
Nana saat ini berada di mansion Daz, dengan menaiki mobil sendiri tanpa supir dan tanpa memberi tahu Cakra, berniat mengajak Alea jalan-jalan karena dia dia sedang di landa rasa bosan.
" Yuhuuuuuu ka Alea yang cantik jelitha!! " Teriak Nana.
" Nana ini bukan hutan !! " Teriak Alea.
" Kaka juga teriak " Ujar Nana.
" Gimana kondisi kondisi ponakan Nana " Ujar Nana mengelus perut Alea yang sudah mulai membuncit, karena sudah masuk 4 bulan.
" Baik sangat baik, bagaimana dengan si kembar juga? " Tanya Alea.
" Baik dong, siapa dulu mommy nya "jawab Bangga Nana.
" Bang Daz mana ka? " Tanya Nana.
" Biasa ke kantor " Jawab Alea .
" Bagus- bagus " Ujar Nana.
" Emang kenapa? " Heran Alea.
" Nana mau nyulik ka Alea hari ini" Ujar Nana.
" Apaan nyulik bilang-bilang " Jawab Alea sedikit tertawa.
" Gimana kalau hari ini kita ke jalan ke mall" Ajak Nana.
" Wah boleh kaka sudah lama gak jalan keluar" Kata Alea senang.
" Pasti si posesif mengurung kaka kan" Ujar Nana.
" Tuh tau" Jawab alea tertawa.
" Ayo kita pergi ke mall menghabiskan uang pak suami" Ajak Nana.
" Tunggu kaka ambil tas" Ujar Alea.
Setelah siap mereka pun pergi berdua dengan Nana yang menyetir sendiri.
Di kantor Daz kebetulan juga ada Cakra disana mereka sedang membahas kerja sama. Dengan serius namun tak berlangsung lama mereka pun di landa kepanikan. Karena para istri mereka pergi sendiri.
"Kita susul mereka " Ajak Cakra.
" Ok pakai mobil gue aja" Kata Daz.
Setelah mendapat laporan posisi Nana dan Alea, Cakra dan Daz pun langsung menuju ke sana.
Berbeda dengan para suami para istri, ya Nana dan Alea tengah tertawa senang sambil melihat baju-baju bayi. Mereka cuma melihat bukan membeli. Karena waktu lahir jug masih lama
" Lucu banget ini" Ujar Alea memperlihatkan pada Nana baju anak perempuan sangat lucu.- lucu.
" Iya ka lucu banget , kaka udah USG? " Tanya Nana.
" Belum sih , jadi belum tua jenis. Kelamin nya apa" Jawab Alea.
Puas melihat- melihat baju bayi Nana dan Alea pun berpindah ke toko sebrang tepatnya toko yang menjual perhiasan.
Entah ngidam atau apa Nana kepingin membeli nya.
" Mau beli? " Tanya Alea.
" Iya ka maunya si kembar" Kata Nana mengelus perut nya.
" Ya ampun calon ponakan aunty belum lahir seleranya udah yang mahal-mahal" Kata Alea membuat Nana tertawa.
Nana melihat lihat dan tertarik pada sebuah kalung dengan bandul permata biru langka berada di etalase.
" Saya ingin melihat yang ini" Tunjuk Nana pada kalung yang tadi.
Pramuniaga itu pun melihat pada Nana dan Alea sekilas menurut nya pakai ynah di kenakan Nana adalah pakaian yang biasa saja. Padahal sebaliknya.
Dia pun memandang Nana dan Alea dengan sinis meremehkan.
" Pasti hamil anak haram" Batinnya melihat Alea.
" Anda yakin ingin melihat nya, apakah anda mampu membeli nya" Ujarnya dengan nada keras meremehkan.
Belum sempat Nana menjawab terdengar suara dari belakang mereka..
"Sayang aku ingin kalung itu" Seorang wanita lumayan cantik dengan make up tebal menggandeng seorang pria buncit seperti nya itu pacar nya. Menunjuk kalung yang ini di lihat Nana.
Pramuniaga yang melihat wanita dengan pakaian bagus menggandeng seorang pria dengan setelan jas langsung menghampiri keduanya dan mengabaikan Nana dan Alea.Dia melihat pakai keduanya sangat. Modis pasti kedua sangat mudah membeli.
" Ka apa kita kita terlihat miskin? "Bisik Nana.
" Hahha, mungkin dia buta" Jawab Alea di sertai tawa.
Pramuniaga itu pun memanggil junior nya untuk melayani Alea dan Nana sedang dia melayani pria dan wanita tadi.
" Vio urus mereka, saya akan melayani pelanggan ini" Ujar pramuniaga bernama shella tersebut.
" Aku ingin melihat kalung itu" Tunjuk Nana.
"Baik, kalung ini hanya tersedia dua karena memang sangat limited edition ka " Jawab nya sambil mengeluarkan kalung dari etalase dengan tangan yang di lapisi kaos tangan.
" Wah cantik ka gimana kalau kita beli keduanya kaka satu Nana satu" Saran Nana.
" Boleh biar couple " Kata Alea
"Apa kalian yakin mau beli? " Sinis shella.
" Sayang aku mau kalung itu" Kata wanita tadi.
" Berapa harga nya? " Tanya pria tersebut pada shella.
" Untuk satu buah kalung harganya, 1,2 M " Jawab shella.
" Sial itu terlalu mahal aku cuma punya 200 juta saja" Batinnya.
" Sayang bisakah kita berkunjung lagi besok, untuk sekarang aku tak membawa uang sebanyak itu" Jelasnya. Membuat alasan
Wanita itu pun langsung cemberut mendengar permintaan nya tak di kabulkan.
" Bungkus keduanya mba" Ujar Nana.
" Ap-apa, nona serius? " Tanya vio tak percaya .
" Ya " Jawab Nana singkat.
Tiba-tiba 2 orang pemuda tampan masuk kedalam toko perhiasan tersebut dengan senyum semanis mungkin shella langsung menyambut nya.
" Selamat datang tuan-tuan" Sapa. Shella dengan ramah.
" Apa kiranya, yang. Tuan tuna ingin beli? " Tanya shella langsung melayani nya.
Namun kedua pemuda tersebut langsung mendekati kearah Nana dan Alea bisa di tebak ke duanya kalah Cakra dan Dazian yang kelabakan mencari istri mereka.
"Kenapa gak bilang" Ujar Cakra memeluk pinggang Nana.
" Maaf lagi gabut " Jawab Nana.
" Jangan di ulangi" Kata Cakra dengan tegas.
"Maaf " Kata Alea pada Daz.
" Tak apa sayang aku gak akan marah " Kata Dazian.
Pelayanan itu pun merasa heran, dan kelamaan akhirnya dia paham bahwa kedua wanita yang di Remehkan nya tadi bukanlah orang sembarangan seperti pikiran tadi.
" Cantik gak" Kata Nana memperlihatkan kalung nya pada. Cakra.
" Cantik mau beli? " Tanya Cakra.
" Mau ke duanya ya biar couple sama ka Alea " Ujar Nana.
" Iya sayang" Kata Cakra. Nana pun menyerah kan kartu black card nya pada vio dan.
DING... Pembayaran sebesar 2,4 M telah berhasil. Shella dan pasangan tadi terkejut di buatnya.
Mereka tak menyangka bahwa keduanya dengan mudah membeli 2 perhiasan mahal.
Di kerumunan ada yang merasa bahagia dan aja juga yang merasa sedih.
Salah satu yang bahagia ialah vio dan tentu saja yang merasa sedih iyalah shella.
Bagaimana tidak dengan 2 kalung saja vio berhasil mendapatkan bonus puluhan juta.
Shella sangat menyesal karena dia lebih memilih pasangan tadi dan mengabaikan Nana dan Alea.
" Syal sekali aku harus aku yang mendapat bonus itu, ini semua gara-gara pasang tadi. Malah tidak jadi beli pula " Batin shella.
" Terimakasih nona sudah membeli " Ujar vio menyerah black card Nana, dengan senyum manisnya.
" Mau langsung di pakai atau dibungkus ? " Tanya vio pada Nana.
" Langsung pakai aja mba" Jawab Nana.
" Baik nona" Kata vio dan cuma membungkus sertifikat kalung nya saja.
" Ini punya ka Alea " Ujar Nana.
" Terimakasih kasih adik ipar " Ujar Alea.
Cakra dan Dazian pun memakai kalung pada leher istri mereka masing-masing.
" Setelah ini kita beli baju couple buat ka Cakra sama bang Daz gimana " Ajak Nana pada Alea.
" Nooooo " Tolak Cakra dan Dazian dengan lantang.