
Eldar dan Nabila telah sampai di depan gerbang, mata Eldar melihat satu mobil sport dan satu mobil BMW yang sudah terparkir. Setelah sampai di samping mobil BMW yang atapnya terbuka, mata Eldar terbelalak melihat seseorang yang sedang memainkan ponsel di tangannya.
"Di-dia ...."
Keterkejutan Eldar membuatnya mematung dengan mata tanpa berkedip sekalipun. Nabila meninggalkan Eldar yang mematung dan membuka pintu mobil sport yang sudah ada Kevin di dalamnya, "Kak, Kak Naza sama teman Nabila, ya!" perintah Nabila pada calon Kakak Iparnya.
Naza yang masih menatap layar ponselnya hanya menjawab, "Iyaa."
Sebelum masuk ke mobil Kevin, Nabila melihat Eldar yang mematung di samping mobil Naza, "Kenapa dia? Apa dia terpesona dengan Kak Naza?" gumam Nabila dalam hatinya, "Nasib jadi jomblo akut, lihat yang ganteng dikit udah seperti lihat pangeran Arab," ucap Nabila dalam hatinya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Merasa pasangannya cuma membuka pintu mobil dan hanya berdiri di depan pintu, Kevin melihat apa yang sedang dilakukan Nabila, "Sayang, kenapa tidak segera masuk? Nanti keburu malam, kita cuma punya waktu sampai jam sepuluh," ucap Kevin mengingatkan Nabila dengan batas waktu dari Papah Hendri.
Mendengar ucapan Kevin, Nabila sedikit membungkuk dan melihat Kevin, "Sepertinya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama, Sayang," jawab Nabila mengarahkan matanya ke mobil di belakang mereka.
Kevin lalu turun untuk melihat apa yang dimaksud oleh perkataan Nabila, dia melihat kakaknya yang masih asik memainkan ponselnya dan sepupu jauh Candra sedang mematung menatap kakaknya.
Karena mereka dikejar waktu, Kevin sontak memanggil kakaknya dengan sedikit berteriak dan mengatakan, "Kak, sepertinya kamu juga akan segera menikah."
Mendengar teriakkan dari adiknya, sontak Naza menautkan alisnya memandang Kevin. Melihat kakaknya kebingungan karena perkataanya, Kevin dengan senang hati menunjuk ke arah Eldar yang masih diam berdiri dengan mata tanpa kedip.
Mata Naza mengikuti arah tangan Kevin menunjuk, dia melihat wanita cantik dengan rambut lurus dan dibiarkan terurai ditiup angin.
Walaupun dia sedang dipandang oleh wanita cantik, tapi Naza merasa jengkel karena ada orang yang tidak dia kenal menatapnya dengan tatapan kosong.
Toott ....
Naza menekan klakson mobilnya hingga membuat Eldar yang mematung langsung tersadar karena terkejut.
Dengan reflek, Eldar memukul mobil di sampingnya dan berteriak memarahi pemiliknya, "Woy! Bisa sopan apa tidak? Apa kamu tidak pernah belajar sopan santun?"
Mendapatkan teriakkan yang memakainya, Naza memicingkan matanya, "Apa anda tidak memiliki kaca, Nona?" tanya Naza dengan tatapan dingin.
"Apa mak--" ucap Eldar terhenti.
"Kalian jangan membuang waktu untuk berdebat," potong Kevin karena jengkel melihat dua orang yang membuang waktu kencannya dengan Nabila.
"Eldar, cepat naik! Waktu berjalan lebih cepat sekarang," perintah Nabila.
Seketika itu juga, Eldar dan Naza sejenak saling memandang, lalu mereka berdua kembali memandang Kevin dan Nabila, "Apa aku sama dia?" tanya Eldar dan Naza dengan bersamaan sambil saling menunjuk.
"Iya," jawab Kevin dan Nabila dengan bersamaan pula.
"Tidak bisa, aku tidak mau," balas Eldar sembari melihat ke arah Naza.
Naza menoleh menghadap Eldar yang berdiri di samping mobilnya, "Kamu kira aku mau? Aku juga tidak mau kalau mobilku sampai di duduki wanita sepertimu," sahut Naza dengan nada tinggi.
Kevin semakin geram dengan Naza dan Eldar, dia berjalan dengan cepat menghampiri Eldar yang berdiri di samping mobil kakaknya, lalu dia membuka pintu mobil Naza dan memaksa Eldar agar segera duduk di sana. Karena Eldar terus saja tidak mau naik, akhirnya Kevin mengangkat Eldar dan mendudukkannya di samping Naza.
"Beres," ucap Kevin setelah berhasil memasukkan Eldar ke mobil Naza.
"Kevin, apa-apaan kamu? Kenapa wanita, ini, kamu masukkan, ke sini?" tanya Naza sambil menunjuk Eldar.
Kevin membuang nafas besar sebelum menjawab pertanyaan kakaknya, "Kakak, kamu diam, dan menurut saja, jangan sampai kamu menjadi lajang seumur hidup, dan membuat Papa sama Mama sedih."
Naza seperti naik pitam saat mendengar perkataan adiknya, "Hei, adik kecil, apa kamu mendo'akan kakakmu, ini, agar lajang seumur hidup?" ucap Naza sambil menatap lekat wajah adiknya.
Kevin berjalan kembali menuju mobilnya tanpa menggubris pertanyaan kakaknya. Sebelum masuk ke mobilnya, Kevin menoleh ke kakaknya dan berkata, "Kakak ikuti saja mobilku, dan jangan banyak protes."
Setelah itu Kevin masuk ke mobilnya, begitu juga dengan Nabila, lalu dia menjalankan mobilnya menuju sebuah tempat. Sedangkan Naza hanya bisa menuruti kemauan adiknya, lalu Naza menjalankan mobilnya mengikuti mobil Kevin.
Di sepanjang perjalanan, Naza dan Eldar tidak berbicara sama sekali, bahkan tidak ada yang melirik atau mencuri pandang satu sama lain. Naza fokus dengan kemudi mobilnya dan Eldar membuang muka menatap pemandangan gelap di sisi jalan.
≈≈≈
Kevin sesekali mencuri pandang wanita di sampingnya yang akan dinikahi tiga bulan lagi, "Sayang, apa kamu marah padaku?" tanya Kevin karena sejak mereka masuk ke mobil, Nabila hanya diam dan tidak seperti biasanya yang selalu cerewet saat di dalam mobil.
Mendengar pertanyaan Kevin, Nabila menoleh sambil tersenyum, "Apa aku terlihat seperti orang sedang marah?" tanya balik Nabila dan langsung dijawab gelengan kepala oleh Kevin.
"Lalu kenapa kamu tanya seperti, itu?" tanya Nabila lagi dengan lembut.
"Aku pikir, kamu cemburu, saat aku mengangkat Eldar tadi," jawab Kevin sembari meraih jemari lentik Nabila, lalu menggenggamnya dengan erat.
Nabila kembali tersenyum, "Wanita manapun akan cemburu saat melihat laki-lakinya menggendong wanita lain," balas Nabila dengan senyum yang terus terpancar dari bibir mungilnya.
"Maafkan aku. Tadi, aku hanya geram, karena mereka berdua telah mengurangi waktu kencan malam Minggu kita, Sayang. Percayalah padaku," jelas Kevin dengan wajah ketakutannya.
Genggaman tangan Nabila semakin erat, lalu Nabila mengangkat genggaman mereka dan mencium punggung tangan Kevin, "Aku tahu, Sayang. Aku percaya pada calon suamiku, ini. Tetapi, aku juga tidak bisa memungkiri, kalau aku cemburu," jelas Nabila.
Hati Kevin menjadi lega seketika, dia sangat bersyukur karena mendapatkan wanita penyabar dan terbuka dengannya, yang paling Kevin sukai dari Nabila selain wajah cantik dan tubuh seksinya adalah sifatnya yang berbeda dari wanita lain, Nabila selalu mengutarakan dan memberitahu Kevin semua isi hatinya tanpa menggunakan kode-kode yang tidak memiliki petunjuk dan penyelesaian.
"Terima kasih," ucap Kevin sambil mencium punggung tangan Nabila.
Suasana di dalam mobil Kevin begitu hangat, senyum kebahagiaan terus mengembang dari bibir kedua anak manusia yang akan segera melangsungkan pernikahan itu.
Berbeda dengan suasana mobil di belakang mereka. Mobil BMW dengan atap yang dibuka menampakkan dua insan yang saling perang dingin, ditambah angin yang bertiup menambah kedinginan di antara mereka.
IG : @ahmd.habib_
Jangan lupa, bantu like, comment, share dan favorit ya 🤗
Dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙