Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Rencana Mahen



Malam ini mahen berencana melamar Fira, sang pujaan hatinya setelah hampir 3 tahun berpacaran.


Dia sudah meminta restu dari kedua kepada tua Fira


Dan meminta bantuan untuk menyempurnakan


skenario nya. Tentu dengan campur tangan para sahabat. Saat ini Fira sedang berada di mall di temani Sinta, selagi mereka mempersiapkan lamaran untuk Fira.


Rencananya Mahen akan berpura-pura kecelakaan.


Persiapan pun sudah matang tinggal jalanin rencana. Lokasi nya berada di rumah sakit.


" Fir kalo Mahen lamar lo Terima gak? " Tanya Sinta.


" Tentu dong" Langsung Fira jawab.


" Ceyeee. Udah gak sabar jadi istri kayanya" Ujar Sinta


" Apaan sih" Malu Fira di ejek Sinta.


"Lo mesti ke salon nih fir perawatan biar Mahen tambah klepek-klepek sama lo" Saran Sinta.


" Males gue, pengen pulang aja udah penuh nih tangan" Ujar Fira mengangkat tangan penuh paper bag.


" Kringggg


Kringgg.


Telpon Fira berbunyi. Fira pun langsung mengangkat nya setelah tau siapa si penelepon.


" Halo mah" Ujar Fira.


" ..... "


" Ap apa, Fira ke sana sekarang " Ujar Fira, dengan air mata yang mengalir deras.


"Kenapa fir. ? " Tanya Sinta berpura-pura tak tahu.


" Mahen kecelakaan " Lirih Fira.


Sebenarnya Sinta tak tega melihat Fira menangis tapi demi usahanya Mahen dia pun melanjutkan perannya.


" Kita berangkat sekarang " Ajak Fira. Menarik Sinta Bahkan Fira melupakan belanjaannya yang terjatuh dilantai.


Ya yang menelpon Fira tadi adalah Elena mamanya Mahen. Karena sudah kenal dan akrab dengan mama nya Mahen Fira juga memanggil Elena dengan sebutan mama.


" Mahen sudah menyewa dokter dan ruangan untuk melancarkan aksinya.


"Kepala di perban dengan sedikit darah buatan. Serta di tangan juga.


"Fira menuju kemari " Ujar Elena.


" Okeh mah orang tua Fira udah datang belum ? "Tanya Mahen.


" Belum mungkin setelah Fira sampai disini baru mereka juga datang agar Fira tak curiga.


Fira yang baru sampai di rumah sakit langsung berlari resepsionis menayangkan Mahen.


Di depan ruangan UGD Fira melihat kedua orang tua Mahen. Dirgantara siregar dan Elena siregar.


Mereka berdua memasang muka sedih anak khawatir agar Fira nanti nya percaya.


Elena kini tengah menangis di pelukan Dirga.


" Mama.. Gimana Mahen? " Lirih Fira. Tak henti mengeluarkan air mata.


Sebenarnya Elena tak tega melihat sang menantu menangis seperti itu, tapi demi sang putra dia pun menurutinya.


" Mahen masih ditangani dokter" Jawab Dirga.


Drapp


Drpapp.


Orang tua Fira pun sampai di sana, dengan alasan di telpon Elena. Sehingga Fira tak curiga sama sekali pada mereka.


"Sabar ya sayang Mahen pasti kuat" Ujar Diana.


" Hiksss Fira takut. " Ujar Fira.


Ruangan UGD pun terbuka dokter keluar dengan muka lemas.


Mereka semua langsung menghampiri dokter menanyakan keadaan Mahen.


" Gimana keadaan anak saya dok? " Tanya Elena.


Dokter hanya menggelengkan kepala.


" Enggak gak mungkin" Histeris Elena.


" Kenapa mah apa kata dokter" Tanya Fira.


" Kami gagal menyelamatkan pasien, kami mohon maaf" Jelas dokter.


Fira mendadak kaku, mendengar perkataan dokter.


" Enggak gak mungkin " Ucapnya tak. Terima.


"Minggir " Kata Fira masuk kedalam ruangan melihat keadaan mahen muka pucat penuh lebam kepalanya bahkan sudah di perban dokter.


" Hiksss, gak mungkin kamu ninggalin aku kan ayang" Lirih Fira memeluk tubuh Mahen terbaring di ranjang.


" Aaaaaaa hiksss bukannya kita mau nikah, kamu tega ninggalin aku" Ujar Fira. Terisak.


" Kamu bahkan belum lamar aku bangun ayang" Kata Fira.


Mahen sangat ingin bangun menghapus air mata Fira namun masih di tahannya.


" Aku nyusul kamu ya" Ucap Fira.. Sontak membuat Mahen langsung membuka matanya.


" Ayang" Ujar Mahen. Memeluk Fira.


" Hiksssss , jangan pergi " Lirih Fira di sela tangisnya.


" Maaf maaaf" Ujar Mahen.


" Aku cuma mau buat surprise " Ujar Mahen


Mahen turun kebawah berlutut pada Fira mengambil cincin di kantong bajunya. Lalu membuka nya di hadapan Fira.


" Will you marry me? " Kata Mahen.


" Kamu gak. Romantis ayang aku rasa mau mati" Ujar Fira


" Maaf maaf " Kata Mahen.


Prokk


Prokk


Suara tepukan tangan dari luar menggema.


" Kalian semua tau? " Tanya Fira.


Mereka pun mengangguk mengiyakan.


" Iya ini semua rencana Mahen sayang " Jawab Diana.


" Lo juga datang Nay? " Ujar Fira.. Yang melihat Nana juga ada disana padahal tadi tidak ada.


" Tentu gue kan mau lihat sahabat gue di lamar" Jawab Nana.


" Selamat bestie " Ucap Nana.


" Iya fir selamat " Ucap Sinta


Fira merasa kesal, tapi juga merasa bahagia, otak Fira pun membuat sebuah ide mengerjai mereka semua.


Brukkkk


Fira jatuh pingsan.


Tepat di pelukan Mahen.


" Sayang.. Hei bangun " Panggil Mahen.


" Mah Fira.... " Ujar Mahen langsung meletakkan Fira di ranjang.


Sedangkan yang lain memanggil dokter.


" Maaf maaf aku gak maksud bikin kamu begini" Ujar Mahen khawatir menggenggam tangan Fira. Bahkan Mahen mengeluarkan air matanya.


" Rasain taukan khawatir nya gue bahkan tadi rasanya udah gak punya nyawa lagi liat lo pura-pura mati" Batin Fira kesal.


" Mana dokter nya mah? " Tanya mahen pada mamanya.


" Tunggu ayah lagi panggil " Ujar Elena.


" Maafin aku ayang" Lirih Mahen.


" Aku janji gak bohongin kamu lagi" Ujar Mahen.


" Bener! " Ujar Fira. Langsung bangun


" Sayang, kamu pura-pura? " Tanya Mahen.


" Hehe, 1 sama " Ujar Fira.


" Astaga Fir. Kita kira beneran pingsan lo tadi" Ujar Sinta .


" Tau nih bikin panik aja" Sahut Nana.


" Hehehe satu sama " Kata Sinta lagi.


" Jadi benar gak kamu gak bohongin aku lagi. ? " Tanya Fira pada Mahen.


" Iya ayang beneran " Jawab Mahen.


" Janji" Kata Fira.


" Janji " Kata Mahen melingkar jari kelingking nya pada jari kelingking Fira.


"Bagus " Ucap Fira.


" Gak berasa udah mau soldout aja lo" Kata Sinta.


" Iri lo " Ejek Fira.


" Ngapain ? " Tanya Sinta


" Sinta mah udah punya gebetan gaesss" Jelas Nana


"Lo tau.? " Tanya Sinta pada Nana.


" Tau dong sama bang Jo kan" Jawab Nana.


" Ka Jo yang ngasih tau? " Tanya Sinta.


" Enggak sih gue tau sendiri " Jawab Nana.


" Iya, heheh" Ujar Sinta malu malu.


" Bukannya lo lagi nunggu pangeran yang di pernikahan Nana sin.? " Tanya fira


" Ya pangeran gue ya ka Jo , abang nya Nana " Jawab Sinta.


" Asekkkk, kayanya ada bakalan nyusul nih" Ejek Fira. Menggoda Sinta


" Apaan sih. Fir" Kata Sinta. Padahal dia merasa senang.


" Udah di tembak bang Jo belum? " Tanya Nana.


" Belum, tapi dia sangat perhatian sama gue, gue kan jadi baper, hehee" Jawab Sinta.


"Fiksss bang Jo juga sukaa sama lo, jarang-jarang lo dia perhatian sama cewe selain gue, hahahaa" Ujar Nana.


"Iya sih" Ujar Sinta.


" Nanti gue bilang bang Jo supaya nembak lo, kalau lambat bakal di ambil orang lain " Ujar Nana.


" Udah nay, malu gue " Kata Sinta.


" Hahahahha" Tawa mereka menertawakan Sinta.


" Nih lo kesini bilang gak sama laki lo? " Tanya Mahen.


" Astaga, lupa gue "pekik Nana.


" Gue balik gaesss" Pamit Nana.


" Pasti pak suami nya panik tuh mencari bumil" Ujar Fira.