
Setelah sekitar dua puluh menit Azila dan Candra menelusuri jalan raya, akhirnya mereka berdua sampai di rumah Akbar, karena rumah Akbar berada di lingkungan desa dengan jalan yang hanya muat untuk satu mobil dan satu motor, dengan terpaksa Candra dan Azila memarkirkan mobil mereka agak jauh dari rumah Akbar.
Sebelum mereka berdua datang, Akbar telah memberi tahu tentang kondisi jalan menuju rumahnya, alhasil Candra membawa kursi roda agar Azila tidak kecapekan.
Saat Azila dan Candra sampai di sana, mereka berdua langsung menghampiri yang punya acara. Akbar sedang mengalami para tamu yang hadir, sesekali dia melihat sekeliling seperti mencari seseorang.
Mata Akbar menemukan sepasang kekasih yang sedang berjalan ke arahnya, dia segera melambaikan tangannya.
"Kemana saja kalian?" tanya Akbar.
"Maaf, Bar. Tadi sedikit macet, dan kita jalan cukup jauh," jawab Candra.
"Apa istrimu capek? Maaf, ya, Can. Sebenarnya aku mau sewa gedung, tapi ibuku tidak menyetujuinya, akhirnya aku bikin acara, di sini," jelas Akbar.
"Tidak apa-apa, Bar. Di sini cukup nyaman, dan juga sudah lumayan luas, hampir sama lah dengan gedung-gedung pernikahan. Tapi, ya gitu, jalan ke sini nya yang kurang pas," balas Candra.
"Kalau, itu, aku tidak bisa mengusahakan. Jika, itu, jalan pribadi, baru aku bisa mengusahakannya," ucap Akbar.
"Ish, kalian, ini. Apa kalian sudah lupa ada aku, di sini?" ucap Azila dengan bibir manyunnya.
"Aduh, ada ibu hamil, toh. Sensi amat, Buk," ejek Akbar.
Candra, Akbar, dan istrinya Akbar menjadi tertawa melihat Azila yang semakin manyun.
"Sudah-sudah, kalian gabung sana sama temen-temen sekolah !" perintah Akbar, "Banyak yang datang juga, lho, ternyata," imbuhnya.
"Apa kita boleh makan dulu? Kita belum sarapan," ucap Candra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa kamu habis lembur tadi malam?" tanya Akbar dengan maksud menggoda.
"Bukan hanya lembur, tapi tembus sampai tadi pagi," jawab Candra sambil tertawa.
"Gil--" ucap Akbar tertahan.
Auuhh ....
Candra memekik kesakitan karena cubitan Azila di perut sampingnya.
Azila tidak menggubris Candra yang kesakitan, dia tersenyum ke istri Akbar, lalu dia menarik tangan Candra dan meninggalkan sepasang pengantin baru itu.
Candra hanya bisa pasrah saat ditarik istrinya, dia memilih tidak memancing Azila saat dia sedang emosi seperti ini, bisa-bisa Candra akan menderita luka di sekujur tubuhnya.
Dengan langkah kecilnya, Azila menarik Candra keluar dari tempat acara, hatinya sangat geram terhadap Candra dan Akbar, rasa malu menyelimuti dirinya saat itu.
"Sayang, kita mau kemana?" tanya Candra sembari menarik balik tangan Azila.
Wajah Azila memerah karena rasa malu bercampur dengan rasa marahnya, "Kamu, itu, bikin aku malu aja. Kenapa tadi kamu berbicara seperti, itu, dengan Akbar? Apa kamu tidak berpikir bagaimana pandangan istrinya Akbar terhadap ku? Aku malu. Malu," ucap Azila.
"Tapi, itu, semua memang benar kan? Tadi malam memang aku lembut kerjaan kantor, terus kamu ngajak main sampai pagi, mana bisa aku menolak pesona mu, Sayang," jelas Candra sambil memegang kedua pipi Azila.
Azila semakin geram dengan jawaban Candra, "Tapi tidak perlu diceritakan ke orang lain juga, Sayang," ucap Azila.
Tangan Azila menepis tangan Candra yang ada di pipinya, lalu dia berbalik badan memunggungi Candra, "Hihh, punya suami, kok, lama amat loading otaknya," umpat Azila.
Telinga Candra masih mampu mendengar umpatan Azila, dengan tangan kekarnya, Candra memeluk Azila dari belakang, "Sayang, apa kamu marah pada ku?" tanyanya.
"Nggak tahu," jawab ketua Azila.
Cupp
Candra mencium pipi Azila, "Aku minta maaf, ya, Sayang. Maafkan suami mu yang tidak becus, ini," ucap Candra yang masih memeluk Azila sambil mengelus perut istrinya.
"Ahh, sudahlah, males aku jadinya," ucap ketus Azila sembari melepaskan pelukan Candra.
Azila kembali masuk ke tempat acara karena perutnya yang lapar, dia meninggalkan Candra berdiri seorang diri di luar tempat acara.
"Ya, Tuhan. Pakai acara marah lagi, tidak tahu ada orang yang lagi capek gara-gara lembur, ya," gumam Candra sembari menyusul Azila yang sudah meninggalkan.
IG : @ahmd.habib_
Jangan lupa untuk like, comment, share dan favorit ya 🤗 dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙