
Sudah 15 menit bell istirahat berbunyi tapi Nana dkk baru saja ingin pergi ke kantin.
" Lo pada pesan apa ?" Tanya Sinta
" Gue bakso sama teh es " jawab Fira
" Juga sama kan aja sama Fira" ujar nana
" Nya Lo bantuin gue bawa ya" kata Sinta
" Oke deh" jawab Anya
" Kita nunggu kursi pojok sana ya gaess" ucap Sinta
" Oce " kata Sinta mengangkat tangannya tanda oke
Nana dan Fira pun menuju kursi pojok yang masih kosong.
" Tuh liat Natan sama murid baru!" Tunjuk Fira
" Cecil namanya " jawab Nana
" Oh ya cecil" kata Fira
" Biarin toh gue udah gak ada hubungan lagi , dari pada makan Hati" sahut Nana
" Benar Lo , untung mata batin Lo ke buka " ujar Fira
" Anjing , indigo dong gue , haha" kekeh Nana mendengar ucapan Fira
" Hahaha ya juga ya" jawab Fira
Baru saja mereka duduk di kursi, geng Tiger pun datang ( Gabriel Jay sama Damian) kecuali Natan yang masih setia dengan Cecil di samping nya.
" Udah di tunggu dari tadi baru nolong kalian" ujar Jay
" Lagi malas melangkah tadi" jawab Fira asal.
" Eh baby gue mana nih?" Tanya Gabriel
" Baby baby!!! Tuh bayi Lo lagi pesanin makanan Sam Sinta noh" tunjuk Fira, Gabriel pun mengikuti arah jari Fira dan menemukan gadisnya disana.
"Lo beneran mutusin Natan nay?" Tanya Jay
" Menurut Lo?" Tanya Nana balik
" Ye malah balik nanya" jawab Jay
" Kalian udah tanya sama Natan belum" ujar Fira
" Udah si katanya Naya yang minta putus " jawab Damian
" Kenapa Nay?" Tanya Gabriel
" Emang Natan gak cerita kenapa gue mutusin dia?" Tanya Nana geng Tiger pun menggeleng.
" Huuuh" Nana menghela napas. Mengkode Fira.
" Jadi gini......" Fira pun menjelaskan masalah Nana sama Natan pada geng Tiger.
" Cih, Natan yang bodoh" ujar Jay
" Beneran bodoh" sambung Gabriel
" Lo pada kenapa gak ngumpul sama Natan disana?" Tanya Fira.
" Gedek gue liat Cecil, caper banget " jawab Jay
" Natan juga bodoh mau-mau aja nurutin Cecil" kata Gabriel.
" Ya bener Lo pada Natan ke berubah gak sih atau cuma perasaan gue aja?" Tanya Damian
" Emang bener kaya Lo , gue juga ngerasa " ujar Jay
" Lo pada gak tau ya?" Ujar Fira gantung
" Apaan?" Tanya mereka Heran
" Cecil itu bukan hanya sahabat tapi juga cinta pertama nya Natan " ujar Fira
Setelah mendengar ucapan dari Fira pun sontak geng geng Tiger pun melotot terkejut.
" Anj......." Belum lagi selesai Damian mengucapkan kata, Sinta dan Anya datang membawa makan mereka di bantu bibi kantin
" Makanan datang" ujar Sinta
" Makasih bi udah di antar " ujar Fira.
" Serius banget pada cerita apa sih?" Tanya Anya yang mendudukkan diri di samping Gabriel.
"Itu si Natan " tunjuk Fira, anya pun menoleh ke arah Natan.
" Kamu gak ngumpul sama Natan by?" Tanya Anya
" Males! Caper banget tuh cewek" kata Gabriel.
" Gue ke toilet bentar ya" ujar Nana.
" Mau gue temani gak?" Tawar Fira
" Gak perlu " jawab Nana. Nana pun segera menuju toilet.
" Nat aku ke toilet bentar ya" ujar Cecil.
" Iya " jawab Natan. Cecil pun melangkah menuju toilet saat sudah di dalam toilet di lihat nya Nana sedang mencuci tangannya di wastafel.
" Lo pasti sakit hati kan saat Natan milih jalan sama gue di banding sama Lo " ujar Cecil .
" Biasa aja " jawab Nana
" Bagus deh kalo ngerasa begitu , thanks juga udah mutusin Natan , Karna Natan hanya milik gue " kata Cecil.
" Ambil tuh bekas gue " tegas Nana
" Bekas Lo , Lo bilang!! " Emosi Cecil.
" Ya emang bekas gue kan ambil aja gue gak butuh " ujar Nana.
Cecil pun marah, hendak menjambak Nana. Tapi Nana lebih gesit dan menjambak nya lebih dulu.
" Oh sekarang mau main Jambak-jambakkan ya" kata Nana yang tangan masih di rambut Cecil.
" Awwwwwww... Sakit bangsat " rintih Cecil.
Brukkk
Cecil mendorong Nana sampai jatuh.
" Awas Lo gue balas " ujar Cecil menarik membalas rambut Nana saat Nana terjatuh.
•
" Kenapa Cecil lama banget?" Gumam Natan. Natan pun berniat menyusul Cecil.
Sesampainya di depan toilet. Karna toilet cewek Natan hanya memanggil nya di depan.
" Cecil !!!" Teriak Natan dari luar . Tapi bukan sahutan yang di dengarnya melainkan teriakan merintih .
Sementara di dalam Cecil masih Jambak-jambakkan dengan Nana, bis saja nan menghajar nya seperti menghajar penjahat. Tapi dia masih berpikir baik.
Cecil yang mendengar panggil Natan pun langsung melepaskan tarikan di rambut Nana dan menjatuhkan dirinya sendiri kelantai seperti orang yang sedang teraniaya.
" Ko lama banget sih Naya ?" Tanya Fira.
" Kita susul aja ke toilet" ajak Sinta. Mereka pun berbarengan menuju toilet
Mendengar rintihan Cecil Natan pun bergegas masuk kedalam tanpa pikir.
" ASTAGA CECIL!!!" Teriak Natan terkejut melihat Cecil yang berbaring di lantai dengan rambut acak-acakan merintih kesakitan. Natan pun langsung menghampiri nya
" Apa yang terjadi?" Tanya Natan khawatir.
Cecil yang berpura-pura lemah menukik ke arah Nana.
" Cih! Drama " sindir Nana.
" Nay kamu kenapa jadi gini sih?" Tanya Natan menuduh Nana.
"Dia marah Nat Masalah kemarin" ujar Cecil dengan lemah.
" Bukan gue dia jatuh sendiri" kata Nana membela dirinya.
" Gak mungkin Cecil jatuh sendiri sementara baju rambutnya kenapa juga ikut acak-acakan" tegas Natan
" Lo gak liat gimana tampilan gue" kata Nana, rambut Nana juga sedikit acak-acakan akibat tarikan cecil.
" Dia yang Jambak gue lebih dulu , gue cuma meladeninya aja " ujar Nana santuy
" Gak Nat bukan aku" bantah Cecil
" Iya ku percaya " jawab Natan
Tak lama Fira dkk pun juga datang ke toilet mereka langsung masuk Karna mendengarkan keributan. bahkan Jay, Gabriel,DNA Damian pun juga ikut masuk mereka gak perduli lagi itu toilet cewek.
"Nay kenapa ?" Tanya Sinta yang melihat rambut serta baju Nana yang sudah kusut.
" Tuh" tunjuk Nana pada Cecil dan Natan yang masih di.lantai.
" Oh drama toh!" Ujar Anya.
"Balik kelas yu" ajak Fira.
Nana dkk pun melangkah meninggalkan Natan dan Cecil.
Sementara geng Natan masih memandangi Natan yang tengah khawatir pada Cecil.
" Lo bodoh Nat"ujar Jay.
Natan yang mendengar pun langsung menatap tajam Jay.
" Kita balik" ajak Damian mereka pun meninggalkan Natan dan Cecil.
" Aku bawa kamu ke UKS ya " ajak Natan
" Hiksss sakit Nat" keluh Cecil.
" Iya nanti aku obatin" ujar Natan
" GaK kuat jalan hiksss " keluh Cecil , lekas Natan pun langsung menggendong Cecil menuju UKS ala bridal style. Kegiatan Natan tersebut tak luput dari penglihatan siswa/i yang masih di luar kelas.