
Pernah berpikir 'tuk pergi
Dan terlintas tinggalkan kau sendiri
Sempat ingin sudahi sampai di sini
Coba lari dari kenyataan
Tapi 'ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
Lalu mau apa lagi
Kalau kita sudah nggak saling mengerti
Sampai kapan bertahan seperti ini
Dua hati bercampur emosi
Tapi 'ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
Sabar, sabar, aku coba sabar
Sadar, sadar, seharusnya kita sadar
Kau dan aku tercipta
Nggak boleh terpisah
Dan tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh
Jauh darimu
'Ku tak bisa
Jauh ...
Jauh darimu
Alunan musik yang terdengar pelan dari ponsel Azila, lirik lagu sangat pas dengan suasana hatinya saat ini. Azila terduduk di atas kasur sambil memeluk erat kedua lututnya, air matanya mulai jatuh mengalir melewati pipi halusnya, hingga menetas ke lutut yang menjadi tumpuan dagunya, isakan demi isakan keluar dari bibir pucatnya.
Hampir 1 jam Azila menangis dengan ditemani alunan lagu Ku tak bisa dari Slank. Pipi Azila yang putih dan mulus kini sudah basah oleh air mata yang terus mengalir, matanya sembab dan mulai sayu, Azila menidurkan tubuhnya ke kasur dengan posisi meringkuk sambil memeluk guling lalu Azila membenamkan wajahnya di sana. Tak lama kemudian Azila sudah tertidur karena sudah terlalu lelah menangisi Candra yang tak kunjung pulang ataupun memberinya kabar lewat pesan singkat.
≈≈≈
Candra, Daddy Mada, dan Mommy Vidia yang mendengar teriakkan Eldar, mereka langsung menoleh menatap si pembuat suara.
"Kelihatannya kamu sangat senang pergi tanpa ada Mommy dan Daddy," ucap Mommy Vidia yang seakan menyindir Eldar.
"Gantian dong, Mommy. Dulu saat pernikahan Kak Candra, Mommy sama Daddy ninggalin aku sendirian di sini dan sekarang gantian aku yang ninggalin kalian di sini, wleee," balas Eldar yang menuntut balas karena saat pernikahan Candra di gelar, dia ditinggal sendirian di rumah.
"Udah gede masih aja nakalnya," gerutu Daddy Mada yang masih terdengar oleh telinga Candra dan Eldar.
"Biarin, besok aja pas udah sampai Indonesia aku sama Kak Candra ingin menjahili Kakak Ipar," ucap Eldar yang membuat Daddy Mada dan Mommy Vidia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Dasar kalian ini, dari dulu sampai sekarang masih aja suka jahilin orang," dengus pasrah Mommy Vidia yang sangat tau betul bagaimana kelakuan Candra dan Eldar kalau sudah bersatu menjadi tim.
"He he, maaf, Tan. Kebiasaan lama susah hilangnya," balas Candra sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Alasan," dengus Mommy Vidia.
"Ya udah, Tan, Om. Candra sama Eldar berangkat dulu ya," ucap Candra yang ingin berpamitan.
"Apa kalian sudah tidak sabar ingin berpisah dengan kami?" Tanya Mommy Vidia dengan judesnya.
"Bukan begitu Tante. Hanya saja Candra sudah sangat merindukan istri Candra dan dia pasti sudah menunggu kepulangan Candra di sana," jelas Candra.
"Betul," sahut Eldar.
"Udahlah Mommy, biarkan mereka berangkat sekarang," ucap Daddy Mada yang membantu Candra dan Eldar.
"Betul," sahut Eldar lagi.
"Toh, Eldar juga udah besar, dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Di sana kan ada Yoga dan Putri yang bakal merawat dia," ucap Daddy Mada lagi. "lagian di sana Eldar cuma sebentar kok Mom," lanjut Daddy Mada.
"Betul," sahut Eldar ketiga kalinya.
"Jika kamu bilang 'betul' terus, Mommy batal izinin kamu pergi ke Indonesia," ucap Mommy Vidia dengan nada mengancam.
"Betul," sahut Eldar yang masih belum sadar dengan ucapan Mommynya tadi.
"Haaa," ucap Candra dan Daddy Mada yang terkejut bersamaan.
"Betul, eh, enggak enggak Mommy, tadi Eldar bercanda kok," jelas Eldar yang baru sadar.
"Huufftt, baiklah Mommy izinin kalian pergi sekarang, tapi ingat, nanti kalau udah sampai sana langsung kabari Mommy, oke?" Balas Mommy Vidia.
"Siap, Mommy ku yang cantik," balas Eldar yang sangat gembira.
"Om, Tante. Candra pamit dulu ya," pamit Candra sambil mencium punggung tangan Daddy Mada dan Mommy Vidia
"Mom, Dad. Eldar juga berangkat ya," pamit Eldar sembari memeluk dan mencium pipi kedua orang tuanya dan tak lupa ciuman sayang di dahi Eldar dari Mommy dan Daddynya.
"Kamu hati-hati ya, Sayang. Jaga diri baik-baik dan jangan merepotkan Om dan Tante mu di sana, apalagi mengerjai mereka," nasihat Mommy Vidia ke Eldar yang disambut tawa oleh Candra, Daddy Mada, dan Eldar.
Setelah berpamitan dengan Daddy Mada dan Mommy Vidia, Candra dan Eldar bergegas menuju ke bandara LAX untuk penerbangan pribadi mereka. Saat sudah berada di dalam mobil yang membawa mereka ke bandara, Eldar terlihat sangat bahagia sambil senyam-senyum sendiri, "Akhirnya, aku bisa pergi sendiri juga," ucap lega Eldar dalam hatinya.
"Oh, ya, Kak Candra. Kapan kita akan sampai di Indonesia?" Tanya Eldar yang membuat Candra beralih fokus kepadanya.
"Emm, paling besok habis subuh kita udah sampai," jawab Candra yang sudah kembali fokus mengemudi, "Memangnya, ada apa kamu tanya begitu?" Tanya Candra sambil menoleh sebentar ke arah Eldar.
"Aku hanya sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Kakak Ipar, Tante Putri, Om Yoga, Dara, dan orang-orang Indonesia yang ramah tamah," jelas Eldar dengan senyum yang terus mengembang dan tergambar di wajah cantiknya.
Mendengar jawaban Eldar, Candra hanya tersenyum dan tidak merespon lagi, hingga Candra dan Eldar sudah sampai di bandara LAX, saat tiba di sana mereka langsung disambut oleh pengawal yang sudah berjejer di samping red carpet.
Candra dan Eldar turun dari mobil mereka dan bergegas naik ke pesawat, saat sudah berada didalam pesawat, mereka berdua duduk di kabin yang sama, namun mereka duduk berseberangan.
"Selamat malam, Tuan Candra, Nona Eldar. Apa, Tuan dan Nona ingin makan sesuatu atau membutuhkan sesuatu?" Tanya Pak Nyu yang menghampiri Candra dan Eldar.
"Bawakan aku Indonesian food ya Pak--" perintah Eldar yang menggantung karena tidak tau nama orang yang ia suruh, "Kak Candra, siapa tadi namanya?" Tanya Eldar ke Candra dengan berbisik.
"Namanya Pak Nyu!" seru Candra dengan berbisik juga, lalu Eldar memberi acungan jempol ke Candra sambil berbisik, "Oke."
"Ehem, bawakan aku Indonesian food ya Pak Nyu!" Perintah Eldar dengan nada halus dan lembut.
"Baik, Nona. mohon tunggu sampai makanannya datang," balas ramah Pak Nyu, "Tuan Candra, apa anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Pak Nyu.
"Tidak ada," jawab Candra dengan datarnya.
"Baiklah, saya akan menyiapkan pesanan Nona Eldar, saya mohon undur diri," pamit Pak Nyu pada Candra dan Eldar.
Setelah menunggu hampir 45 menit, akhirnya pesanan Eldar sudah datang, dia tidak komplain atau memarahi juru masak di pesawat itu. Eldar terus melahap makanan di depannya sampai habis dan hanya menyisakan noda bumbu pada piringnya. Sedangkan Candra, dia lebih memilih tidur di kursinya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat capek.
Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗
dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙