My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate
Happy Valentine Day



Episode ini tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan alur cerita My Enemy My Soul Mate, ini hanya cerita singkat untuk hiburan dan juga selingan.


14 Februari 2020


Pagi ini terasa begitu hangat dan sangat nyaman, hingga membuat dua insan yang kelelahan setelah semalam suntuk puas menikmati surga dunia.


Kring.. kring.. kring.. suara jam weker yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi, suara itu membuat Candra terbangun dari tidur lelapnya dan dia segera mematikan alarm jam weker yang membisingkan itu.


"Huooaam, nyenyak sekali tidur pagi ini," gumam Candra sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku setelah bangun tidur.


Ting tung, ponsel Candra berbunyi, lalu dia mengambil ponselnya di atas nakas yang sudah di charge semalam. Candra membuka kunci ponselnya dan melihat notifikasi yang baru masuk, lalu dia membacanya.


14 Februari 2020


Hei bodoh, jangan lupa rencana mu untuk memberi kejutan ke istrimu di hari valentine ini.


Isi notifikasi yang Candra setting untuk mengingatkannya bahwa dia sudah menyiapkan kejutan untuk istri tercintanya. Setelah membaca isi notifikasi itu, Candra langsung turun dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi.


10 menit kemudian, Candra telah selesai mandi dan dia segera memakai kemeja putih lalu ditutupi dengan tuxedo berwarna pink muda, celana yang senada dengan tuxedonya, sepatu kulit hitam mengkilap, dasi biru dongker, saputangan yang senada dengan warna dasinya, dan tak lupa jam tangan mahalnya yang setia melingkar di pergelangan tangannya.


"Oke siap, sekarang siapkan gaun milik Zila dan pergi ke tempat tujuan," gumam Candra mengingat rencananya.


Candra menyiapkan gaun yang akan di pakai Azila dan menaruhnya di atas ranjang dengan sepucuk surat diatasnya. Setelah itu, Candra mengambil jam weker dan menyetel alarm yang akan berbunyi 5 menit lagi dan menaruhnya tepat di samping telinga Azila. Candra tertawa kecil membayangkan reaksi Azila nanti, lalu dia segera keluar kamar dan menuju mobil yang sudah disiapkan untuknya pergi ke suatu tempat.


≈≈≈


5 menit setelah Candra keluar.


Kring.. kring.. kring.. jam weker berbunyi dengan sangat keras di telinga Azila, hingga membuatnya kaget dan terjatuh dari tempat tidurnya.


"Sial, siapa sih yang naruh jam weker di telingaku," umpat kesal Azila, "Pasti ini kerjaan Candra," lanjut Azila sambil mencoba berdiri.


Azila melihat gaun indah berwarna pink muda dengan beberapa hiasan berwarna biru dongker dan selembar kertas diatasnya, lalu dia mengambil kertas itu dan membacanya.


Setelah membaca surat ini, cepatlah mandi dan berdandan secantik mungkin dan pakai gaun yang sudah aku siapkan.


Aku tunggu kamu di suatu tempat, dan aku sudah menyiapkan mobil serta supir yang akan mengantar mu nanti.


Tertanda, Candra pria paling tampan sedunia.


Tak lama kemudian, Azila keluar dari kamar mandi lalu mengeringkan tubuhnya dan mulai memoles wajahnya. 30 menit telah berlalu dan Azila sudah siap dengan gaun yang sudah disiapkan Candra lalu dia keluar kamar dan menuju ke pintu utama.


"Sepi sekali rumah ini, kemana semua orang?" Gumam Azila dalam hatinya.


Azila tak menghiraukan keadaan rumah yang sangat sepi dan mungkin hanya Azila yang ada di rumah itu. Setelah Azila sampai di teras depan, dia langsung masuk ke mobil yang sudah menunggunya dan mobil itu langsung berjalan setelah Azila masuk.


2 jam setengah sudah mobil yang dinaiki Azila melaju membelah jalanan hingga mobil itu berhenti di pinggir jalan.


"Ada apa, Pak?" Tanya Azila yang bingung.


"Nona, pakailah penutup mata ini, ini adalah perintah dari Tuan Candra," jawab Pak Supir sambil memberi Azila penutup mata.


Azila hanya menuruti perkataan Pak Supir karena itu adalah permintaan Candra, setelah memakai penutup mata, mobil yang Azila naiki berjalan lagi, 10 menit kemudian mobil itu berhenti lagi.


"Apa sudah sampai, Pak?" Tanya Azila yang matanya tertutup.


"Sudah, Non," jawab Pak Supir yang lalu membukakan pintu untuk Azila dan membantunya turun.


"Mari, Non," ucap Pak Supir sambil membantu Azila berjalan dan menuntunnya ke sebuah tempat.


"Kita sudah sampai nona, nanti setelah pegangan saya lepas, nona berhitunglah 10-1 lalu buka penutup matanya," jelas Pak Supir yang lalu pergi.


"10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1," hitung mundur Azila lalu membuka penutup matanya.


Duuaarr.. duaar.. duuar.. suara popper confetti dan kembang api setelah penutup mata Azila di lepas. Azila terkejut dan terharu karena mendapat kejutan yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya.


Di sana telah berkumpul semua keluarga Wibawa, keluarga Yudistira, keluarga Lewis, keluarga Safira, sahabat Azila, dan tak lupa suami yang paling dia cintai dan sayangi. Candra berjalan mendekat ke arah Azila dengan kedua tangannya yang bersendakap ke belakang.


"Happy valentine, Istriku sayang," ucap Candra yang sudah berdiri tepat di depan Azila sambil berjongkok satu kaki dan memberikan sekotak coklat dan buket bunga mawar pink.


Azila menerima pemberian Candra dan membantu Candra untuk berdiri, "Happy valentine too, Suamiku sayang," balas Azila dengan manisnya, lalu bibir mereka perlahan mendekat dan berciuman dengan sangat romantis ditemani tepuk tangan semua orang yang hadir.


Happy valentine my reader, I love you so much.💙


Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗


dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙