
→→→→→→
↑****Flash Back ↓
←←←←←←
Di dalam mobil, Candra hanya fokus menyetir dan melihat depan, dia tidak menghiraukan dan acuh terhadap wanita cantik yang duduk di kursi belakang.
"Can, kita berhenti dulu, ya, di Alfamart, itu," ucap Amanda sambil menunjuk tempat yang ia maksud dan memajukan tubuhnya sampai di samping Candra.
"Ngapain?" tanya balik Candra.
"Aku haus, dan mau beli stok camilan buat di apartemen," jawab Amanda.
"Emmm," Candra berpikir sambil sesekali melirik Amanda.
Dua buah yang menggantung menyembul seperti kesesakan dan ingin meloncat keluar, Candra menatap risih tingkah Amanda itu. Walaupun dia juga tergoda saat melihat gunung yang lebih berisi dari istrinya, bagaimana pun juga Candra adalah laki-laki normal yang bisa tergoda oleh tubuh wanita, namun Candra memiliki pendirian yang kuat terhadap cintanya ke Azila.
"Ya," jawab Candra, dan dia kembali fokus menyetir dan melihat depan.
Mobil Candra telah berhenti di depan Alfamart yang ditunjukkan Amanda tadi. Amanda sudah keluar dari mobil, namun Candra masih duduk di dalam.
"Tidak ikut turun?" tanya Amanda. Candra menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, tunggu sebentar, ya," ucap Amanda sembari berjalan pergi dan masuk ke Alfamart.
Saat Amanda masuk ke dalam Alfamart, seorang laki-laki menghampiri dirinya yang sedang mengambil sebotol air mineral.
"Non Amanda," panggil laki-laki itu. Amanda menoleh.
"Oh, kamu," ucap Amanda, "Apa kamu mendapatkan barangnya?" tanya Amanda.
"Ini, Non," jawab laki-laki itu sambil menunjukkan serbuk obat. Amanda tersenyum.
"Bagus," ucap Amanda sembari mengambil serbuk obat itu.
Amanda segera meninggalkan laki-laki itu dan mengambil beberapa camilan ringan dan juga sebotol air mineral.
Setelah membayar di kasir, Amanda beranjak pergi menuju mobil yang sudah menungguinya.
"Nunggu lama, ya? Maaf, ya, Can," ucap Amanda setelah masuk ke dalam mobil.
Tanpa menjawab, Candra bergegas menjalankan mobilnya lagi. Wajahnya tampak lebih murung, bukan karena menunggu Amanda, namun karena dia tidak mendapati pesan ataupun panggilan dari istri tercintanya.
Candra tidak tahu kalau Azila sudah mengirimkannya sebuah pesan, namun sudah di hapus oleh Amanda di cafe tadi.
Di perjalanan menuju kantor grup Mardiana, Amanda membuka botol airnya dan meminumnya sedikit, lalu dia memasukkan serbuk obat dari laki-laki tadi ke dalam botol. Amanda sedikit menggoyang-goyangkan botol itu agar serbuk obatnya larut ke air, dia melakukan itu tanpa sepengetahuan dari Candra karena Candra tidak pernah melihatnya dari spion atau menoleh ke belakang.
"Can, minum?" tawar Amanda.
Candra hanya diam, dia sedang fokus menyetir dan memikirkan istrinya di rumah. Amanda menepuk pundak Candra dan kembali menawarkan minum.
"Minum?" tawarnya lagi sambil menyodorkan botol minumnya.
"Apa, ini, bekas bibir mu?" tanya Candra.
"Tidak, aku tidak menempelkan bibir ku saat minum," jawab Amanda.
"Apa ada botol lain?" tanya Candra lagi.
"Aku hanya beli satu botol saja, dan jangan khawatir, botol, ini, benar-benar bukan bekas bibir ku," jawab Amanda, "Minumlah, aku tahu kamu sangat haus," lanjut Amanda.
Dengan perasaan sedikit terpaksa, Candra mengambil botol itu dan meminumnya. Dia benar-benar lelah dan kehausan, botol yang tadinya hanya berkurang sedikit, kini hanya tersisa kurang dari setengah isi botol itu.
"Can, apa kamu baik-baik saja?" tanya Amanda.
"Ya, aku baik-baik saja, hanya sedikit mengantuk," jawab Candra.
"Menepilah, biar gantian aku yang menyetir," ucap Amanda.
"Tidak usah, aku masih kuat," balas Candra.
"Kamu kuat, tapi matamu sudah tidak kuat," balas Amanda, "Lebih baik aku yang menyetir, dari pada nanti kamu malah tidur saat menyetir, bisa bahaya," lanjut Amanda, "Apa kamu tidak ingin melihat anakmu lahir?" lanjutnya lagi.
Chiitt ...
Candra mengerem mendadak membuat Amanda tersentak dan hampir terjungkal ke depan.
"Nih, sekarang kamu nyetir ! Aku mau tidur," ucap Candra sembari turun dan pindah ke kursi belakang.
"Ya, tidak gitu juga caranya, hampir aja aku terjungkal," gerutu Amanda sembari turun dari mobil, "Untung aku cinta, kalau nggak, sudah ku patahin tangan, dan kakimu," gerutu Amanda saat sudah duduk di kursi kemudi.
Kini Candra sudah duduk santai sambil melihat ke atas dengan kedua tangan yang ditaruh di belakang kepalanya.
Amanda mulai menjalankan mobil milik Candra. Belum ada sepuluh menit berlalu, Candra sudah tertidur begitu pulas, Amanda yang melihat Candra sudah tidur, dia tersenyum menyeringai.
"Zila, tunggu kejutan dari kita berdua," gumam Amanda sambil melihat Candra dari spion mobil.
Amanda mulai membelokkan arah dari jalan menuju kantornya kini ganti menuju arah apartemennya. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di apartemen Amanda karena jaraknya begitu dekat dengan tempat mereka berhenti tadi.
Sesampainya di depan lobi apartemen, seorang laki-laki yang menemui Amanda di Alfamart tadi sudah ada di sana sambil membawa kursi roda.
Laki-laki itu mengangkat tubuh Candra dan mendudukkannya ke kursi roda, lalu Amanda mengambil masker dan kacamata hitam di dashboard mobil Candra. Setelah Amanda memakaikan masker dan kacamata hitam ke Candra, laki-laki tadi mulai mendorong dan membawanya ke kamar Amanda.
Sesampainya di dalam apartemen Amanda, dia langsung memasukkan Candra ke kamarnya.
"Kamu tunggu dulu di luar !" perintah Amanda ke laki-laki tadi. Laki-laki itu segera keluar.
Amanda melepas pakaian kantornya dan memakai celana training yang press body, dia sengaja hanya memakai Bra untuk menutup tubuh bagian atasnya. Setelah selesai bersiap-siap, Amanda memanggil laki-laki tadi.
Laki-laki tadi sudah masuk ke kamar dengan ponsel Candra di tangannya.
"Kamu sudah mengerti tugasmu, kan?" tanya Amanda.
"Sudah, Non," jawab laki-laki itu.
"Bawa sini ponselnya, aku mau kasih pemanasan dulu," ucap Amanda. Laki-laki itu memberikan ponsel di tangannya ke Amanda.
Amanda ber-selfie dengan hanya memperhatikan leher sampai batas pusarnya lalu mengirim foto itu ke kontak Azila.
Setelah foto pertama dia kirim, kini Amanda memberikan ponsel itu ke laki-laki tadi. Amanda mulai membuka kemeja milik Candra hingga lepas dan hanya tersisa celana kerja yang menempel di tubuh Candra.
Amanda mendekatkan bibirnya ke dada putih dan bidang milik Candra, dia memberikan kiss mark di sana, dan saat itu pula satu foto tercipta dengan bibir Amanda yang menempel dan memberikan tanda cinta di dada Candra.
Laki-laki tadi telah mendapatkan banyak foto bagus, salah satu yang membuat Amanda puas adalah saat bibirnya mencium dan memainkan bibir Candra telah diabadikan di ponsel, foto itu terlihat seperti selfi dengan Candra yang seolah-olah memegang kameranya.
Amanda mengirimkan foto-foto tadi ke kontak Azila dengan dan tanpa ada sedikitpun rasa berdosa, senyum bahagianya menghiasi bibir merahnya.
Untuk part seperti ini, bakal telat di up, karena author ngetiknya setelah berbuka puasa, alias menghindari pikiran tidak senonoh di waktu beribadah 😅. Maaf atas keterlambatan up nya ya.
IG : @ahmd.habib_
Jangan lupa untuk like, komen, share dan favorit ya 🤗 dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙