My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate
Terlalu bersemangat



Siang yang cerah namun tidak terlalu panas, deburan ombak menerpa pasir putih pantai, angin yang menari-nari dan bertabrakan dengan kulit membuat hati dan pikiran tenang dan nyaman.


Di bawah pohon kelapa yang rindang dan memberi keteduhan, Candra dan Azila saling menatap lekat dengan senyum yang sedikit melengkung di bibir mereka.


Azila masih berada di atas tubuh Candra, dengan tangan yang mengelus rambut basah Candra yang sudah mulai mengering.


Mata mereka saling bertemu dan bertatapan satu sama lain, mata Candra mulai sayu dan terpejam, lalu Azila ikut memejamkan matanya dan memajukan wajahnya, hingga bibir Azila dan Candra bertemu.


Cupp, Kecupan kecil Azila mendarat di bibir Candra, "Apa itu sudah bisa membantumu, Sayang?" Tanya Azila dengan manja dan lembut.


"Itu masih kurang, Sayang," jawab Candra.


"Lantas, bagaimana aku bisa membantumu?" Tanya Azila.


Seketika itu juga Candra memeluk tubuh Azila dan berguling ke kiri, sekarang gantian Candra yang berada di atas tubuh Azila.


"Apa kamu sengaja menggodaku, Zila?" Tanya Candra sambil mengelus rambut Azila.


"Apa aku salah, jika aku menggoda suamiku sendiri?" Balik tanya Azila sambil mendorong tubuh Candra.


Candra dengan sigap memegangi kedua tangan Azila dan menguncinya di atas kepala Azila.


"Ini semua, kamu yang memulai, Sayang," balas Candra dengan senyum seringai.


Candra mendaratkan ciuman lembut di bibir Azila, "Apa kamu benar-benar mencintaiku, Zila? Kamu sedang tidak mengerjaiku, kan?" Tanya Candra yang masih belum percaya.


Azila menganggukkan kepalanya dengan senyum lebar nan manis untuk menjawab keraguan Candra, "Dulu, kamu adalah musuh pertamaku Candra, dan sekarang, kamu adalah cinta pertamaku dan akan menjadi yang terakhir," jawab Azila dengan suara berbisik.


Mendengar jawaban Azila barusan, Candra melepas tangan Azila yang ia kunci di atas kepala Azila. Sekarang tangan Candra menakup kedua pipi mulus milik Azila, Candra mengecup pelan kening Azila dan beranjak berdiri dari posisinya.


Candra menggendong Azila dan duduk menyender ke pohon kelapa yang dibuatnya berteduh, lalu Candra mendudukkan Azila di pangkuannya dan sekarang mereka saling berhadapan.


Perlahan Candra memajukan wajahnya dan mencium pipi Azila, lalu merembet ke bibir Azila, Candra yang awalnya hanya memberi kecupan di bibir Azila, kini mulai berubah menjadi ciuman yang memanaskan tubuh mereka.


Tanpa aba-aba, tangan Candra mulai menjajah bagian atas milik Azila. Azila yang mulai merasakan sentuhan demi sentuhan Candra, hanya bisa merintih dan menikmati perlakuan Candra.


Di bawah pohon kelapa, dengan di sinari matahari yang semakin terik, dan tiupan angin pantai yang menyejukkan, menemani, dan menjadi saksi bisu pergulatan dua insan muda yang sedang di mabuk cinta.


Candra dan Azila telah menyatu dan menikmati keindahan surga dunia, dengan peluh yang masih bercucuran, mereka berdua terkapar di atas pasir putih pantai. Azila terlihat sudah tertidur di dada Candra dengan tangan kanannya yang menempel di dada kiri Candra.


Melihat Azila yang sudah tertidur pulas, membuat Candra tertular rasa kantuk yang amat berat, lalu Candra merangkulkan tangan kirinya ke kepala Azila dan akhirnya mereka berdua pun tertidur di bawah pohon kelapa.


Panas yang terik sudah berganti menjadi cahaya yang hangat, sudah 3 jam Candra dan Azila tertidur dengan tubuh tanpa terbalut apapun.


Suara burung-burung yang sedang mencari ikan untuk makan malam mereka, membuat Azila terbangun dari tidur lelapnya.


"Apa sudah senja sekarang? Kenapa cepat sekali waktu berlalu," gumam Azila dalam hatinya.


Azila masih mengingat semua yang telah terjadi di pantai ini dan di bawah pohon kelapa ini. Azila masih terlalu nyaman dengan posisi tidur mereka, tangan Azila kini sudah mulai mengelus perut sixpack milik Candra, lalu merambah ke dada bidang Candra.


Candra terbangun dari tidur nyenyaknya karena merasakan sentuhan yang membuat tubuhnya menjadi geli.


"Kamu udah bangun, Sayang?" Tanya Candra sambil mengusap-usap kepala Azila.


"Emm.." jawab Azila sambil menganggukkan kepalanya di dada Candra.


"Ayo bangun dulu, Sayang. Punggungku sakit semua karena tidur di pasir," ucap Candra.


Azila bangun dari tidurnya dan di susul Candra, mereka berdua duduk berdampingan sambil melihat senja yang akan tenggelam ke dasar laut.


Kruyukk.. kruyukk..


"Sebentar lagi, ya, Sayang. Aku masih ingin lama-lama menikmati senja sore ini denganmu," jawab Candra yang masih ingin berlama-lama menikmati senja dengan Azila.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama, perutku sudah mulai memberontak," balas Azila.


Candra tersenyum ke Azila dan merangkul kan tangannya ke pinggang Azila, lalu Azila menyandarkan kepalanya ke bahu Candra.


≈≈≈


Waktu kian berlalu tanpa terasa. "Sayang, ayo kembali, aku sudah sangat lapar ini!" Pinta Azila sambil mengangkat kepalanya dari bahu Candra.


"Baiklah, Sayang. Ayo kita kembali, nanti aku akan memasak menu spesial untukmu," jawab Candra dengan senyum bahagianya.


"Ayo," balas Azila sambil tersenyum manis.


"Pakai dulu baju kita yang berserakan itu, baru pergi," ucap Candra sambil memunguti pakaiannya dan memakainya kembali, sedangkan Azila hanya duduk diam saja dan berusaha berdiri untuk mengambil bajunya.


"Aaargghh.." rintih Azila yang sedikit berteriak karena merasakan nyeri di pangkal pahanya. Candra yang panik langsung menghampiri Azila.


"Kamu kenapa?" Tanya Candra kuatir.


"Ini ku sakit," jawab Azila sambil menunjuk pangkal pahanya.


"Kenapa bisa sampai sakit?" Tanya Candra lagi.


"Kamu terlalu bersemangat untuk melahapku Candra," jawab ketus Azila.


"He he he, ya maaf, kan, aku baru pertama kali, jadi, nggak bisa ngontrol, he he," balas Candra sambil tersenyum seperti orang tak bersalah.


"Ya udah, ambilkan bajuku dan bantu aku untuk memakainya," perintah Azila yang di jawab anggukan oleh Candra, lalu Candra memunguti baju Azila dan membantu Azila untuk memakai bajunya.


Setelah selesai mengenakan baju, Candra dengan sigap langsung menggendong Azila tanpa di minta terlebih dahulu. Candra menggendong Azila dalam dekapannya melewati bibir pantai.


≈≈≈


"Kamu duduk di sini sebentar ya, Sayang. Aku buka pintunya dulu," ucap Candra, dan di jawab anggukan oleh Azila.


Tii..itt cklik.


Suara pintu yang sudah terbuka, Candra kembali menggendong Azila dan membawanya masuk.


"Kamu mau menungguku di kamar atau menemani aku memasak di sini?" Tanya Candra yang masih menggendong Azila.


"Aku akan menemanimu di sini saja," jawab Azila.


Candra mendudukkan Azila di kursi meja makan, lalu dia pergi untuk memasak.


30 menit kemudian Candra telah selesai memasak dan menyiapkan semua keperluan makan di meja makan.


"Selamat makan, Istriku," ucap Candra kepada Azila.


Azila tersenyum bahagia dan membalas, "Selamat makan juga, Suamiku."


Candra dan Azila mulai menyantap makanan di piring mereka, suap demi suap mereka masukkan ke mulut mereka, hingga piring bersih dengan noda sisa bumbu masakan.


Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗


dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙