My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate
Alis penguji kesabaran



"Sudah habis, sekarang tepati omongan mu tadi, nyanyi untukku," ucap Candra yang tidak sabar mendengar nyanyian spesial dari Azila.


"Tunggu dulu sebentar, aku minum dulu," ucap Azila.


"Jangan lama-lama," sahut Candra, lalu dia mengambil satu botol air mineral dan meminumnya sedikit.


"Oke, aku siap, buka telingamu lebar-lebar dan dengarkan baik-baik," kata Azila dengan wajah yang serius.


"Iya bawel, cepetan nyanyi," balas Candra yang begitu tidak sabaran.


"Dengerin," ucap Azila.


"Hemh," dengus Candra sambil memejamkan matanya.


For all the times that you rain on my parade


And all the clubs you get in using my name


You think you broke my heart, oh girl for goodness sake


You think I'm crying, on my own well I ain't


And I didn't wanna write a song 'cause I didn't want anyone thinking I still care


I don't but, you still hit my phone up


And baby I be movin' on and I think you should be somethin'


I don't wanna hold back, maybe you should know that


My mama don't like you and she likes everyone


And I never like to admit that I was wrong


And I've been so caught up in my job, didn't see what's going on


But now I know, I'm better sleeping on my own


'Cause if you like the way you look that much


Oh baby you should go and F*CK yourself


And if you think that I'm still holdin' on to somethin'


You should go and F*CK yourself


"Stop! stop! stop! Kenapa liriknya diganti?" Tanya Candra yang geram dengan kelakuan Azila.


"Ha ha ha ha ha ha ha," Azila tertawa ngakak.


"Kenapa malah tertawa? Kamu udah gila ya?" Tanya Candra yang makin geram.


"Kenapa? Kamu ngarep aku kasih LOVE YOURSELF gitu?" Jawab Azila dengan nada mengejek Candra.


"Suara jelek aja belagu, pakek ngubah lirik pula, sini gitarnya, dengerin, biar ku tunjukkan gimana nyanyi yang benar dan enak," ucap Candra sambil merebut gitar di pangkuan Azila lalu mulai menyetel gitar di pangkuannya.


"Emang kamu bisa?" Ejek Azila dengan bibir yang menahan tawa, dan Candra tidak menanggapi ejekan Azila, setelah selesai menyetel dengan nada yang dia inginkan, Candra mulai menyanyikan sebuah lagu.


I found a love for me


Darling just dive right in


And follow my lead


Well I found a girl beautiful and sweet 


I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was


I will not give you up this time


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


I found a love, to carry more than just my secrets


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fighting against all odds


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When I saw you in that dress, looking so beautiful


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect


I don't deserve this


You look perfect tonight


Mendengar suara Candra yang sangat merdu, membuat Azila terbengong sampai tidak sadar kalau Candra sudah selesai bernyanyi.


"Keren baanget, udah ganteng, keren, pinter masak, body sexy, di tambah suaranya yang merdu, bikin hati klepek-klepek," puji Azila ke Candra dalam hatinya. Azila melamun sambil senyum-senyum sendiri.


Cuupp.. suara kecupan dari Candra di kening azila yang membangunkannya dari lamunan.


"Hei, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan?" Tanya Azila yang kesal sambil mengusap-usap bekas ciuman Candra di keningnya.


"Habisnya, Nyonya Wibawa satu ini di nyanyiin malah di tinggal ngelamun, kan, gemes jadinya," jawab Candra dengan senyum manis di bibirnya.


"Si-siapa yang ngelamun? Nggak ada tuh," balas Azila yang mencoba mempertahankan harga dirinya yang sudah kepergok sedang menikmati suara musuhnya, walaupun, sekarang sudah sah jadi suaminya.


"Sudahlah Nyonya Wibawa, tidak usah ngeles dan banyak alasan lagi, sekarang kamu pergi mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke rumah barumu," perintah Candra sembari berdiri dan mengusap rambut Azila, lalu berjalan pergi meninggalkan Azila di balkon.


"Kamu mau kemana?" Tanya Azila sedikit berteriak, lalu Candra menghentikan jalannya dan menoleh ke arah Azila.


"Apa kamu sudah kangen padaku, Sayang?" Tanya Candra sambil memberi Azila senyum manis di bibirnya.


"Kangen? Kangen nenek moyang mu? Aku hanya bertanya!" Teriak kesal Azila.


"Aku mau menyiapkan mobil dulu, Sayang," jawab Candra dengan lemah lembut.


"Ya udah, sana pergi, ngapain masih berdiri di situ?" Balas Azila yang mengusir Candra pergi.


Candra hanya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan, "Sabar Candra, menghadapi singa betina kamu harus memiliki stok sabar yang banyak," ucap Candra dalam hatinya lalu dia beranjak pergi untuk menyiapkan mobilnya.


≈≈≈


Jam di dinding kamar Azila sudah menunjukkan pukul 14:45 WIB.


"Sayang masih lama kah buat alisnya? Mamah sama Papah udah nungguin kita di bawah dari tadi," ucap Candra yang sudah lelah menunggu Azila membuat alis.


"Sabar dulu, bentar lagi selesai," jawab Azila yang masih sibuk dengan alisnya.


10 menit telah berlalu, Azila sudah selesai dengan alisnya yang sudah menguji kesabaran semua orang yang menunggunya. "Sudah selesai, ayo turun," ajak Azila dengan wajah cerianya, lalu Candra berdiri dengan wajah lesu dan tubuh yang lelah menunggu Azila.


"Dasar cewek, coret-coret alis aja lama banget," gerutu Candra dalam hatinya, lalu mereka berdua turun menemui Papah Hendri dan Mamah Mitha yang sudah menunggu mereka di ruang keluarga.


Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗,


dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙