
Malam ini Sagara memutuskan untuk menginap di mansion Aksa, tentu Queen juga sama. Mereka berdua sudah izin pada Cakra untuk menginap di rumah teman mereka. Sekaligus menghindari Cakra agar tidak tau tentang kondisi Queen. Itu pun juga atas permintaan nya Queen sendiri.
Makan malam pun tiba Aksa mereka bertiga makan di dalam kamar Aksa, menemani Queen yang tak di perbolehkan Aksa untuk turun dari tempat tidur kecuali dia ingin ke toilet itu pun di temani oleh Aksa.
" Ini mansion milik siapa sebenarnya Sa? " Tanya Sagara.
" Punya gue " Jawab Aksa.
" Beneran? " Tanya Queen tak percaya pasalnya mansion yang mereka tempati adalah mansion mewah dengan 4 lantai . Aksa mengangguk dengan yakin.
" Bagaimana bisa? " Ujar Sagara. Tentu saja Sagara dan Queen menatap tak percaya, pasalnya yang mereka tau Aksa adalah seorang gus anak dari seorang kiyai pendiri pondok pesantren di Jawa. Dan mereka juga tak pernah mencari tau lebih jauh tentang Aksa.
." Gue memiliki perusahaan gue sendiri, Aks grup" Jelas Aksa.
,"itu kna perusahaan no 1 se-Asia " Sahut Queen.
" Ya ampun pacar ku ternyata Sultan " Senang Queen. Aksa tersenyum bangga mendengar pujian dari sang kekasih.
"Jadi lo pemilik nya, gue gak nyangka ternyata CEO Aks grup itu lo, pasal nya kan selama ini lo tak pernah nunjukin barang hidung lo, selalu bergerak di belakang asisten lingga" Ujar Sagara panjang kali lebar.
" Karena Gue masih terlalu muda, untuk nunjukin diri" Jawab Aksa.
Di rum3ah sakit seorang gadis menangis tersedu-sedu kerena orang yang pling no 1 di hati bahkan dengan tega memukul nya hanya karena membela seorang ja**ng " Pikirnya
" Hiksss... Hikss... Ayah harus bisa lenyapin ja**ng itu" Katanya pada ayahnya.
" Ani tenang saja ayah pasti akan membereskan nya" Jawab laki-laki yang dia panggil ayah.
"Pokoknya aku mau dia mati ayah biar Aksa jadi milikku " Kata Anin terobsesi pada Aksa.
Sudah 2 hari Queen menginap di mansion Aksa 2.hari itu pula Queen tidak pergi sekolah.
Cakra pun juga sudah tau kalau Queen menginap di mansion nya Aksa. Awalnya Cakra sedikit tidak percaya Aksa seorang putra kiyai memiliki mansion mewah namun setelah di jelaskan Cakra pun paham.
" Sayang aku pulang! " Kata Aksa saat memasuki mansion.
Queen menyambut kedatangan Aksa sudah seperti. Seorang istri. Menghambur ke pelukan Aksa .
" Sayang aku bosan , bisakan kita pergi jalan keluar " Ucap Queen .
" Tentu, sebentar ya aku ganti baju dulu"ujar Aksa.
Aksa sudah selesai bersiap mereka pun keluar mansion langsung masuk dengan Aksa yang mengemudikan nya.
" Kita mau kemana sayang? " Tanya Aksa pada Queen.
"Gak tau penting jalan-jalan" Jawab Queen.
" Baiklah " Ucap Aksa langsung menjalankan mobilnya membelah jalan menuju tempat yang akan di tunjukan Aksa.
Di sebuah markas****
" Jack gimana? , kenapa saya tidak mendapat kabar juga tentang gadis itu? " Ucap pria paruh baya ia adalah bos kelompok mafia baru White Ace. Yap ayahnya si Anin.
" Maaf bos rencana kami selalu saja ada yang menggagalkannya " Jawab Jack orang yang menjadi tangan kanannya Fardo.
" Kenapa bisa gagal bukankah kata Anin dia cuma gadis biasa"
" Saya kurang tau bos, tapi saat saya menyelidiki identitasnya terkunci dan hacker kita tak bisa menembus nya! " Jelas Jack.
" Mungkin dia bisa saja bukan gadis biasa" Ucap Fardo.
" Dan satu lagi dia di jaga dengan sangat ketat bos " Kata Jack.
" Siapa yang menjaganya, sebenarnya dia anak dari keluarga mana? " Tanya Fardo.
." Itu dari mafia dengan lambang baju BD dan yang kedua memiliki tato bunga mawar bos" Jelasnya.
" Apa kamu bilang! " Ucap Fardo terkejut karena ia tahu mafia BD atau black diamond dan mafia dengan tato bunga mawar alias Azzura rose. Kedua nya mafia terkenal dengan kekejaman nya.
" Jadi bagaimana bos ? ? " Tanya Jack.
" Tetap jalankan jika mereka lengah langsung serang" Ujar Fardo.
" Baik bos" Jawabnya.
" Sudah kamu boleh pergi" Ucap Fardo, Jack oun segera pergi dari ruangan itu.
Kini Queen dan Aksa surah sampai di taman bunga yang indah dengan hamparan bunga dan beberapa pohon rindang nuntut berteduh di bawahnya.
" Sayang sudah sampai " Kata Aksa keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Queen.
" Di taman sayang " Jawab Aksa berjalan bergandengan tangan menuju salah satu bangku di bawah pohon.
" Sayang mau itu" Tunjuk Queen pada pedagang es krim.
" Boleh , mau rasa apa? " Tanya Aksa.
" Rasa vanilla yah! "Jawab Queen.
" Oke kamu tunggu sebentar ya sayang, jangan kemana-mana " Ucap Aksa dan langsung pergi menuju ke tempat penjual es krim.
" Es nya 2 pak yang rasa vanilla ya"
" Iya tuan sebentar "
Sesekali Aksa melihat ke arah Queen yang sedang memainkan hpnya.Sambil menunggu es krim siap.
" Ini tuan" Kata penjual Eskrim menyerahkan nya pada Aksa.
" Berapa pak? " Tanya Aksa.
" 20 ribu tuan" Jawab nya.
Aska pun menyerahkan selembar uang 50 ribuan pada penjualnya.
" Kembaliannya ambil saja " Ucap Aksa. Langsung pergi ketempat Queen.
" Ini sayang " Kata Aksa memberi satu es krimnya pada Queen.
"Terimakasih yank" Ujar Queen dengan senyum yang manis. Membuat Aksa menjadi gemas, dan mencubit pipinya.
" Awwww, sakit tau" Kata Queen mengusap pipinya bekas cubitan Aksa.
" Hehehe maaf sayang, habisnya kamu terlalu menggemaskan " Kata Aksa.
" Yank! " Panggil Queen.
" Iya sayang ku kenapa? " Jawab Aksa.
" Kamu ngerasa gak? " Tanya Queen lagi pada Aksa.
" Ngerasa apa maksud nya? " Tanya balik Aksa.
" Seperti ada yang mengawasi kita" Ucap Queen, karena Queen yang terlatih dari kecil , hingga dia pun menjadi sangat peka pada sekitar nya.
" Ya itu sudah dari kita di jalan tadi aku juga ngerasa ada yang mengawasi gerak gerik kita dari tadi " Timpal Aksa. Memberitahu pada Queen.
" Aku akan telpon, bang gara biar dia kirim anak buah buat kita" Kata Queen.
" Tak perlu sayang, biar anak buahku yang menyingkirkan mereka" Ujar Aksa. Menghubungi seseorang.
"Hah? " Bingung Queen.
Kali ini Aksa sebelum pergi bersama Queen dia sudah menyiapkan beberapa anak buahnya untuk berjaga, agar tidak terjadi lagi kejadian penembakan seperti di taman sebelum nya. Dan Aksa pun tau, bahwa Queen juga di jaga oleh mafia Azzura rose.
" Sepertinya mereka mengincar ku" Kata Queen.
"Kamu tenang saja sayang aku akan menjaga mu, takkan ku biarkan mereka menyakiti mu barang sedikit pun" Ucap Aksa dengan tatapan tulus.
" Aku percaya padamu" Kata Queen.
" Tempat ini terlalu ramai, mereka juga tidak akan bisa bertindak di keramaian, bisa mengundang keamanan negara." Ujar Aksa.
" Kita ke pertigaan sayang, anak buah baby gara sudah Standby disana " Kata Queen.
Sesampainya mereka disana Aksa menghentikan mobil nya .
Dan tak berselang lama mobil mereka sudah di kepung oleh puluhan orang berpakaian hitam.
" Keluar atau kami pecahkan" Ancam lelaki. Tersebut sambil menodong kan senjata.
Anak buah Aksa yang berada di balik pohon menembak tangan dan kaki lelaki tersebut. Begitu juga para anak buah lelaki tersebut tak luput dari sasaran tembakan anak buah Aksa.
" Tetap di mobil sayang" Kata Aksa.
Aksa keluar dari mobil menghampiri lelaki yang menjabat sebagai ketuanya dengan aura dingin membuat ketua kelompok tersebut terintimidasi , cuma Queen yang santai walaupun dia juga merasakan aura yang di keluar kan Aksa mengerikan.
" Siapa Aksa sebenarnya? " Batin Queen.