
Lampu jalan menerangi gelap malam, dua mobil mewah melaju membelah jalan raya yang mulai dipenuhi mobil dan sepeda motor para pasangan lain. Banyak mata tertuju pada mobil BMW berwarna hitam elegan dengan dua manusia di dalamnya, mereka semua terkagum akan kecantikan dan ketampanan dua orang itu.
Dua mobil mewah tadi telah mengarungi jalanan selama dua puluh menit, hingga dua mobil itu berhenti di parkiran terbuka dan beralaskan tanah. Parkiran itu didominasi sepeda motor matic. Setelah memarkirkan mobil mereka, dua pasangan berjalan dengan begitu anggunnya menuju tempat yang mereka tuju. Tibalah mereka di tempat terbuka yang lumayan padat pengunjung, tempat itu biasa disebut pasar malam.
Pasangan itu adalah Kevin dan Nabila, dan juga Eldar dan Naza yang masih perang dingin. Setelah turun dari mobil Naza, Eldar langsung menghampiri Nabila dan berjalan di sampingnya.
Eldar mendekatkan bibirnya ke telinga Nabila, "Kenapa kamu tidak bilang dulu kalau ada calon suami, dan laki-laki tidak jelas, itu?" bisik Eldar sambil melingkarkan tangannya ke tangan Nabila.
Nabila langsung menoleh, "Aku tidak mengajak Kevin, tapi Kevin sendiri yang datang menjemput ku tanpa memberitahu," jawab Nabila dengan berbisik.
"Lalu, kenapa ada cowok aneh, itu?" tanya Eldar sambil melirik Naza dan Kevin yang berjalan di belakang mereka.
Nabila juga ikut melirik ke belakang, lalu dia merapatkan jaraknya dengan Eldar, Nabila mendekatkan bibirnya ke telinga Eldar, "Kevin bilang, kalau dia kasihan dengan kakaknya, sudah umur dua puluh enam tahun, tapi belum pernah pacaran," jawab Nabila dengan wajah seriusnya.
Mendengar jawaban Nabila, mulut Eldar sedikit terbuka karena terkejut dan matanya menatap tidak percaya pada Nabila, "Masa, iya, dia sudah dua puluh enam tahun? Wajahnya saja masih seperti umur dua puluh tahun," ucap Eldar dalam hatinya yang masih belum percaya.
"Apa kamu serius, Nab? Aku kira, dia adalah adik dari calon suamimu," tanya Eldar dalam keterkejutannya.
Nabila menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Awalnya, aku juga berpikir sepertimu. Tapi, setelah melihat faktanya, dia memang kakaknya Kevin," jawab Nabila, "Mungkin, karena dia menurunkan sifat genetika ibunya," ucap Nabila menambahi jawabannya.
Papa dan Mama Kevin memang dari negara berbeda, Papa Kevin berasal dari Amerika dan Mama Kevin berasal dari Korea Selatan. Keluarga Lewis menetap di Indonesia karena Kakek dari Papa Kevin berasal dari Indonesia.
Namun setelah kakeknya meninggal, Papa dan Mama Kevin memilih menetap di Amerika dan menyerahkan urusan perusahaan di Indonesia ke Naza dan Kevin.
Setelah mengetahui fakta dari Nabila, Eldar menggelengkan pelan kepalanya, "Aish, ternyata aku tertipu wajah tampannya," dengus Eldar dengan wajah lesu.
Nabila tertawa kecil saat melihat ekspresi Eldar, "Apa kamu suka Kak Naza?" celetuk Nabila dengan pertanyaannya.
Uhuk uhuk.
Eldar tersedak ludahnya sendiri sampai terbatuk setelah mendengar pertanyaan dari Nabila, dia segera menepuk-nepuk dadanya agar batuknya mereda, namun usahanya tidak menghasilkan apa-apa, "Nab, carikan aku air!" perintah Eldar di sela batuknya.
"Minumlah," ucap seorang laki-laki sambil menyodorkan sebotol air mineral.
Mata Eldar seketika terbuka lebar saat melihat seorang laki-laki berkulit putih dengan wajah datarnya, seketika itu juga Eldar seperti mematung seperti orang terkejut.
Uhuk uhuk.
Eldar kembali terbatuk setelah lima detik mematung. Laki-laki di depannya langsung membuka botol di tangannya, lalu menarik Eldar hingga mereka berdua menempel tanpa ada jarak, laki-laki itu menyenderkan kepala Eldar yang berdiri membelakangi dirinya ke samping leher putih jenjangnya, kepala Eldar sedikit dihadapkan ke atas, lalu dia meminumkan botol yang dia bawa tadi ke mulut Eldar.
Setelah seperempat air di botol telah diminum Eldar, laki-laki tadi melepaskan tangannya yang memegangi kepala Eldar. Dia baru sadar dengan apa yang barusan dia lakukan, "Nih, minum sendiri!" ucap ketus laki-laki itu.
Dua pasang mata yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa membisu dan sesekali saling pandang, "Wah, agresif juga kamu, Kak," ucap Kevin dalam hatinya sambil bibirnya menahan tawanya.
Naza kembali ke samping Kevin yang masih menahan tawanya, "Kenapa dengan wajahmu? Jangan menertawakan ku, aku hanya tidak ingin melihat orang mati di depan ku," ucap Naza sambil melirik Kevin.
"Kakak, kamu sangat perhatian juga sama Eldar," balas Kevin sambil menoleh ke kakaknya, "Jika, Kak Naza, mau sama Eldar, dengan senang hati, adik tampan mu, ini, akan memberimu restu," goda Kevin sambil menepuk pundak kakaknya.
Sorot tajam mata Naza langsung menghampiri Kevin, "Selera ku bukan seperti dia," ucap Naza dengan ketusnya.
Kevin semakin tertawa melihat tingkah kakaknya yang tidak seperti biasanya, "Malam, ini, kamu sangat berbeda, Kak," ucap Kevin.
Naza mulai geram dibuat adiknya sendiri.
Buugh..
"Uhh," suara Kevin kesakitan.
Naza memukul pelan perut Kevin, "Dasar, a--" ucap Naza yang terhenti.
"Ini, Nak. Uang anda masih lebih banyak," ucap seorang laki-laki tua yang sudah berumur enam puluh tahun ke atas.
"Tidak usah, Kek. Buat Kakek saja, siapa tahu, nanti Kakek bakal membutuhkannya," balas Naza dengan sangat sopan, bahkan saat berbicara dia sedikit menunduk dan senyum yang selalu terpancar pada wajahnya.
Kakek tua itu sejenak berpikir, dan akhirnya dia menerima uang itu, karena dia memang sangat membutuhkan uang saat ini.
Eldar yang sudah sembuh dari batuknya, merasa kagum dengan tingkah dan perilaku Naza. Eldar berpikir kalau sifat Naza berubah seratus delapan puluh derajat saat berbicara dengan kakek tua itu.
Setelah itu, mereka melanjutkan berkeliling pasar malam dengan kecanggungan antara Eldar dan Naza, hingga waktu sudah berputar menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Mereka berempat memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan mereka.
kedua mobil yang membawa empat anak manusia itu melenggang menyusuri jalan raya yang lancar tanpa ada kemacetan.
Mobil Kevin dan mobil Naza berpisah di sebuah perempatan, Kevin langsung mengantarkan Nabila pulang ke rumah Papah Hendri, sedangkan Naza, mau tidak mau dia harus mengantarkan Eldar pulang.
Karena sudah malam, Naza menutup atap mobilnya agar mereka tidak masuk angin. Setelah sekitar dua puluh menit, mobil Naza telah tiba di depan gerbang rumah keluarga Wibawa.
Saat tiba di sana, Naza hanya diam tanpa menoleh ataupun berbicara dengan Eldar. Namun sudah sekitar satu menit dia berhenti, tetapi Eldar hanya diam tanpa bersuara ataupun bergerak, lalu dia sedikit melirik ke samping, dan ternyata Eldar tertidur di sampingnya.
"Astaga, tadi sudah membuatku khawatir, dan sekarang, dia memberiku pekerjaan tambahan yang bukan profesi ku. Belum kenalan saja sudah membuat ku susah," gumam Naza sambil menatap Eldar yang tertidur pulas di sampingnya.
IG : @ahmd.habib_
Jangan lupa, bantu like, comment, share dan favorit ya 🤗
Dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙