Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
pesona Nana



Brukkkkkkk.


Nana terjatuh karena seseorang menabraknya tanpa sengaja.


" Sorry" Katanya mengulurkan tangannya pada Nana yang tertunduk .


" Ya" Jawab Nana mengangkat Kepala melihat siapa yang menabrak nya.


Ternyata seorang pemuda tampan yang menabrak nya.


Deg


Deg


Detak jantung pemuda itu berdetak dengan cepat saat melihat rupa Nana. Badannya membeku terpesona dengan Nana.


Nana mengangkat alisnya memandang pemuda itu dengan heran. Nana berdiri tanpa menyambut uluran tangan pemuda itu.


" Aneh " Gumam Nana meninggalkan pemuda yang masih terdiam dengan mata yang tak lepas memandang Nana.


Merasa Nana menjauh pemuda itu pun sadar dari pesonanya Nana. Dia pun langsung mengejar Nana.


" Hai sorry yang tadi" Sapa nya pada Nana.


" Ya " Jawab Nana singkat.


" Tunggu dulu" Tahan menahan jalan Nana.


Nana menyerit heran pada pemuda itu.


" Kenalin gue Devano wirawan " Ujar nya.


" Naya" Jawab Nana singkat lagi.


"Ko dia biasa aja , gak tau keluarga wirawan? " Pikiran Dev.


Yap keluarga Devano keluarga kaya meski tak. Sekaya keluarga Nana, keluarga wirawan termasuk orang terkaya masuk 10 besar.


Siapa sih yang gak tau, kecuali Nana.


" Sorry duluan " Kata Nana berlalu menuju Mahen dan Fira.


Dev pun tersenyum .


"Mine! " Batinnya.


Gak tau aja dia Nana udah punya pawang.


" Kenapa tadi lo? " Tanya Fira.


" Gak papa ko" Jawab Nana.


" Lo kenal siapa yang nabrak gue tadi? " Tanya Nana.


" Tau " Jawab mereka.


"Siapa? " Tanya Nana. Karna merasa heran dengan sikap Dev saat memperkenalkan dirinya tadi.


" Diakan Devano wirawan yang kekayaannya masuk 10 besar! " Jawab Mahen.


" Oh" Ujar Nana biasa saja.


" Bagi lo sih itu biasa secara langsung kan bokap lo aja no 4 terus keluarga laki lo no 2 dan keluarga mantan lo no 3 ".ucap Fira.


" Iya ayang kalo bandingin kekayaan sama Naya sih gak bakalan menang" Ujar Mahen.


" Hehehe gue kan gak tau" Kekeh Nana.


" Kalian kan juga kaya" Puji Nana.


" Apalagi lo kaya kaya monyet" Ejek Nana pada Fira.


" Ayang gue cantik gini di bilang monyet " Ujar Mahen, menatap Nana tajam.


" Tau aku kan cantik ya ayang! " Pd Fira. Manja pada Mahen.


" Jijik gue. Udah gue mau ke kelas bye, ketemu di kantin" Ujar Nana.


Jam kuliah Nana sudah berakhir.


Kini dia duduk di kantin dengan bakso di depannya sambil menunggu dua cecunguk.


" Kaka ipar " Sapa Sean yang menghampiri nya.


" Ya" Jawab Nana.


" Ih dingin banget sih" Ujar Bara.


" Dede Sinta mana neng ? " Tanya Lucas yang ikut duduk di meja Nana.


" Gak masuk" Ujar Nana.


" Gara-gara kuah kemarin ? " Tanya Lucas.


" Iya gitu" Ujar Nana.


" Nah nih dia, kita cari juga dari tadi" Kata Fira langsung duduk samping Nana.


" Ngapain cari gue ? Kan dah gue bilang ketemu di kantin" Kata Nana.


" Ya lupa " Kata Fira mengaruk leher yang tak gatal.


" Lama dah mau habis nih bakso" Ujar Nana menatap bakso di depannya.


" Gue pesenin lagi ya" Bujuk Fira.


" Boleh" Ujar Nana yang memang masih lapar.


" Dasar perut karet" Ejek Sean.


" Gue bilangin bunda lo" Ancam Nana. Sean pun melotot pada Nana.


" Sih, bunda terus " Decak kesal Sean.


" Ayo ayang pesan" Suruh Fira pada Mahen.


" Kamu mau apa sayang ? " Tanya Mahen.


" Samain sama Naya aja, minumannya juga" Ujar Fira.


" Gini ya jomblo kadang iri dengan kemesraan yang ada" Kata Bara.


" Makanya cari pacar " Ejek Lucas.


" Eh lo juga jomblo, bahkan kita bertiga ini jomblo bang**t" Sahut Bara ngegas.


" Hahahaha" Tawa mereka.


" Baperan banget sih" Kata Fira.


Hahahaha, tawa mereka menertawakan Bara.


" Bar pesan sono" Suruh Sean.


"Okeh karna gue lagi baik" Ucap Bara.


" Gue kaya biasa bar" Ujar Lucas.


"Lo bantuin gue bawa bo**h" Kata Bara menarik Lucas.


Tak lama pesanan mereka pun datang.


" Macih ayang" Kata Fira.


" Jijik gue " Kata Nana


" Iri bilang" Ujar Fira.


Nana geleng-geleng melihat kelakuan kedua sahabat nya itu.


" Hai ketemu lagi" Sapa seseorang menyapa Nana.


Nana pun mendongak melihat siapa , dan ternyata Devano lagi yang menyapanya.


" Minggir lo" Usir Dev pada Sean yang duduk di samping Nana.


" Apa sih lo datang-datang bikin rusuh" Ucap Sean tak Terima.


" Lo siapanya dia!!!!" Bentak Devano .


" Gue adiknya mau apa lo! "Balas Sean yang sudah berdiri tak Kalah lantang.


Memang Sean dan Devano tak pernah akur. Karena Devano merasa tersaingi dengan adanya Sean. Bahkan sekarang juga Devano semakin tak menyukai Sean karena mendekati cewek yang di sukainya.


" Sejak kapan kaka lo berubah jadi cewek, setau gue dia cowok, lo pikir gue gak tau ngaku-ngaku lo" Tunjuk Devano.


" Sih , jadi lo suka sama dia" Decak Sean.


" Kalo iya kenapa, minggir lo" Ucap Devano mendorong Sean kesamping.


Sean yang tak Terima pun membalas. Hingga jadilah adegan pukul- pukulan.


Sedangkan Nana sedari tadi masih cuek memakan bakso bawaan Mahen. Namun saat melihat Devano memukul Sean pun dia langsung marah.


Brakkk. Nana memukul meja dengan tangannya membuat yang ribut tadi terdiam. Nana memang lebih muda dari pada Sean tapi dia lebih dewasa dan juga dia kaka iparnya Sean.


Nana pun bangkit dari kursinya. Menghampiri Sean dan Devano, Devano yang mengira Nana menghampiri sontak melepaskan cengkraman dari baju Sean.


Lalu tersenyum manisnya pada Nana. Namun perkiraan nya salah, Nana ternyata malah menghampiri Sean.


" Sudah ayo pulang" Ajak Nana pada Sean.


Para sahabat Sean yang tau siapa Nana pun tersenyum menang.


Sean sangat menjaga Nana di kampus ini, karena kaka berpesan. Dan dia pun tak ingin para lelaki mendekati Kaka ipar nya yang cantik ini. Walaupun di rumah mereka sering saling mengejek, namun saat di luar mereka saling menjaga.


" Lo " Tunjuk Devano heran pada Nana.


" Gue emang kaka nya kenapa ? " Jawab Nana


Sean pun tersenyum menang mendengar perkataan Nana.


" Sean pulang" Ajak Nana.


Sean pun langsung berdiri mengikuti Nana meninggalkan kantin.


" Duluan ya" Ujar Nana.


" Oke best" Sahut Fira mengangkat jempol nya. Karena dia masih asik dengan baksonya. Makanya tak menyusul begitu pun Bara dan Lucas masih stay dengan makanan mereka.


" Emang beneran kaka nya? " Tanya Devano masih tak percaya.


" Seperti yang lo dengar tadi" Jawab Bara.


" Tapi..


" Dia kaka ipar nya Sean " Potong Lucas.


" Hah jadi.. " Ucap Devano menggantung.


" Ya istri kaka bo**h" Ujar Bara.


" Sih gak percaya gue" Ucap Devano.


" Terserah lo" Ujar Lucas.


" Gue tau kaka nya yang bernama Cakra itu baru kawin tapi gak mungkin sama Naya " Bantah Devano.


" Siap-siap patah hati aja deh lo" Kata Bara.


" Paling akal akalan kalian aja supaya gue gak ngejar-ngejar Naya kan" Ujar Devano.


" Terserah lo, ngapain nanya kalo gak percaya juga" Ujar Bara bangkit dari duduk selesai dengan makannya begitu pula Lucas.


" Kita duluan " Kata Lucas pada Fira dan Mahen.


Mereka berdua menjawab dengan anggukkan.


" Sudah ayang" Kata Fira.


" Ya Sudah ayo pulang " Ajak Mahen.


Tinggallah Devano sendiri memikirkan perkataan mereka tadi masih tak percaya cewek se muda Nana itu sudah jadi istri orang.


(Kan udah author bilang masih gak percaya, gak tau lagi deh kalo nanti malah sakit hati. )