
"Apa mereka sudah keluar semua?" tanya Eldar sambil menyembulkan kepalanya dari celah pintu.
"Sudah," jawab Naza yang membaringkan tubuhnya di ranjang.
Eldar menghembuskan napas lega, "Aku mau mandi dulu," ucap Eldar.
"Mandi, ya, mandi aja sana, ngapain bilang-bilang, mau dimandiin?" balas Naza sembari beranjak duduk.
"Dasar mesum!" ucap Eldar sambil menutup pintu dengan kasar.
Naza menggelengkan kepalanya melihat Eldar yang masih lugu dan sangat lucu.
"Ambilkan aku baju ganti di lemari!" perintah Eldar.
"Mandi aja belum, udah minta baju ganti," balas Naza, "Mandi dulu sana, nanti aku ambilin kalau udah selesai mandi," lanjutnya.
Gemericik air mulai terdengar dari balik pintu kamar mandi, Naza berjalan ke lemari dengan begitu malas karena kejadian tadi menguras tenaganya untuk mencari alasan yang masuk akal.
Sesampainya di depan lemari, Naza membukanya dan mencari-cari baju yang menurutnya bagus dikenakan Eldar, akhirnya Naza memutuskan untuk mengambil piyama berwarna abu-abu.
Naza memandangi piyama itu sambil senyam-senyum sendiri, dia membayangkan di mana dia sedang memakai piyama couple bersama Eldar, "Ah, masih lamakah bayanganku, itu, akan terjadi?" tanya Naza pada dirinya sendiri.
Beberapa menit kemudian Eldar kembali menyembulkan kepalanya, "Naza, cepetan! Aku sudah selesai," ucap Eldar.
"Iya-iya." Naza beranjak menghampiri Eldar lalu memberikan piyama itu kepada Eldar.
Eldar kembali menutup pintu kamar mandi setelah mendapatkan bajunya. Eldar menautkan kedua alisnya karena Naza tidak mengambilkan pakaian dalamnya, "Sayang, mana pakaian dalamku?" tanya Eldar.
"Nggak usah, udah malem juga," jawab Naza yang masih berdiri di depan pintu.
"Tapi aku masih harus makan malam sama Tante, dan yang lainnya, masa iya aku nggak pakai daleman?" balas Eldar.
"Hm, ya udah, iya," balas lesu Naza.
Naza kembali ke lemari untuk mencari pakaian dalam Eldar, hatinya merasa campur aduk karena ini pertama kalinya dia akan memegang pakaian dalam wanita. Sesampainya di lemari, Naza mulai mencari di pintu lemari tempat Eldar menaruh semua pakaiannya. Namun, Naza tidak menemukan apa yang ia cari.
"Sayang, kamu taruh di mana pakaian dalammu?" tanya Naza sambil terus mencari.
Eldar menyembulkan kepalanya, "Di laci," jawab Eldar, "Pintu yang tengah," lanjutnya.
Naza langsung membuka pintu tengah lemari dan membuka lacinya, dia melihat beberapa pasang pakaian dalam Eldar yang sudah tertata rapi sesuai warna. Naza mengambil sepasang bra dan CD berwarna merah maroon lalu membawanya ke Eldar yang masih menyembulkan kepalanya.
"Nih," ucap Naza menyodorkan pakaian dalam.
"Makasih," balas Eldar setelah menerimanya dan kembali menutup pintu kamar mandi.
Naza menunggu Eldar selesai memakai pakaiannya, dia berdiri bersandar di tembok samping pintu kamar mandi dengan tangan yang masuk ke saku hoodie.
"Sayang," panggil Naza.
"Hm," jawab Eldar yang masih sibuk memakai pakaiannya.
"Kenapa cuma bawa baju sedikit kalau mau nunggu sampai Azila lahiran? Tadi aku lihat pakaian dalammu juga sedikit banget, bukannya harus sering-sering ganti, ya?" tanya Naza.
"Rencana, sih, mau beli di sini sekalian jalan-jalan biar nggak bosen," jawab Eldar.
"Sama siapa?" tanya Naza lagi.
Cklekk
Eldar keluar dari kamar mandi, muach, "Sama kamulah, mau sama siapa lagi," jawab Eldar sembari berjalan meninggalkan Naza.
"Kapan?"
Eldar berhenti sebelum membuka pintu, "Terserah kamu. Selama aku di sini, kamu yang mengatur semua jadwal kegiatanku," jawab Eldar sembari membuka pintu lalu pergi.
"Oke," balas Naza lalu berlari menyusul Eldar.
≈≈≈
"Hai, semuanya!" sapa Eldar dengan wajah ceria.
Ayah Yoga dan Bunda Putri sudah selesai duluan lalu pamit ke kamar karena kecapekan dengan acara hari itu. Di ruang makan tinggal dua pasangan yang makan dengan santai sembari menunggu kedatangan Eldar dan Naza.
"Hm, bahagianya habis tidur bareng," ucap Azila sambil melirik Eldar.
"Dapat berapa ronde tadi?" celoteh Nabila.
"Jangan membully ku, aku masih polos, dan lugu. Jadi, jangan kotori pikiran suciku, ini," jawab Eldar.
Naza duduk di samping Eldar, dia membalikkan piring Eldar lalu mengambilkan nasi untuk Eldar, "Mau lauk apa?" tanya Naza.
"Semua yang kamu ambilkan pasti aku suka," jawab Eldar.
"Baiklah," balas Naza.
Naza mengambilkan gurami bakar, sambal, dan beberapa lalapan, "Nih, makan yang banyak, biar makin besar," ucap Naza setelah mengisi piring Eldar dengan penuh makanan.
"Aku kurusan, ya?" tanya Eldar.
"Nggak kurus juga, tambah dikit lagi pasti enak dipegang, dan di peluk," jawab Naza.
"Mesum," balas Eldar.
"Jangan romantis-romantisan di sini woy, kita jadi pengen muntah dengernya," celetuk Kevin.
"Iri bilang aja," sahut Naza.
"Dih, ngapain iri sama orang bucin yang baru pacaran," balas Kevin.
"Hush, diem kenapa, kita masih makan," sahut Nabila sambil mencubit lengan Kevin.
"Aaakkhh!" pekik Kevin.
Semua orang jadi tertawa melihat wajah Kevin yang seperti anak umur lima tahun setelah dimarahi emaknya.
"Sudah-sudah, lanjut makan dulu, nanti kita rumpi setelah makan," ucap Azila.
Semuanya mengangguk setuju dan kembali menikmati makanan di piring mereka masing-masing. Eldar gantian mengambilkan nasi dan lauk untuk Naza. Hal sederhana itulah yang membuat Eldar dan Naza semakin lengket.
Setelah selesai makan, mereka istirahat di kursi mereka untuk mengendorkan perut yang kencang karena kekenyangan. Satu-persatu mulai bercerita cerita lucu yang pernah mereka alami, dari cerita-cerita terus menjadi ajang membicarakan orang lain. Mereka berenam terlalu asik sampai tidak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Akhirnya Kevin, Nabila, dan Naza berpamitan untuk pulang.
"Kak, kamu tidur di rumah, ya, temani Cindy," ucap Kevin.
"Kamu mau ke mana?" tanya Naza.
"Aku mau tidur di rumah mertuaku, Nabila minta tidur di sana," jawab Kevin.
"Baiklah," balas Naza.
"Kita pulang dulu," pamit Kevin.
"Hati-hati," balas Candra.
Kevin dan Nabila beranjak pergi meninggalkan Naza dan yang lain di ruang makan.
"Kalau begitu aku juga pulang," ucap Naza sembari berdiri dari duduknya.
"Ku antar ke depan," balas Eldar yang sudah ikut berdiri.
"Hati-hati, Kak," ucap Candra.
Naza tersenyum dan mengangguk, "Ayo," ucap Eldar sambil menarik tangan Naza.
Sesampainya di teras rumah, Eldar memberi ciuman selamat tidur karena dia tidak bisa memberi ciuman itu saat Naza berbaring di ranjangnya nanti.
"Besok sore aku akan menjemputmu jam tiga," ucap Naza dari dalam mobil.
"Aku tunggu kedatanganmu besok," balas Eldar.
"Langsung tidur, jangan begadang, bye," ucap Naza sembari menjalankan mobilnya.
"Oke, hati-hati!" balas Eldar sedikit berteriak. Eldar sedikit merasa takut karena saat Naza pulang sedang gerimis dengan kilatan-kilatan petir tanpa suara.
"Jaga dia Tuhan," gumam Eldar.
Naza memacu mobilnya dengan cepat karena sudah mulai mengantuk, dia sudah tidak sabar untuk menyambut hari esok yang telah ia jadwalkan menemani Eldar belanja.
Jangan lupa like, komen, dan vote. Dah itu aja.