
Candra dan Azila telah menyelesaikan sarapan pagi mereka yang hangat, tetapi masih menyisakan sedikit kecanggungan di antara mereka untuk melontarkan candaan, Azila terkadang mencuri pandang wajah Candra yang menurutnya semakin hari semakin tampan itu.
Setelah selesai sarapan, Azila membereskan meja makan dan mengambil semua piring kotor di meja lalu Azila membawa piring kotor tadi ke dapur dan mencucinya.
Sreeessshhh....
Suara air kran yang mengalir dengan derasnya mengguyur piring.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Azila yang melihat Candra berdiri di sampingnya.
"Mau bantuin kamu," jawab Candra dengan suara lembut dan senyum tipis di bibirnya.
"Nggak usah, tadi kamu udah masak dan sekarang bagian ku untuk membersihkannya," ucap Azila yang tidak ingin merepotkan Candra.
"Baiklah, aku akan ke kamar untuk mandi dan menyiapkan air hangat untuk mu," balas Candra yang tidak ingin berdebat dengan Azila di pagi yang cerah ini.
Candra membalikkan tubuhnya dan ingin pergi mandi ke kamar, tetapi kaki Candra terhenti di langkah pertamanya karena ada tangan basah yang menarik pergelangan tangannya, lalu Candra menoleh ke orang yang sedang menarik pergelangan tangannya, cupp... satu ciuman Azila mendarat di pipi Candra yang membuatnya diam mematung dengan tatapan kosong.
"Siapkan baju ku juga, ya, Sayang," ucap Azila di telinga Candra lalu dia melepas pegangannya di pergelangan tangan Candra dan kembali mencuci piring kotor.
Candra masih diam mematung di belakang Azila karena kejadian langka tadi. Azila yang sudah selesai mencuci piring menjadi terkejut saat membalikkan badannya dan mendapati Candra masih berdiri di tempat tadi dengan tatapan kosong tetapi terukir senyum bahagia di wajahnya.
"Apa dia jadi gila karena satu ciuman ku di pipinya?" gumam pelan Azila, "Ahaaa ..!" ide jahil terlintas di benak Azila.
"Aku kerjain kamu, Candra," gumam Azila dalam hatinya yang baru saja mendapatkan sebuah ide jahil untuk Candra.
Azila mencari tali di sekitar dapur, setelah menemukan tali dia kembali ke tempat Candra berdiri, lalu Azila mengikat tangan Candra dengan ujung tali dan ujung tali satunya di ikatkan ke kursi.
Azila mengecek apakah simpul di kursi sudah kencang apa belum, setelah mengecek semuanya, dia siap-siap untuk lari ke kamar, lalu dia mengambil ancang-ancang dan menghitung sampai tiga.
"1.. 2.. 3.." Plaaaakkkk, tamparan keras mendarat tepat di bokong Candra dan menyadarkan dia dari lamunan bahagianya.
Azila yang tertawa ngakak melihat ekspresi Candra yang menurutnya lucu langsung berlari masuk kamar, sedangkan Candra yang kesal dengan kejahilan Azila langsung berlari mengejarnya ke kamar.
Brraakkk... suara kursi kayu yang terjatuh dan terseret karena terikat dengan tangan Candra.
"A.. ZI.. LA..!" teriak Candra yang semakin kesal karena dia di kerjai oleh azila, lalu Candra menarik nafas dan mencoba mengontrol emosinya.
"Sabar Candra, pasti ada saatnya untuk membalas semua ini," ucap Candra dalam hatinya sembari melepaskan ikatan di tangannya.
Azila yang berada di dalam kamar masih tak bisa menyudahi tawanya, dia mengunci pintu lalu duduk di lantai dan menyandarkan kepalanya ke pintu.
"Hhuuhhh.. hampir aja," ucap lega Azila sambil mengelus dadanya.
"Mandi dulu ajalah," gumam Azila sambil berdiri dan berjalan masuk ke kamar mandi.
20 menit kemudian Azila telah selesai mandi dan memakai baju yang tadi pagi di antar oleh Pak Suryo. Kemarin malam saat Azila masih tidak sadarkan diri, Candra menelpon Pak Suryo untuk mengirimkan beberapa pasang baju santai wanita dan baju untuk Candra, lalu tadi pagi saat sarapan Pak Suryo sudah datang membawa titipan Candra dan langsung kembali.
≈≈≈
Saat Azila membuka pintu, dia terkejut bukan kepalang karena melihat Candra berdiri tepat di depan pintu sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dada dengan raut wajah dingin dan memancarkan aura mengintimidasi.
Candra berjalan maju dengan perlahan mulai mendekat ke arah Azila, Azila yang sudah merasa takut mulai berjalan mundur sampai kakinya mentok dan tidak bisa berjalan mundur lagi karena ada kasur yang menghalanginya, tubuh Candra semakin dekat dan semakin dekat hingga jarak mereka berdua tinggal sejengkal saja.
Candra mulai membungkukkan badannya mendekat ke tubuh Azila.
"Apa dia mau mencium ku?" gumam Azila dalam hatinya, Azila berpikir kalau Candra akan menciumnya, lalu Azila menutup matanya dan memonyong-monyong kan bibirnya.
Setelah puas menikmati ekspresi Azila yang langka itu, Candra mengambil baju yang ada di samping Azila dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Azila yang mulai curiga karena dia tidak merasakan ada aura orang hidup di depannya dan mendengar guyuran air, dia perlahan membuka matanya dan celingukan ke sana ke mari mencari orang yang menurutnya tadi ingin menciumnya.
"Hah ,, bodoh sekali aku, kenapa tadi aku mikir gitu, sih. Udah tau kalau kamu habis jahilin dia, dia pasti akan balas dendam, pakek acara merem sambil monyong-monyong pula tadi, mau di taruh mana, ini muka ku?" umpat Azila yang membodoh-bodohkan dirinya sendiri, lalu Azila duduk di tepi ranjang dan memeluk kedua lututnya lalu menutup tubuhnya dengan selimut.
≈≈≈
Selang beberapa menit kemudian, suara guyuran air dari dalam kamar mandi sudah berhenti dan terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
"Mati aku, gimana ini, mau keluar tapi malu," gumam Azila di dalam hatinya.
Candra yang melihat Azila sedang duduk di tepi ranjang dan membungkus tubuhnya dengan selimut hanya menahan tawanya, lalu dia berjalan mendekat ke arah Azila dan membuka selimut yang menutupi Azila.
"Ayo, katanya minta di temenin jalan-jalan sambil melihat-lihat pantai," ucap Candra dengan lembut dan senyuman manis di akhirnya.
"Eemmm, tadi, itu, emm.. tadi.." ucap Azila yang gelagapan karena sulit untuk menjelaskannya.
"Ssttt... tadi aku hanya membalas mu karena sudah berani menjahili ku," jelas Candra.
"Tapi ak--" kata Azila yang belum selesai bicara tapi jari telunjuk Candra sudah menempel di bibirnya,
"Lain kali, jangan mencoba mengerjaiku lagi, sekarang ayo kita jalan-jalan ke pantai, keburu panas nanti mataharinya," ucap Candra sambil menarik tangan Azila untuk turun dari ranjang dan Azila menurut saja dengan apa yang di katakan Candra, lalu Azila dan Candra bergandengan keluar dari kamar.
≈≈≈
Candra dan Azila berjalan berdampingan menyusuri bibir pantai, jejak kaki mereka tertinggal di belakang dan hilang dihapus oleh ombak. Tiba-tiba Candra mengangkat Azila dan menggendongnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Azila yang terkejut.
"Menggendong mu," jawab Candra.
"Aku tidak mau, cepat lepaskan!" perintah Azila.
"Beneran?" Tanya Candra memastikan.
"Iya, bawel," jawab Azila.
Candra lalu melepaskan tangannya yang menggendong Azila dan itu membuat Azila basah kuyup karena tubuhnya jatuh di ombak yang datang.
"Kenapa melepas ku?" tanya Azila yang kesal.
"Kan, kamu sendiri yang minta lepaskan," jawab Candra dengan entengnya.
"Tapi, ya, jangan gitu juga, turunin pelan-pelan," balas Azila yang geram.
"Kamu tadi bilangnya lepaskan bukan turunkan," balas Candra lagi.
"Hiiihh ..!" teriak Azila yang sudah sangat geram pada Candra.
Azila berdiri dari jatuhnya dan langsung menyerang Candra dengan mencipratkan air laut ke Candra. Candra yang tidak mau kalau bajunya basah, dia langsung berlari menjauhi Azila. Akhirnya mereka berdua saling kejar-kejaran di bibir pantai.
Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗,
dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙