
Hari ini hari yang di tunggu para murid kelas 12 karna hari ini kelulusan mereka.
Nana sudah selesai di rias di pun keluar dengan cantiknya memakai kebaya modern.
" Aduh anak ayah cantiknya " Puji Dion yang melihat Nana yang baru saja membuka. Pintu kamar nya. Pujian Dion tersebut di balas Nana dengan senyuman
" Ayo sayang cakra sudah nunggu di bawah" Ajak Dion
Nana dan Dion pun menuruni tangga
"Ka cak! " Panggil Nana. Cakra pun berpaling ke belakang dengan senyum mengembang.
" Kamu cantik banget sayang" Puji cakra.
" Kan ayah gak salah bilang kamu cantik" Sahut. Dion.
" Nana!! " Panggil Alea yang baru saja sampai di Mansion fernandez dengan Dazian ya mereka hari ini ikut. Ke acara kelulusannya nana begitu pula kedua orang tua cakra mungkin mereka langsung menyusul ke sekolah nanti.
" Ka Alea " Sapa Nana.
" Mau berangkat sekarang? " Tanya Dazian.
"Iya bang" Jawab Nana.
Nana pun satu mobil dengan cakra, sedangkan Alea tentu dengan Dazian,dan Dion pakai mobil Sendiri.
Tiga mobil mewah itu pun melaju ke SMA Brata.
Selang beberapa menit mobil mereka pun sampai di sekolah. Nana turun dengan anggunnya.
" Aku tunggu di acara ya sayang" Kata cakra.
" Oke ka Nana mau samperin Teman-teman Nana. Dulu.
Dion, cakra , Alea dan Dazian lebih dulu ke aula berkumpul dengan para orang tua yang sudah datang sedari tadi.
" Hai gaessss " Sapa Nana pada Teman-teman nya.
" Ya ampun cantik bet lo" Kata Fira
" Gak ayang! Kmu tetap yang paling cantik bagiku" Kata Mahen.
" Dulu aja gue selalu di satukan" Sahut Nana sambil tertawa.
" Masa lalu nay" Kata Mahen
" Iya iya bucin akut" Ujar Nana.
" ASTAGA!!!! " teriak Sinta yang sedang memegang cermin.
" Kenapa !!!" Sahut Nana, Mahen ,Anya dan Fira kompak.
" Cantik banget gue anjirrrr" Kata Fira.
" Njing! Gue kira apaan " Umpat Fira.
" Bikin kita terkejut aja lo" Kata Nana.
" Lo emang cantik tapi lo masih jomblo" Ejek Anya.
"BANG***T " batin Sinta.
Setelah Perkataan Anya membuat mereka semua tertawa.
" Tunggu aja lo pada setelah gue punya pacar nanti " Kesal Sinta.
" Udah jangan ngambek dong" Bujuk Nana.
" Eh Nay bokap lo masih duda kan? " Tanya Sinta.
"Iya, emang kenapa? " Tanya Nana balik
" Gue deh ngelamar jadi calon emak tiri lo" Asal Sinta.
"Njirrrr dia bokap gue udah tua ego" Kata Nana.
" Gak papa lah yang penting uangnya banyak, antar dapat warisan juga banyak " Ujar Sinta, tersenyum.
" Kayanya ni anak kesambet kunti ganjen" Ujar Fira menepuk kening Sinta.
"Ogah gue punya mak tiri bo**h kaya lo" Kata Nana
"Belum pdkt udah di tolak" Kata Sinta.
" Dah geser ni otak Sinta ayang" Kata Mahen pada Fira.
" Benturin ke baru yok biar sembuh gob**knya " Kata Fira
" Hahhahahaha" Tawa mereka.
Kini mereka semua sudah berkumpul di aula. Setelah beberapa sambutan di utarakan. Akhirnya memasuki acara inti yaitu pengumuman juara kelas.
Para murid kelas 12 sangat antusias dengan hasilnya. Karna mereka semua sudah bekerja keras untuk mendapat nilai tertinggi di ujian kemarin.
" Baiklah kita akan mengumumkan juara dari kelas. Ipa 1 " Kata se orang guru yang sedang jadi pembawa acara.
" Juara ke 3 di raih oleh....... Mahendra siregar!!! " Ujarnya.
" Wahhhh ayang ku juara!! " Teriak Fira dengan senang Mahen pun tak Menyangka dia bisa bisa juara.
" Kepada ananda mahendra siregar serta wali yang mewakili nya silahkan naik ke panggung untuk menerima hadiah, serta piala dan piagam" Ujar MC.
" Maju ego malah melamun" Kata Sinta, Mahen lun sadar dari keterkejutan nya.
Mahen pun naik dengan didampingi ayahnya sebagai wakilnya. Dengan senyuman mengembangkan.
" Aaaa ka Mahen memang hebat"
" Ya ampun pujaan ku"
"Ayang hebat" Teriak para murid para fans Mahen
" Baik sekarang juara 2 di raih oleh... Unaya de Fernandez ! " Kata MC
" Wahhhhhh gila naya juara 2 " Kata Sinta.
" Selamat bestie " Kata Fira
Nana juga tak Menyangka dia bisa masuk 3 besar. Sama seperti Mahen.
Dengan bangga Dion naik ke atas panggung dengan Nana berdiri di belakang Nana.
" Calon istri cakra gitu" Bangga cakra.
" Sekarang yang di tunggu untuk juara pertama di raih oleh...... Anya Brata" Kata MC.
" Gak nyangka para most wanted pada masuk juara " Kata para murid.
Mereka be 3 pun mengambil hadiah dari wali kelas.
Acara pun dilanjutkan dengan pengumuman juara dari kelas lain.
Nana dkk pun sudah turun dari panggung namun dia tak menuju Teman-teman nya melainkan menuju kursi cakra dan yang lainnya.
" Kamu hebat banget sayang " Kata cakra memeluk Nana dan menyerah kan buket bunga
" Makasih ka " Ujar Nana tersenyum senang.
" Anak siapa dulu" Bangga Dion.
" Nana juga anakku " Sahut Arga.
" Tapi di anak kandungku " Ujar Dion.
" Heh kalian ini selalu berdebat, bukannya hari Senang-senang" Marah Sandra.
" Sayang jangan marah" Bujuk Arga.
" Rasakan" Ejek Dion.
" Kau pun sama " Sahut Sandra.
Sementara cakra dan nana hanya tertawa melihat kelakuan orang tua.
" Selamat ya de " Ujar Dazian menyerahkan buket bunga.
" Terimakasih abangku" Peluk Nana.
" Kaka gak di peluk juga nih " Kata Alea
" Ya ampun sayang kamu cemburu "ujar Dazian.
" Ya harusnya aku lebih dulu yang di peluk Nana " Ujar Alea pura-pura merajuk.
" Sayang maafin " Bujuk Dazian
" Minggir kau " Kata Alea menggeser Dazian,kemudian dia memeluk Nana.
" Aku tersingkir" Kata Dazian yang mengundang tawa mereka.
" Nana mau ngumpul sama temen-temen dulu gak papa kan" Kata Nana.
" Tentu sayang" Jawab cakra.
" Kalau begitu ayah dan yang lainnya pulang duluan ya" Kata Dion.
" Kalo ada apa-apa kabari ya sayang ujar cakra.
" Siap bosku, makasih ya udah pada. Datang di kelulusan Nana" Ujar Nana tulus
" Sama-sama sayang " Kata Sandra.
" Kalian semua hati-hati ya pulangnya " Ujar Nana.
" Iya " Jawab mereka serempak. Setelah mengantar Nana kembali berkumpul dengan Teman-temannya. Yang sudah ingin beranjak pergi.
" Tunggu " Panggil Nana.
" Yah kita kirain lo udah balik " Kata Sinta.
" Belum dong " Ujar Nana.
" Eh kita kelapangan yu" Ajak Sinta.
" Ngapain " Sahut Fira
" Ya ampun ego bet sih lu, foto-foto lah" Ujar Sinta.
" Iya iya buat kenangan kenangan " Kata Anya.
Mereka pun beranjak pergi dari aula acara ke lapangan, rupanya di sana sudah banyak, para murid yang sedang asik berfoto-foto.
" Selamat kaka" Sapa Nia pada Nana dkk.
" Makasih Nia " Kata mereka.
" Foto in kita dong " Ujar Sinta seraya menyerahkan kamera pasa Nia.
" Lo bawa kamera? " Tanya Fira
" Iya dong persiapan " Sahut Sinta.
Mereka pun berdiri berjejer dengan Nana serta yang di tengah.
Cekrek.
"Ganti pose ka" Suruh Nia.
Cekrek, cekrek.
Sudah banyak foto yang mereka hasilkan.
" Gue mau foto berdua dong sama ayang Fira" Kata Mahen.
" Minggir minggir kita yang ngontrak minggir " Kata Sinta.
Sementara Anya dan Nana hanya menertawakan mereka.
Selesai Fira. Dan Mahen foto berdua. Mahen pun di kerubungi para fans nya untuk minta foto.
"Ka Mahen ganteng banget"
"Ka Mahen foto bareng"
"Ka Mahen ka Mahen" Itulah kira-kira teriakan para siswi yang sibuk berebut untuk berfoto sama Mahen.
" Orang tampan memang susah" Kata Fira, yang sudah tersingkir ke pinggir.
"Udah tinggalin dulu ayang lo mending kita ke kantin dulu gue haus nih" Kata Nana.
Mereka pun menuju kantin meninggalkan Mahen.