
Detik telah berganti menit, menit telah berganti jam, jam telah berganti hari, hari telah berganti Minggu, Minggu telah berganti bulan. Sejak siang itu, Candra dan Azila semakin lengket, semakin harmonis, semakin romantis, seperti pasangan yang tidak akan terpisahkan.
Di dalam kamar Azila dan Candra.
Tok tok tok,
"Sayang, apa kamu masih lama?" Tanya Candra yang berdiri di depan pintu kamar mandi sambil merapatkan pahanya.
"Diamlah dulu, aku tidak bisa fokus buang air gara-gara kamu selalu berisik!" Teriak Azila yang sedang mencoba fokus untuk hajatnya di kamar mandi.
"Aku sudah tidak tahan, Sayang!" Seru Candra dari luar.
Dok dok dok,
"Sayaaang!" Teriak Candra yang lumayan keras.
Dok dok dok,
"Sa...yaangg!" Seru Candra yang mulai melemah dan di ikuti tubuh Candra yang bergetar dan kejang sesaat, "Aahhhh," lirih Candra yang tubuhnya mulai lunglai menyandar dinding tembok kamar mandi.
Azila yang sudah selesai dengan hajatnya bergumam, "Kok, sepi? Candra udah pergi, ya? Sudahlah, mungkin dia pakek kamar mandi lain."
Setelah membasuh tangan dan merapikan bajunya, Azila bernyanyi dengan bergumam sambil berjalan ke arah pintu.
Oh wait til' I do what I do
Hit you with that ddu-du ddu-du du
Aye aye
Hit you with that ddu-du ddu-du du
Aye aye
Ddu-du ddu-du du
"Loh, ngapain kamu duduk di situ, Sayang?" Tanya Azila yang heran melihat Candra sedang duduk sambil memeluk kedua lututnya.
Candra tidak menjawab pertanyaan Azila, dia berdiri dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Azila yang kebingungan hanya menggelengkan kepalanya, "Dia kenapa, ya? Aneh banget," ucap Azila yang berbicara sendiri. Azila melanjutkan langkahnya, saat melewati tempat Candra duduk, Azila merasakan ada yang aneh di kakinya.
"Kok, basah?" Tanya heran Azila ke dirinya sendiri, "Perasaan, pas keluar tadi kaki ku kering, deh," lanjut keheranan Azila, lalu Azila mengangkat kaki kanannya dan mengusap telapak kakinya dengan tangan, lalu Azila menurunkan kakinya dan mencium tangannya.
"Kok, baunya aneh, ya?" Gumam Azila sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan tangannya yang masih kering. "Kayak pipis orang, tapi siapa yang buang air kecil di sini?" Gumam Azila yang masih keheranan.
Azila mengingat-ingat dan mengulang semua memori di otaknya hari ini, lalu dia menyadari sesuatu. "Candra! Iya, ini pasti Candra," gumam Azila yang yakin dengan tebakannya.
"Can.. draaaaaaa..!" Teriak Azila dari luar pintu kamar mandi, "Kamu ngapain buang air di sini?" Teriak Azila sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang tadi mengusap kakinya yang basah.
Candra yang berada di dalam kamar mandi hanya diam termenung mendengar teriakkan Azila. Dia merenungkan mau di taruh dimana wajah gantengnya itu, seorang Candra Wibawa ahli waris perusahaan keluarga Wibawa yang dari kecil tidak pernah mengompol di celana. Pada hari ini, seorang Candra Wibawa telah membuat pencapaian baru sekaligus membuat sejarah baru dalam hidupnya, yaitu, kencing di celana di umur 23 tahun.
"Candraaa!" Seru Azila dengan berteriak menggedor-gedor pintu.
Candra membuka pintu kamar mandi dengan wajah menghadap ke bawah seperti anak TK sedang menangis, dia hanya diam sambil memainkan ujung kaos yang dia kenakan.
"Dimana celana mu?" Tanya Azila dengan mata melotot.
"Di-di-di dalam kamar mandi," jawab Candra yang gelagapan.
"Kenapa kamu buar air di sini?" Tanya Azila dengan suara di tekan dan menunjuk ke lantai yang ada genangan air berwarna kuning bening.
"Aku kenapa?" Tanya Azila dengan suara membentak.
"Ka-kamu lama di kamar mandinya, kan, jadi nggak tahan terus lepas deh dari penampungannya he he," jawab Candra yang mulai bisa tertawa.
"Hiiihh!" Dengus Azila yang gemes dengan Candra, lalu dia mengusap-usapkan tangannya yang basah ke kaos Candra.
"Hiih, ngapain?" Ucap Candra seperti orang jijik dan menjauh dari Azila.
"Itu kencing mu Candra, kena kakiku sama tanganku," jawab Azila dengan rengekan sambil berjingkrak-jingkrak sedih.
Lalu Candra berlari masuk ke kamar mandi dan menguncinya, "Candraa, kenapa kamu masuk ke kamar mandi lagi? Aku udah nggak tahan sama bau kencingmu yang nggak enak ini, aku mau mandi, Candraa!" Teriak Azila sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Gantian ya, Sayang. Nikmati dulu baunya yang sedap itu, aku mandi duluan, ya, Sayang," balas Candra dari dalam kamar mandi sambil tertawa bahagia.
"Cann.. draaaaa!" Teriak Azila sambil menggedor-gedor pintu dan menutup hidungnya.
Sekarang Candra tertawa bahagia di atas penderitaan Azila yang menahan rasa jijiknya, "Awas saja kamu Candra, akan ku balas perbuatan mu ini," umpat Azila dalam hatinya.
≈≈≈
Waktu kian berlalu dan Candra masih di dalam kamar mandi, sedangkan Azila sudah membersihkan genangan air kuning bening yang di ciptakan oleh Candra, dia menyemprotkan hampir 1 botol pewangi ruangan di depan pintu kamar mandi.
"Can.. draaa! Apa kamu ingin ku bunuh sekarang?" Teriak Azila yang sudah mulai memanas, "Jika dalam hitungan ke 3 kamu tidak keluar, akan ku bakar rumah ini, Candraaaa!" Teriak Azila yang sudah mulai kehilangan kesabaran.
Mendengar ancaman Azila, sontak Candra langsung keluar, dengan jurus langkah seribu, Candra keluar dan meloncat ke atas ranjang lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Aku sudah keluar, cepet sana masuk, baumu sangat tidak enak!" Perintah Candra dari dalam selimut sambil tertawa cekikikan.
"Awas aja ya kamu, akan ku potong itu saluranmu," balas Azila sembari berjalan masuk ke kamar mandi.
"Dasar cewek, kalau udah marah, sekali ngamuk, raja Fir'aun, pun, bakal sujud di kakinya," gumam Candra dalam hatinya.
Azila sudah selesai mandi setelah hampir setengah jam dikamar mandi, dia keluar dengan wajah yang masih menyeramkan bagi Candra.
"Ayo, Candra, berpikir, malaikat maut mu udah mau datang itu," gumam Candra dalam hatinya.
Azila berjalan mendekati Candra yang berada di atas ranjang, "Candra Wibawa, apa kamu sudah siap dengan takdir baru mu?" Tanya Azila dengan senyum menyeringai.
"Matilah kamu Candra," gumam Candra, "Ahhh ..! Iyaa, itu pasti bisa," ucap Candra dalam hati.
"Sayang, bagaimana kalau kita ke mall?" Tanya Candra yang mencoba membujuk Azila.
"Itu tidak cukup, Candra!" Ucap Azila yang menyeringai.
"Emm.. emm.. kamu boleh beli semua yang kamu mau," ucap Candra spontan.
"Oke, kita berangkat," jawab Azila yang langsung berubah drastis.
"Berhasilkah? Kayaknya berhasil sih, selamat," ucap syukur Candra yang sudah sedikit lega.
Karena Candra sudah bilang begitu, mau tidak mau dia harus menguras sedikit hartanya untuk menyelamatkan nyawanya dari Azila.
Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗
dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙