My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate
Semoga saja



Akbar berjalan menghampiri Candra dan Azila dengan kedua tangannya memegang dua cup Thai tea pesanan pasangan kekasih itu, "Ini, Tuan, Nyonya. Thai tea-nya sudah siap diminum," ucap Akbar sambil menaruh dua cup Thai tea di atas meja.


Senyum mengembang di bibir Candra dan Azila, "Pelayan, duduk!" perintah Candra sambil menunjuk kursi kosong di depannya.


"Baik, Tuan," balas Akbar sambil menahan senyumnya.


Setelah Akbar duduk, Candra dan Azila mulai meminum Thai tea buatan Akbar.


"Oh, ya. Katanya, kamu mau memberikan sesuatu untuk kita?" tanya Azila sambil meletakkan cup Thai tea ke meja.


Tanpa menjawab atau menggubris pertanyaan Azila, Akbar berdiri dari duduknya dan langsung berlari menuju meja tempat dia membuat Thai tea.


Terlihat Akbar membuka laci kecil di bawah mejanya. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Akbar kembali menghampiri Candra dan Azila dengan tangan memegangi buku yang mirip seperti album foto, "Nih, buat kalian berdua," ucap Akbar sambil menyodorkan buku tadi ke Candra.


Dengan senang hati, Candra menerimanya. Setelah buku itu berada di tangannya, Candra begitu terkejut saat melihat sampul depan buku itu, "Apa, ini, benar?" tanya Candra dengan wajah tidak percayanya.


Akbar mengangguk dan tersenyum lebar, "Yups, ku harap, kalian mau meluangkan waktu, dan datang ke acara pernikahan ku," jawab Akbar.


Mendengar perbincangan Candra dan Akbar, Azila menjadi semakin penasaran, dia langsung menyahut buku di tangan suaminya dengan cepat.


"Santai aja kenapa, Yang," ucap Candra dengan suara sedikit kesal.


Azila tak menghiraukan ucapan suaminya. Matanya berbinar dan senyum mengembang di bibirnya, "Wah, selamat, Bar. Akhirnya nyusul juga !" ucap Azila dengan perasaan bahagianya.


"Alhamdulillah, sebenarnya sudah lama punya rencana untuk menikah, sebelum kalian berdua menikah malahan. Tapi, ya gitu, dananya masih belum ada," jelas Akbar dengan wajah sedikit menunduk.


Sejenak, Candra dan Azila saling menatap, mereka berdua teringat pernikahan lucu tanpa adanya cinta.


"Brother, harusnya kamu bersyukur karena bisa berjuang untuk wanita mu, dan pernikahan mu. Sedangkan aku dan Azila hanya terima jadi saja saat itu," ucap Candra sambil menepuk-nepuk pundak Akbar.


"Ada kabar bagus juga buat kalian," ucap Akbar.


"Ada lagi? Apa, itu?" ucap Candra dan Azila bersamaan, wajah mereka menjadi sangat penasaran dibuat Akbar.


Akbar merasa sedikit terkejut dengan kekompakan mereka berdua, "Kompak juga," ucap Akbar dalam hati, "Kabar bagusnya adalah, teman-teman SMA kita akan banyak yang datang !" ucap Akbar dengan wajah berbinar nya.


"Really? Demi apa?" tanya Azila dengan semangatnya.


"Iya, demi Tuhan," jawab Akbar sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya yang membentuk huruf 'V'.


"Parah, salut aku sama usahamu," balas Azila sambil mengacungkan jempolnya.


"Aku sudah berusaha mengumpulkan mereka semua lewat undangan pernikahan ku. Tapi, kita lihat saja esok, siapa yang bisa datang," ucap Akbar.


"Semoga semua datang," sahut Azila.


"Semoga saja,"


Mereka bertiga melanjutkan perbincangan mereka hingga cukup lama. Lalu Azila dan Candra memutuskan pamit untuk berbelanja dan segera pergi ke rumah orangtuanya Azila.


IG : @ahmd.habib_


Jangan lupa untuk like, comment, share dan favorit ya 🤗


Dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙