mereka.
"Apa aku perlu di make up?" Tanya Candra.
"Mungkin hanya bedak tipis dan menata rambut saja, Tuan," jawab tukang make up.
"Oke," jawab singkat Candra, lalu dia duduk di depan cermin rias.
5 menit Candra di make up oleh mereka dan hasilnya sangat luar biasa, dengan gaya rambut formal dan sedikit riasan di wajahnya yang menambah kesan lebih segar dan makin tampan.
"Apa riasan pengantin wanita sudah selesai?" Tanya Candra.
"Sudah, Tuan. Tinggal memakai high heels saja," jawab tukang make up.
"Ya sudah, kalian keluar dulu, nanti kalau sudah waktunya kami keluar, suruh orang kesini memanggil kami," perintah Candra yang langsung di turuti oleh kedua make up artist tadi.
Belum ada 1 menit tukang make up artist tadi keluar, Azila sudah keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun yang sudah mereka pilih dulu, tetapi dia masih belum memakai high heelsnya.
"Kenapa lo di sini? mana dua orang yang merias ku tadi?" Tanya ketus Azila.
Candra berdiri dari kursi duduknya dan berjalan mendekati Azila, semakin dekat dan semakin dekat hingga Azila berhenti menyandar tembok di belakangnya.
"Kamu mau kemana, Sayang? Apakah aku sangat menakutkan?" Ucap Candra dengan senyum menyeringai.
"Mau apa cowok batu ini," ucap Azila dalam hatinya.
"Apa kamu akan menggunakan panggilan 'lo gue' terus, Sayang? Apa kamu tidak tertarik memanggil calon suami sah mu ini dengan panggilan 'sayang'?" Tanya Candra yang semakin menempelkan tubuhnya ke Azila dan mendekatkan wajahnya ke wajah Azila.
"Mati aku, apa dia mau mencium ku? Tidak, dia tidak boleh mengambil ciuman pertama ku, ya Tuhan, bantu aku ya Tuhan," ucap Azila dalam hatinya sambil memejamkan matanya dan pasrah karena dia sudah terkunci di dekapan Candra yang kuat.
Tok.. tok.. tok..
"Tuan Candra, Nona Zila. Acaranya akan segera di mulai, waktunya Tuan dan Nona untuk turun," ucap seseorang dari luar pintu.
"Huftt, selamat, terima kasih Tuhan karena Engkau sudah mengirim penyelamat untukku," ucap lega Azila dalam hatinya.
"Aahh sial, siapa sih yang mengganggu permainan ku," dengus kesal Candra dalam hatinya, lalu dia melepaskan Azila dan merapikan pakaiannya.
"Jika kamu berjanji akan menghilangkan panggilan 'lo gue', mungkin aku akan berbaik hati membantu mu," jawab Candra dengan menampakan senyum liciknya.
"Ya, ya, baiklah gue janji, eh, aku janji," jawab Azila, lalu Candra membantu memakaikan high heels ke kaki Azila, setelah selesai memakaikan high heels, Candra berdiri dan mengulurkan tangannya ke Azila.
"Mari," ajak Candra.
"Apakah kita akan berakting lagi?" Tanya Azila yang mengerti dengan jalan pikiran Candra.
"Kamu sangat pintar, Sayang," jawab Candra dengan senyum manisnya.
Azila dan Candra berjalan keluar ruangan make up dengan bergandengan tangan, mereka berjalan menuju ruang tempat pernikahan mereka, di dalam perjalanan Azila berbisik ke Candra. "Apa kamu serius menerima perjodohan kita dan menjadikan musuhmu ini sebagai istrimu?"
Candra diam sejenak dan berpikir, "Menurut mu?" Jawab singkat Candra.
"Walaupun kamu tidak mencintaiku, tapi aku mohon saat kamu mengucapkan ijab qobul itu serius dari hatimu, setelah itu kamu mencintai aku atau tidak, aku tak peduli," balas Azila dengan nada serius.
"Oke," balas singkat Candra dengan senyum manis di bibirnya yang membuat Azila tenang.
Candra dan Azila telah sampai di depan pintu ruangan besar tempat pernikahan mereka, semua orang yang tadinya ramai berbincang-bincang dan bercengkrama satu sama lain, seketika menjadi hening ketika MC acara mengucap. "Kita sambut, raja dan ratu kita hari ini. Candra Wibawa dan Azila Yudistira," mata semua orang langsung tertuju ke sepasang manusia yang sedang berdiri di ujung red carpet.
"Mereka sangat cocok ya, laki-lakinya sangat tampan dan wanitanya sangat cantik. Seperti raja dan ratu sungguhan," bisik salah satu tamu ke temannya yang berbeda di sebelahnya.
"Apa kamu sudah siap berakting?" Tanya Candra berbisik di telinga Azila.
"Ayo kita bius mereka dengan akting kita," jawab Azila dengan senyum manis di bibirnya.
"Kamu memang musuhku yang paling pintar," ujar Candra di dekat telinga Azila.
Lalu mereka berdua berjalan melewati para tamu yang sudah terbius dengan pesona yang di pancarkan oleh Candra dan Azila, setelah mereka sampai di meja tempat ijab qobul yang sudah ada penghulu, kedua orang tua Candra dan Azila, ada Dara dan Yasa juga dan tak lupa ada Kevin dan Nabila yang berdiri berdampingan, lalu Candra dan Azila duduk di depan penghulu.
Setelah semua sudah siap, Pak penghulu menyuruh Hendri dan Candra bersalaman lalu mengucap:
Bismillahirrahmanirrahim,
Hendri : Saudara CANDRA WIBAWA bin YOGA WIBAWA!
Candra : Saya.
Hendri : Saya nikahkan engkau CANDRA WIBAWA bin YOGA WIBAWA dengan anak saya AZILA YUDISTIRA binti HENDRI YUDISTIRA dengan mas kawin berbentuk cincin berlian dibayar tunai.
Candra : Saya terima nikah dan kawinnya AZILA YUDISTIRA binti HENDRI YUDISTIRA dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.
Pak penghulu : Bagaimana para saksi? SAH?
SAAHHH.... jawab seluruh tamu yang hadir di pernikahan itu, lalu Pak penghulu membaca do'a dan sekarang Candra dan Azila sudah sah menjadi suami dan istri.
"Terima kasih," bisik pelan Azila di telinga Candra dan hanya di balas senyum manis oleh Candra.
Setelah acara ijab qobul, Candra dan Azila beserta kedua orang tua mereka berjajar menyalami para tamu, setelah selesai acara salaman dengan pengantin, Azila dan Candra tampak sibuk melayani para tamu dan teman-teman mereka yang mengajak foto pengantin baru itu.
≈≈≈
Acara pernikahan pun telah selesai, ruangan yang tadi ramai oleh para tamu kini hanya meninggalkan para pelayan hotel yang sedang sibuk membersihkan ruangan, dan juga orang dari wedding organizer yang mengemas kembali semua properti yang di gunakan.
Setelah acara pernikahan selesai, Papah Hendri, Mamah Mitha dan Yasa memilih untuk pulang, begitu pula dengan Ayah Yoga, Bunda Putri dan Dara, mereka juga memilih pulang. Sedangkan Candra dan Azila tetap tinggal di hotel untuk satu malam.
Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗,
dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙