
Sudah lebih dari setengah jam Naza melajukan mobilnya hingga kini sudah sampai di depan rumah keluarga Wibawa. Naza menatap wajah cantik di sampingnya yang masih memejamkan matanya, Naza menahan tawanya karena melihat Eldar tidur sambil mulutnya kebuka sedikit dan mengeluarkan dengkuran halus. Tangannya terasa mati rasa karena sepanjang perjalanan Eldar tidur di sana.
"Sayang, ayo bangun, kita sudah sampai," ucap Naza sambil mengelus-elus pipi Eldar.
"Emmhh," rintih Eldar yang mulai membuka matanya, "Ayo kita turun, mereka pasti sudah lama nunggu kita," ucap Eldar sambil melepas sabuk pengamannya.
"Benerin dulu rambutmu!" perintah Naza.
Eldar menatap Naza dengan wajah melas, dia memajukan wajahnya sambil memanyunkan bibirnya.
"Benerin kamu," ucap Eldar.
Dengan senang hati Naza merapikan rambut Eldar walaupun ada sedikit rasa aneh karena ini pertama kalinya Eldar bersikap manja padanya, padahal setiap kali ketemu Eldar tidak pernah manja dan cenderung pemalu. Tapi, semua itu tetap membuat Naza bahagia, apalagi saat Eldar sudah mulai berani bermanja padanya.
Cupp
"Selesai," ucap Naza setelah merapikan rambut Eldar dan memberi kecupan di kening Eldar.
"Terima kasih," balas Eldar sembari merapikan bajunya.
Naza tersenyum dan beranjak keluar dari mobil, dia berlari ke samping mobil dan membukakan pintu untuk Eldar lalu mengulurkan tangannya, dengan senang hati Eldar menyambut uluran tangan Naza. Setelah itu Naza mengambil koper Eldar dan mereka berdua berjalan berdampingan masuk ke rumah.
"Ehhem! Bucin!" teriak Kevin sambil melirik ke dua orang yang baru sampai.
Bugghh
Naza memukul wajah Kevin dengan bantal di sofa, "Ngaca!" balas teriak Naza membuat semua orang tertawa.
"Kamu juga!" ucap Naza sambil melempar bantal ke Candra, tapi Candra dengan cepat menepis bantal itu sebelum mengenai wajahnya.
"Agresif banget, sih, Kak," ucap Candra.
"Suruh siapa anak kecil berani sama orang yang lebih tua," balas Naza.
"Kecil-kecil gini udah mau punya anak semua lho, Kak. Kakak yang udah tua masa belum," sahut Kevin yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.
"Kamar Eldar di mana?" tanya Naza dengan wajah memerah.
"Mantap, baru disindir sedikit langsung mau buat nih," sindir Nabila.
Naza dibuat semakin malu oleh para bocah laknat di depannya. Tidak mau tambah lebih malu lagi, Naza menarik tangan Eldar ke kamar yang dulu pernah dibuat tidur oelh Eldar.
"Kak, jangan lupa pakai pengaman! Kalian belum nikah, jangan kebablasan!" teriak Kevin.
Naza tidak lagi mendengar teriakan-teriakan dari para bocah tadi, dia mempercepat jalannya dan masuk ke kamar agar mereka segera diam.
"Huh! Menyebalkan!" gerutu Naza sembari membanting tubuhnya ka ranjang. Eldar menahan tawanya melihat tingkah Naza yang sedang kesal.
"Aku ke kamar mandi dulu," ucap Eldar. Naza mengangguk dengan mata terpejam.
"Kenapa aku bisa kalah sama bocil-bocil kurang ajar, itu, sih!" gerutu Naza.
Setelah beberapa menit Eldar berada di kamar mandi, sekarang dia sudah keluar dan mendapati Naza yang duduk selonjoran sambil bersandar ke sandaran tempat tidur dengan mata terpejam. Eldar berjalan pelan-pelan mendekati Naza, dia perlahan naik ke ranjang lalu duduk menyamping di antara kaki Naza yang terbuka dan menyandarkan kepalanya di dada Naza.
Naza terbangun dari tidur singkatnya, "Ku kira apa," gumam Naza saat mendapati Eldarlah yang memeluk tubuhnya.
"Hem? Marah? Mana mungkin aku bisa marah sama mereka, mereka semua adalah adik-adikku," jawab Naza sambil membalas pelukan Eldar.
"Lalu, kenapa tadi tiba-tiba menarikku ke sini?" tanya Eldar.
"Aku hanya kasian pada para calon keponakanku, jika aku tetap di sana, mungkin saat para keponakanku lahir nanti mereka tidak bisa bertemu ayahnya," jawab Naza tanpa melihat Eldar.
"Apa kamu sudah ingin punya anak?" tanya Eldar yang membuat Naza menatap Eldar dengan mata terbuka lebar.
"Kamu tanya apa, sih. Jangan ngaco, tidurlah, aku tahu kamu kecapekan," jawab Naza.
"Aku serius tanya, Sayang," ucap Eldar.
Naza terdiam sejenak, memang dalam hati kecilnya dia sudah ingin segera menikah dengan Eldar dan memiliki anak. Tapi dia masih takut karena ini adalah kali pertamanya dia memiliki berhubungan dengan seorang wanita.
"Sebenarnya, sih, aku udah pengen punya anak. Tapi, apa kita sudah siap untuk menjalin hubungan yang lebih serius?" tanya balik Naza.
Tidak ada jawaban dari Eldar, yang terdengar hanya detak jantung Naza dan suara napas yang teratur. Naza menatap Eldar yang bersandar di dadanya, "Lah, udah tidur aja," gumam Naza saat mendapati Eldar sudah tertidur.
"Secepatnya aku akan melamarmu, dan menikahimu, Sayang. Aku yakin kita akan saling melengkapi, dan akan dewasa dengan sendirinya," gumam Naza. Naza memutuskan untuk ikut tidur karena dia juga masih ngantuk karena tadi malam dia lembur agar hari ini terbebas dari semua pekerjaan kantor.
Sementara di kamar tamu ada sepasang kekasih yang tertidur pulas, di ruang keluarga sedikit ramai karena mereka berempat sedang membicarakan seseorang, mereka tidak berani keras-keras karena takut orangnya kedengaran dan marah-marah lagi.
"Tadi kalian lihat leher Kak Naza nggak? Banyak bekas merah-merahnya, apa mereka sudah melakukannya di hotel, ya? Atau mereka melakukannya di dalam mobil?" ucap Nabila memulai acara pengungkapan masalah orang lain.
"Iya, tadi aku lihat, aku bener-bener nggak nyangka kalau mereka seberani, itu," ucap Candra.
"Tapi di leher Eldar kok nggak ada, ya? Apa Kak Naza nggak bisa melakukannya?" balas Kevin.
"Hush, kalian bicara apa, sih. Positif thinking aja, siapa tahu leher Kak Naza abis digigit semut terus jadi merah-merah gitu," sahut Azila.
"Mana mungkin gigitan semut kecil bisa sebesar, itu? Kalau semutnya yang baru darang dari Los Angeles, sih, aku percaya," bantah Nabila.
"Sepertinya kelak anakmu bakal jadi ratu gosip," ucap Azila.
"Apa salahnya melanjutkan karir emaknya jari ratu GGI," balas Nabila.
"Ha? GGI, itu, apa? Kok kamu nggak pernah kasih tahu, sih, kalau ikut-ikut grup," tanya Kevin.
Nabila dan Azila saling pandang dan jadi tertawa melihat Kevin, memang Nabila tidak pernah bercerita tentang geng itu, bukan karena apa-apa,melainkan anggotanya hanya dua dan mereka adalah Nabila sendiri dan satunya adalah Azila.
"GGI, itu, Geng Gosip Indonesia," sahut Azila.
"Astaga, ku kira geng motor atau apaan," ucap Kevin.
"Mana ada cewek sosialita ikut geng motor, sih, Vin. Tapi, ya, ada sih yang ikut, tapi kebanyakan pada ikut geng gosip," ucap Candra, "Dan yang perlu kamu tahu, nih, ya, anggota GGI, itu, cuma istrimu, dan istriku saja," lanjut Candra. Kevin hanya bisa membuang napasnya karena bisa-bisanya dia penasaran dengan geng begituan.
"Sebaiknya kalian ganti nama geng kalian jadi geng mama muda penyuka gosip aja," ucap Kevin.
"Ide bagus," sahut Azila dan Nabila bersamaan. Kevin dan Candra hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat para calon mama muda kesayangan mereka.
Ku ingatkan lagi, jangan lupa like dan komen. Makasih.