My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate
Ada yang kurang



Setelah makan siang, ketiga pasangan itu melanjutkan perbincangan mereka di samping rumah. Ditemani kolam renang yang diterangi sinar matahari dan kursi empuk berbentuk bola baseball.


Di satu sisi, Candra duduk begitu lengket dengan sang istri, tangannya terus mengelus perut istrinya yang mulai membuncit.


Di sisi lain, Kevin dan Nabila hanya bisa menikmati kemesraan dua pasangan lainnya. Sebenarnya Kevin dan Nabila juga ingin ikut bermesraan, namun setiap mereka duduk berdampingan dengan jarak lima centimeter, Papah Hendri akan langsung berdehem dengan keras, isyarat bahwa mereka tidak boleh berdekatan.


"Ya Tuhan, percepat lah pernikahan ku, aku sudah tidak tahan jaga jarak aman. Walaupun, itu, cuma lima centimeter," gumam Candra dalam hatinya.


Keenam orang itu berbicara dari timur ke barat, selatan ke utara, tak juga mereka merasa bosan. Sampai-sampai Azila menguap karena terlalu lama duduk dan tertawa terus.


"Apa kamu mengantuk, Sayang?" tanya Candra.


Azila menjawab dengan anggukan sambil memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah, ayo kita tidur, kamu juga belum tidur siang kan," ucap Candra sambil membantu Azila berdiri dari duduknya.


"Pah, Mah, Nab, Vin. Kita duluan, ya. Azila belum tidur siang," pamit Candra sembari menuntun Azila berjalan.


Kevin merasa ada yang aneh, "Bukannya tadi udah tidur siang, ya, mereka? Apa aku yang tadi salah dengar? Ah sudahlah, ngapain aku mikirin mereka," gumam Kevin dalam hatinya.


Setelah Candra dan Azila pergi, tak lama kemudian Kevin dan Nabila juga ikut pamit pergi. Mereka berdua sudah memiliki janji dengan seseorang yang mendesign cincin pernikahan mereka.


≈≈≈


Siang sudah berlalu, dan sekarang sudah jam lima sore lebih lima belas menit. Azila dan Candra juga sudah bersiap-siap pergi ke bandara untuk mengantar kepergian Eldar kembali ke negaranya.


Dari rumah keluarga Yudistira sampai bandara, mereka membutuhkan waktu setengah jam perjalanan. Di sana sudah ada Eldar, Bunda Putri, Ayah Yoga, dan Dara, mereka terlihat berbincang dan bercanda gurau untuk menunggu keberangkatan pesawat.


Candra dan Azila yang baru datang langsung menghampiri yang lainnya, "Hai, semua, apa kalian sudah lama menunggu?" ucap Candra.


"Kakak memang selalu tidak tepat waktu," ucap sewot Eldar.


"Maafkan Kakak, tadi Kakak ketiduran," kilah Candra.


"Sok tahu kamu," ucap Candra.


"Emang, iya kan," balas Eldar.


Bunda Putri dan Ayah Yoga tertawa melihat tingkah Eldar dan Candra, "Sudah-sudah, jangan bertengkar dulu. Sepuluh menit lagi Eldar akan terbang," ucap Bunda Putri.


"Oh ya, Kak Naza di mana? Masa pacarnya mau pulang kampung tidak diantar," ucap Candra tanpa melihat Eldar, namun matanya sesekali melirik Eldar.


"Kakak. Jangan buat aku marah, tadi pagi, itu kecelakaan," sahut Eldar sambil memanyunkan bibirnya.


"Kamu suka, ya, sama Kak Naza? Hayo, ngaku," goda Candra sambil mendekatkan wajahnya ke Eldar.


Seketika itu juga Eldar langsung mengacak-acak muka dan rambut Candra, dia sangat geram dengan Candra karena terus mengejek dan mengerjainya.


Pada akhirnya mereka semua tertawa dan menikmati waktu sepuluh menit itu dengan candaan mereka. Tanpa sadar, mereka menjadi pusat perhatian semua calon penumpang di ruang tunggu bandara.


Sepuluh menit pun berlalu, waktunya Eldar untuk naik ke pesawat. Saat Eldar akan masuk ke pesawat, dia kembali menoleh ke belakang, entah mengapa hatinya merasa sangat berat dan seperti ada yang kurang.


Eldar pun menepis perasaan itu, dia berpikir kalau itu efek kurang tidur, "Aku kenapa, sih. Perasaan, semua barang ku sudah aku kemas, apa masih ada yang tertinggal, ya?" gumam Eldar sambil menggaruk pelipis kanannya yang tidak gatal.


"Ah, sudahlah," ucap Eldar, lalu dia berjalan masuk ke dalam pesawat.


Pesawat yang membawa Eldar sudah terbang meninggalkan daratan, kini burung besar itu sudah terbang tinggi di atas langit sambil membawa seorang wanita yang merasa tidak nyaman dan merasa ada yang kurang di hatinya.


IG : @ahmd.habib_


Jangan lupa untuk like, comment, share dan favorit ya 🤗


Dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙