
Di rumah keluarga Wibawa.
"Eldar, kamu mandi dulu sana, Tante sudah tidak tahan sama bau kecut yang kamu pancarkan!" Perintah Bunda Putri sambil mengibaskan tangannya di depan hidung untuk mengusir bau kecut yang memenuhi lubang hidungnya.
"Ayo masak aja, Tan. Eldar lagi males mandi," jawab Eldar yang berlalu melewati Bunda Putri.
"Hei, mau kemana?" Tanya Bunda Putri sembari meraih kerah belakang baju pasien yang dipakai Eldar.
"Ya ke dapur lah, kan Tante ngajak Eldar masak tadi," jawab Eldar yang berbalik arah menghadap Bunda Putri.
"Tapi Tante tidak mau dapur Tante penuh dengan bau kecut mu," balas Bunda Putri yang mengangkat kerah belakang baju Eldar.
"Eldar males kena air, Tante. Langsung masak aja ya, Tan," rayu Eldar sambil mengedip-ngedipkan matanya dan memajang wajah lucunya.
"Tidak, mandi dulu baru masak," jawab Bunda Putri.
"Masak dulu," balas Eldar dengan memasang wajah serius.
"Mandi dulu," sahut Bunda Putri yang juga memasang wajah yang tak kalah serius.
"Masak dulu," balas Eldar yang masih dengan wajah serius sambil berkacak pinggang.
"Mandi dulu," balas Bunda Putri yang juga berkacak pinggang dengan wajah serius dan mata yang menatap tajam mata Eldar.
"Masak dulu!" Seru Eldar.
"Mandi dulu!" Balas seru Bunda Putri.
Perseteruan Bunda Putri dengan Eldar semakin memanas, mata mereka berdua saling menatap tajam.
"Mulai berani melawan Tante ya kamu," ucap Bunda Putri sembari mengangkat kerah belakang baju Eldar seperti orang jijik, lalu Bunda Putri menutup hidungnya dan mulai berjalan membawa Eldar seperti menenteng kantong sampah.
"Tante, Eldar mau dibawa kemana ini?" Tanya Eldar yang mengikuti langkah Bunda Putri.
"Diam dan menurut saja, kalau kamu melawan, Tante bakal lempar kamu kembali ke Los Angeles!" Perintah Bunda Putri pada Eldar.
"Tapi enggak gini juga, Tante. Emangnya Eldar kantong sampah? Pakek ditenteng segala," gerutu Eldar yang merasa jengkel, karena ditenteng seperti kantong sampah yang berbau sangat busuk.
"Siapa suruh kamu berani sama, Tante. Nikmatilah akibatnya," jawab Bunda Putri yang terus melanjutkan langkahnya.
Eldar hanya pasrah dengan nasibnya, dia ditenteng Bunda Putri dan dibawa ke kamar tamu.
"Kamu mandi dulu, Tante mau ke kamar untuk ganti baju," ucap Bunda Putri yang melempar Eldar ke ranjang di kamar tamu.
"Iya-iya Tanteku yang cantik, comel, seksi, bohay, awet muda, dan yang paling baik di dunia," ucap Eldar yang memuji Bunda Putri.
"Nah, kalau pinter seperti ini kan enak," jawab Bunda Putri yang sudah besar kepalanya.
"Tapi sayang--" balas Eldar yang menggantung.
"Sayang kenapa?" Tanya Bunda Putri dengan dahi yang mengkerut karena tidak tahu dan penasaran.
"Tapi sayang, Tante galak banget. Jadi, semua pujian tidak ada yang benar," ucap Eldar sembari berlari ke kamar mandi.
"Eldar!" Seru Bunda Putri yang kesal karena dipermainkan oleh keponakannya sendiri.
"Ampun, Tante. Eldar hanya bercanda," teriak Eldar dari dalam kamar mandi.
"Dasar, anak jaman sekarang cuma berani gaya di belakang saja," gerutu Bunda Putri sembari keluar dari kamar tamu.
Eldar yang sudah ketakutan di dalam kamar mandi mendengar suara pintu dibuka lalu ditutup kembali. Eldar membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya, matanya menyusuri ke seluruh sudut ruangan, dia tidak mendapati Tantenya berada di sana.
"Ah, selamat. Akhirnya aku selamat dari Tante Putri," dengus lega Eldar yang sudah selamat dari cengkeraman Bunda Putri.
Gemercik air yang jatuh kelantai terasa nyaring, aroma sabun yang wangi memenuhi rongga hidung Eldar, busa-busa sabun menutupi tubuh putih mulusnya.
15 menit telah berlalu, dan Eldar sudah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi, Eldar keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terbebas tanpa ada benang sehelai pun yang menempel. Eldar berjalan menuju lemari yang ada di kamar tamu, dia mencari-cari di mana handuk kering disimpan, setelah menemukannya, Eldar mengambil satu handuk kering dan mengeringkan tubuhnya.
≈≈≈
"Tumben mandinya cepet, biasanya 2 jam baru selesai," ejek Bunda Putri ke Eldar.
"Mana ada, Eldar di kamar mandi cuma buat mandi, bukan bertapa," balas Eldar sambil melepaskan pelukannya.
"Iya-iya, sekarang bantu Tante iris bawang putih lalu potong kecil-kecil tomat sama cabainya, Tante mau merebus daging ikan tuna dulu," perintah Bunda Putri ke Eldar.
"Oke, Tante," jawab Eldar.
"Aihs, kenapa kamu masih pakai baju itu?" Tanya Bunda Putri yang melihat Eldar masih mengenakan pakaian pasien dari rumah sakit.
"Emangnya kenapa, Tan? Cewek cantik mah bebas, pakai baju apapun tetap cantik," jawab Eldar yang menyombongkan dirinya sendiri.
"Tante tidak bilang kalau kamu jelek pakai itu," balas Bunda Putri sambil matanya menatap ke arah pakaian yang dikenakan Eldar, "Tapi, itu sudah kotor dan sudah bau," lanjut Bunda Putri.
"Koper Eldar kan dibawa Pak Matahari, Tan," jawab Eldar.
"Pak Suryo, Eldar," ucap Bunda Putri mengingatkan nama Pak Suryo ke Eldar.
"Iya, itu maksudku, Tan," balas Eldar.
"Telpon Pak Suryo, suruh dia antar kopermu ke sini!" Perintah Bunda Putri.
"Eldar tidak punya nomernya Pak Suryo, Tan. Lagian, HP Eldar juga ketinggalan di rumah sakit," jawab Eldar yang baru sadar saat dia melepas pakaiannya saat mau mandi, kalau ponselnya tertinggal di rumah sakit.
"Ya sudah, habis masak, kamu pinjam dulu baju Kakak kamu!" Perintah Bunda Putri.
"Oke Tante, tapi nanti temani Eldar ya, Tan. Eldar tidak tahu dimana kamar Kakak Ipar," ajak Eldar.
"Y," jawab Bunda Putri dengan singkatnya.
"Kampret, aku dicuekin dong sama Tante sendiri, sungguh apes sekali aku. Udah jomblo, enggak pernah punya pacar, dicuekin Tante sendiri pula, untung aku cantik dan genius," gerutu Eldar yang meratapi nasib dirinya dalam hati.
≈≈≈
"Oke, sudah selesai. Tumis cabai sama toge ditambah ikan asin kesukaan Candra, terus ikan salmon rebus dan tumis bayam untuk Zila dan calon cucuku," ucap Bunda Putri yang mengabsen masakannya bersama Eldar.
"Lalu, buat aku mana, Tan?" Tanya Eldar yang merasa tidak dimasakkan makanan kesukaannya
"Kamu makan tempe sama tahu goreng aja ya, El," jawab Bunda Putri sambil tertawa.
"Kok gitu sih, Tan? Tante udah tidak sayang lagi nih sama Eldar. Tante udah lupa sama Eldar ya?" Tanya Eldar dengan mulut yang di manyunkan.
"Haish, ponakan Tante yang paling cantik sedunia ini ngambek ya? Sini-sini, Tante peyuk," ucap Bunda Putri menirukan suara anak kecil.
"Eldar enggak mau, Eldar ngambek sama Tante," jawab Eldar sambil membuang muka.
"Aduh, ponakan Tante lucu sekali sih," ucap Bunda Putri sembari mendekat ke Eldar dan menakupkan tangannya ke pipi tembem Eldar, "Kamu antar dulu makanan ini ke rumah sakit, nanti kamu makan bareng Tante di sini, Tante bakal masakin rendang kesukaan kamu," lanjut Bunda Putri.
"Tante masih ingat makanan kesukaanku?" Tanya Eldar yang mulai memancarkan kegembiraan dari wajahnya.
"Masih dong, mana mungkin Tante lupa sama semua hal tentang ponakan Tante yang cantik dan imut ini," jawab Bunda Putri sambil mencubit pipi tembem Eldar.
"Auh, sakit, Tante," lirih Eldar yang kesakitan karena dicubit oleh Tantenya, "Tapi, makasih ya Tanteku sayang," lanjut Eldar.
"Iya-iya, buruan sana ganti baju, terus antar makanan ini ke rumah sakit!" Perintah Bunda Putri.
"Siap, Tante," jawab Eldar.
Setelah Eldar berganti baju, dia mengantar makanan itu ke rumah sakit dengan di antar oleh Pak Ujang.
Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗
dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙