My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate
Memandang remeh



Di sebuah cafe.


I'm going under and this time I fear there's no one to save me


This all or nothing really got a way of driving me crazy


I need somebody to heal


Somebody to know


Somebody to have


Somebody to hold


It's easy to say


But it's never the same


I guess I kinda liked the way you numbed all the pain


Now the day bleeds


Into nightfall


And you're not here


To get me through it all


I let my guard down


And then you pulled the rug


I was getting kinda used to being someone you loved


I'm going under and this time I fear there's no one to turn to


This all or nothing way of loving got me sleeping without you


Now, I need somebody to know


Somebody to heal


Somebody to have


Just to know how it feels


It's easy to say but it's never the same


I guess I kinda liked the way you helped me escape


Now the day bleeds


Into nightfall


And you're not here


To get me through it all


I let my guard down


And then you pulled the rug


I was getting kinda used to being someone you loved


And I tend to close my eyes when it hurts sometimes


I fall into your arms


I'll be safe in your sound 'til I come back around


For now the day bleeds


Into nightfall


And you're not here


To get me through it all


I let my guard down


And then you pulled the rug


I was getting kinda used to being someone you loved


But now the day bleeds


Into nightfall


And you're not here


To get me through it all


I let my guard down


And then you pulled the rug


I was getting kinda used to being someone you loved


I let my guard down


And then you pulled the rug


I was getting kinda used to being someone you loved


Laki-laki itu adalah Kevin Lewis, dia memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang, sambil menunggu orang itu datang, bibir Kevin ikut bernyanyi mengiringi lagu milik Lewis Capaldi yang kebetulan itu adalah lagu favoritnya.


"Lama sekali dia, bokong ku sampai panas kelamaan duduk di sini," umpat Kevin sambil meminum cappucino dingin di gelasnya.


Klinting ting ting.


Suara pintu cafe saat di buka oleh wanita cantik berambut hitam sebahu.


Wanita itu berjalan dengan langkah yang cepat menghampiri Kevin.


"Sorry, ya, tadi taksinya lambat kayak siput," ucap Nabila. Ya, dia wanita yang sudah membuat janji dengan Kevin.


"Bokong ku sampai panas menunggumu datang," jawab Kevin dengan wajah cengengesan.


"Udah pesan?" Tanya Nabila.


"Belum," jawab Kevin.


"Ya udah, pesen makan dulu, aku juga belum sarapan tadi pagi," balas Nabila.


Kevin mengangkat tangan dan melambai ke seorang pelayan cafe, dan pelayan cafe langsung menghampiri meja Kevin.


"Ada yang bisa saya bantu, Kak?" Tanya pelayan cafe.


"Mau pesan makanan, Mbak," jawab Kevin, lalu pelayan cafe memberi buku menu ke Kevin dan siap untuk mencatat pesanan mereka.


"Aku pesan ini, sama ini, terus minumnya.. emm.. yang ini," ucap Kevin yang memesan makanan.


"Kamu mau apa?" Tanya Kevin ke Nabila.


"Sama kayak kamu aja," jawab Nabila.


"Apa masih ada lagi, Kak?" Tanya pelayan cafe.


"Tambah air mineral 1 botol, ya, Mbak," jawab Nabila.


"Itu saja?" Tanya pelayan cafe lagi.


"Udah, itu aja," jawab Nabila.


Pelayan cafe berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ada apa ngajak ketemu?" Tanya Nabila.


"Aku kangen kamu," jawab Kevin dengan cepat.


"Kok bisa kangen aku?" Tanya Nabila lagi, yang tidak terkejut ataupun salah tingkah, karena dia sudah sering digombali oleh para lelaki.


"Ya, nggak tau, rasanya pengen ketemu aja," jawab Kevin.


"Terus kalau udah ketemu?" Tanya Nabila yang seperti mengintrogasi.


"Aku.. mau ngomong," jawab Kevin yang mulai agak takut bercampur gugup.


"Ngomong apa?" Tanya Nabila yang tiada henti membuat ke gugupan Kevin semakin meningkat.


"Se-sebenarnya, aku.. aku.." kata Kevin yang di selimuti ke gugupan membuatnya blank.


"Sebenarnya kamu kenapa?" Tanya Nabila yang kini memajukan wajahnya dan mengerutkan dahinya.


"Aku.. aku.." ucap Kevin yang semakin gugup.


"Permisi, Kak. Ini, pesanannya sudah datang," ucap pelayan cafe yang membuyarkan suasana tegang itu.


Pelayan cafe menaruh satu persatu pesanan Kevin dan Nabila, setelah semua makanan dan minuman sudah di taruh di meja Kevin dan Nabila, pelayan itu pamit undur diri.


"Tadi gimana, kamu mau ngomong apa? Slow aja kalau sama aku, santai kayak di pantai gitu, lho," ucap Nabila yang sudah mengerti kalau Kevin sedang gugup.


"Emm, nggak jadi, Nab. Nggak terlalu penting juga untuk sekarang," ujar Kevin yang mengurungkan niatnya untuk mengutarakan perasaannya ke Nabila.


Kevin dan Nabila menikmati makanan pesanan mereka tadi, mereka ngobrol dari sini sampai sana membahas ini membahas itu dan di selingi canda tawa.


≈≈≈


Di sepanjang pantai nampak jejak kaki sepasang kekasih yang sedang berjalan berdampingan, mereka bermain air sampai basah kuyup.


"Zila, sudah, aku sudah basah semua ini," teriak Candra yang sedang menghindari tembakan air laut dari Azila.


"Siapa suruh kamu menceburkan ku ke pantai, mata di balas mata, basah kuyup di balas basah kuyup," jawab Azila yang semakin bersemangat untuk membasahkan tubuh Candra dengan air laut.


Pada akhirnya mereka berdua malah perang air di pinggir pantai di temani burung camar yang sedang mencari ikan. Candra dan Azila yang sudah basah kuyup dan kelelahan, merebahkan tubuh mereka di bawah pohon kelapa yang tidak tinggi namun berdaun lebat dan memberikan keteduhan dari sinar matahari yang semakin terik.


"Aku lelah sekali,Can. Tenggorokan ku sangat kering," keluh Azila yang sudah ngos-ngosan.


"Apa kamu mau minum air kelapa?" Tanya Candra.


"Apa kamu sudah rabun? Di pantai ini hanya ada kita berdua saja, mana ada orang jualan kelapa," jawab Azila yang masih ngos-ngosan dan mencoba mengatur nafasnya.


"Yang rabun itu kamu, Sayang. Apa kamu tidak lihat ke atas?" Balas Candra sambil menunjuk buah kelapa yang ada di pohon tempat mereka berteduh.


"Terus, siapa yang mau manjat ke atas sana? Aku sih ogah banget," jawab Azila yang sudah mulai tidak ngos-ngosan lagi.


"Apa kamu memandangku remeh?" Tanya Candra yang berdiri sambil berkacak pinggang.


"Sok, atuh, manjat ke atas, aku terima hasil aja di bawah, ha ha ha," jawab Azila sambil tertawa.


Candra mulai memanjat pohon kelapa yang mereka buat untuk berteduh, Candra memetik 2 buah kelapa dan menjatuhkannya di pasir tempat dia dan Azila berteduh lalu Candra turun.


Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗


dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙