My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate
Setan licik



"Kaakk!" Teriak Eldar yang melihat truk melaju dari arah berlawanan.


Ckiitt.. suara rem yang di injak secara mendadak, "Ha ha ha ha," tawa Candra yang kegirangan setelah melihat ekspresi Eldar yang ketakutan.


"Hei, apa kakak sedang mengajak malaikat maut bermain?" Bentak Eldar sambil memegang dadanya yang berdegup sangat kencang.


"Malaikat maut aja aku jahili, apalagi kamu ha ha ha," tawa Candra lagi. "Tenang aja, truk sayur di depan itu adalah orang suruhan Kakak, nanti mobil ini akan Kakak set bertabrakan dengan truk sayur itu," jelas Candra pada Eldar yang masih kaget setengah mati.


"Iya-iya, Eldar tahu, tadi Eldar udah denger pas Kakak telepon orang, Kakak," balas Eldar sambil mengatur nafas dan detak jantungnya.


"Ya sudah, ayo turun dulu, biarkan orang-orang Kakak yang melanjutkan pekerjaan di sini, sekarang kita ke rumah sakit," ajak Candra yang di jawab dengan anggukan oleh Eldar, lalu mereka berdua keluar dari mobil yang mereka tumpangi dan di sambut oleh Pak Suryo.


"Pak Suryo, aku serahin yang di sini sama Bapak, aku pergi dulu ke rumah sakit!" Perintah Candra ke Pak Suryo yang ada di depannya.


"Baik, Tuan Muda," jawab Pak Suryo mematuhi perintah Candra, lalu Pak Suryo menyerahkan kunci mobil yang ada di tangannya ke Candra.


"Candra pergi dulu ya, Pak," pamit Candra yang mulai berjalan meninggalkan Pak Suryo. "Oh, ya, Pak. Jangan lupa nanti pas sarapan, akting lah dengan bagus ya, Pak," tambah Candra lagi sebelum masuk ke mobil yang di bawa Pak Suryo sebelumnya.


"Siap, Tuan Muda," jawab Pak Suryo sambil mengangkat tangannya setinggi pelipis dan menegapkan tubuhnya.


Candra mulai menjalankan mobilnya menuju rumah sakit yang pemilik saham terbesarnya adalah keluarganya, sedangkan Pak Suryo mulai berbicara dengan orang-orang yang ada di sana untuk menyetting sebuah kecelakaan dan mengeditnya menjadi video yang akan dibawa ke rumah keluarga Wibawa pagi ini.


06:00 WIB


Sesampainya Candra di rumah sakit, Candra telah disambut oleh seorang Dokter dan satu orang Suster yang ada di belakangnya.


"Selamat pagi, Tuan Candra, Nona Eldar," sapa Pak Dokter ke Candra dan Eldar.


"Selamat pagi juga, Dok," jawab Candra dengan senyum ramah.


"Selamat pagi juga, Dokter," sapa balik Eldar di temani senyum manis yang tergambar pada bibirnya.


"Apa semua sudah siap, Dok?" Tanya Candra.


"Semuanya sudah siap, Tuan. Sesuai permintaan, Tuan Candra," jawab Pak Dokter.


"Baiklah, ayo kita langsung saja," ajak Candra pada Dokter, Suster, dan Eldar.


"Mari, Tuan. Saya antar ke kamar Tuan dan Nona," jawab Pak Dokter lalu berjalan di depan untuk menunjukkan jalan menuju kamar yang sudah di siapkan untuk Candra dan Eldar.


Candra, Eldar, Pak Dokter, dan Suster beranjak dari tempat mereka dan memasuki lift lalu Pak Dokter memencet tombol angka 8, setelah sampai di lantai 8, Pak Dokter kembali berjalan di depan diikuti Candra lalu Eldar di sampingnya dan Suster berjalan di paling belakang.


"Kita sudah sampai, Tuan, Nona," ucap Pak Dokter yang berhenti di depan kamar perawatan nomor 21.


"Silahkan masuk, Tuan, Nona," ucap Suster yang membuka pintu dan mempersilahkan Candra dan Eldar masuk duluan lalu Pak Dokter dan yang terakhir adalah Suster sendiri sambil menutup kembali pintu kamar perawatan.


"Tuan, Nona, silahkan ganti baju dulu dengan baju pasien, nanti saya dan Suster akan memasang beberapa alat di tubuh kalian dan membalut beberapa bagian yang sering luka saat kecelakaan," ucap Pak Dokter menjelaskan.


"Kak, kok pake pasang alat juga sih, Eldar takut jarum infus, Kak," kata Eldar yang tidak tahu kalau akan di pasang alat juga.


"Tenang saja, Non. Nanti hanya di tempel saja, tidak ada alat yang akan menembus kulit kalian," jelas Pak Dokter.


"Iya El, itu hanya di tempel dan ditutupi pakai plaster, jadi Azila tidak akan tahu," jelas Candra menambahi penjelasan Pak Dokter barusan.


"Baiklah, Kak. Tapi Kakak berhutang banyak karena melibatkan ku dalam rencana ini," kata Eldar dengan pasrah.


"Ini rencana dari otak mu, Eldar. Apa kamu sudah lupa?" Ucap Candra yang tidak terima dengan perkataan Eldar barusan.


"Eldar cuma nyuruh Kakak aja yang jadi pemain dalam rencana ini, ngapain juga Kakak melibatkan aku," bantah Eldar sambil berkacak pinggang.


"Karena kamu ikut Kakak kesini, jadi kamu juga harus ikut main," balas Candra yang juga berkacak pinggang.


"Kan Kakak yang ngajak Eldar kesini, gimana sih," dengus Eldar yang mulai kesal.


"Tapi kan kamu juga mau," bantah Candra sambil menunjuk Eldar.


"BO-DO-A-MAT," balas Eldar yang menekan setiap suku kata yang dia ucapkan sambil menyilang kan tangannya di depan dada lalu membuang wajahnya ka lain arah.


Candra mengerutkan dahinya melihat perlawanan Eldar, "Ini enggak bakal selesai-selesai juga kalo aku ladeni terus," ucap Candra dalam hati. "Baiklah-baiklah, Kakak ngalah, Kakak ngaku berhutang banyak padamu," ucap Candra yang mengalah karena tidak ingin berdebat terus.


"Nah gitu dong, jadi Kakak harus mau ngalah sama adeknya," ucap Eldar yang kini menghadap Candra lagi.


Tuuk, suara Candra menjitak jidat Eldar, "Aduhh," ucap Eldar mengaduh kesakitan, "Kenapa main jitak jidat Eldar sih, Kak. Sakit tauk," lanjut Eldar yang protes sambil mengelus-elus jidatnya yang kena jitak Candra.


"Jadi adek itu tidak boleh membantah kakaknya apalagi melawan, no no no," jawab Candra sambil mengangkat jari telunjuk tangan kanannya dan menggoyangkan ke kiri dan ke kanan.


"Emm, Tuan, Nona, maaf mengganggu kalian, tapi ini sudah hampir jam 7, nanti keburu Nona Azilanya kesini," ucap Pak Dokter yang tidak enak mengganggu pertengkaran Candra dan Eldar.


"Oh, maaf, Dok. Emang gini kalau punya adik yang ribet," ucap Candra sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, "Oh, ya, mana baju pasiennya, Dok?" Lanjut Candra yang bertanya.


"Dasar setan licik, udah jahat, ngejelekin aku di mata orang lain, di depan mataku sendiri pula," gerutu Eldar dalam hatinya.


"Bajunya ada di atas ranjang kalian masing-masing," balas Pak Dokter.


Candra dan Eldar mengambil baju pasien mereka dan bergegas ganti baju di kamar mandi, kebetulan kamar mandi di kamar perawatan itu ada dua, yang satu khusus untuk mandi dan satunya lagi untuk mandi dan buang air.


Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗


dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙