Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
saya menolak!



" Urus dia Lingga" Perintah Aksa


" Baik bos" Ujar Lingga menyeret Rose keluar dari ruangan Aksa.


" Nih , Aku pulang" Ujar Queen. Meletakkan kotak makan siang di depan Aksa yang di bawanya tadi.


" Sa-sayang, ko pulang kan kamu baru datang" Aksa menahan Queen agar tidak pergi.


" Aku kesal " Ujar Queen cemberut.


" Maaf, maaf " Kata Aksa, membawa Queen duduk di sofa.


" Pokoknya aku mau sekertaris kamu itu cowok, aku gak mau cewek genit , ulat bulu, deket-deket sama kamu" Ujar Queen.


" Iya-iya, nanti aku marahin deh HRD nya karena udah gak becus cari sekertaris " Kata Aksa.


" Ya udah" Ujar Queen masih terlihat kesal.


"Kamu bawa apa tadi sayang? " Tanya Aksa mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Eh iya aku tadi masakin spesial buat kamu lo " Jawab Queen mulai membuka kotak makan siang untuk Aksa.


Ada sayur capcay, nasi putih, ayam goreng, dan buah-buahan yang sudah di potong-potong.


"Cobain " Ujar Queen menyuruh Aksa mencoba masakan nya.


Aksa pun mulai memakan makanan yang di bawa oleh Queen.


" Gimana? " Tanya Queen penasaran.


"Hemmmm" Ucap Aksa seolah sedang menilai.


Queen menopang dagunya, dengan kedua tangannya menghadap Aksa menunggu jawaban nya.


" Jadi gimana? Enak? " Tanya Queen lagi. Aska tersenyum mengangkat kedua jempol nya ke arah Queen. " Enak banget sayang, kamu emang calon istri idaman" Puji Aksa.


" Berapa nilainya sayang? " Tanya Queen.


" Tak ternilai sayang" Jawab Aksa.


" Eemmm, gombal deh" Ujar Queen dengan pipi memerah.


" Ya udah di habiskan " Kata Queen.


" Iya, makasih ya sayang, udah masakin sama nganterin ke sini" Ucap Aksa mengelus rambut Queen.


" Sama-sama yank" Jawab Queen.


" Jadi pengen nikah" Batin Aksa.


Esoknya setelah pulang sekolah Aksa langsung pulang ke pondok pesantren menggunakan mobil. Dan Aksa juga mengajak Queen, Queen saja tanpa yang lain. Aksa juga sudah izin sama Cakra ingin membawa Queen menemaninya pulang ke pondok pesantren. Tentu saja Cakra memperbolehkan nya pergi.


Di dalam mobil.


"Aku ngantuk? " Kata Queen.


" Tidur sayang, nanti kalo sampai aku bangunin" Ujar Aksa dengan lembut. Tak lama Queen pun terlelap dengan nyenyak nya karena sehabis pulang sekolah mereka langsung berangkat menuju pondok pesantren, setelah mengganti pakaian mereka.


" MasyaAllah cantiknya Cabinku" Ucap Aksa memandang ke arah Queen.


Hampir 1 jam. Setelah Queen tidur mobil. Mereka pun berhenti di halaman ndalem, abah kiyai Imron, ummah Fatimah dan yang lainnya keluar dari rumah setelah mendengar deru mobil berhenti di halaman.


" Sayang, bangun " Ujar Aksa membangunkan Queen, dengan mengelus- ngelus pipi Queen .


" Emmm, 5 menit lagi dad" Kata Queen mengigau.


Aksa terkekeh mendengar ucapan Queen" Sayang sudah sampai " Kata Aksa lagi dengan lembut.


" Astaga, maaf aku kira masih di kamar " Ujar Queen, terkejut bangun dari tidurnya.


" Ayo pasang dulu cadarnya baru kita keluar " Suruh Aksa membantu Queen memasangkan cadar, Aksa sungguh tak rela kecantikan kekasih itu di nikmati orang lain, walaupun lara santri di pondok milik abahnya .


Mereka berdua pun keluar dari mobil. Para santriwati dan santri laki-laki terpesona pada keduanya. Aksa memakai baju koko lengkap dengan sarung hitam dan peci. Sedangkan Queen memakai abaya Turki berwarna coklat susu dipadukan dengan hijab pasmina syar'i dan cadar tapi dengan warna yang senada.


" Assalamu'alaikum" Ucap. Aksa menghampiri kedua orang tuanya lalu mengalami mereka.


" Waalaikumsalam " Jawab mereka kompak.


" Kamu pulang le, padahal tadi Ummah mau nelpon kamu, nyuruh kamu balik" Kata Ummah Fatimah.


" Kejutan " Ujar Aksa memeluk sang mama.


" Ayo kita masuk kalian pasti lelah habis dari perjalanan jauh" Ajak Ummah Fatimah pada keduanya.


" Terimakasih Ummah" Kata Queen.


Mereka pun masuk kedalam dan duduk di ruang tamu.


" Aksa ke belakang dulu Ummah" Ujar Aksa.


" Ya sekalian bawa in minum ya le " Kata Ummah Fatimah.


" Gak perlu repot-repot Ummah "ujar Queen tak enak.


" Enggak, Ummah smaa sekali gak repot, yang bikin juga bukan Ummah " Kata Ummah Fatimah.


Tak lama Aksa pun kembali.


" Lo minuman mana le, sampean ini Queen pasti sudah haus" Seru Ummah Fatimah dengan nada jengkel.


" Itu Ummah " Tunjuk Aksa ada seorang mba ndalem yang sedang membawa nampan berisi beberapa minuman.


" Monggo, ngapunten pak yai, bu yai , lama " Ucap mba ndalem tak enak hati.


" Mboten nopo-nopo mba matur suwun" Ujar kiyai Imron.


Setelah meletakkan minuman tersebut mba ndalem pun kembali ke belakang.


" Monggo, di minum nduk" Kata kiyai Imron.


" Makasih pak kiyai " Ucap Queen.


" Panggil abah saja" Ujar kiyai Imron.


" Iya abah" Kata Queen.


Malam ini Queen menginap di sana, dengan Ummah Fatimah yang mengajak Queen 1 kamar sedangkan kiyai Imron terpaksa mengungsi ke kamar tamu karena permintaan sang istri ingin tidur bersama Queen.


Baru jam 20:15, mereka kedatangan tamu , saat ini Queen dan Aksa sedang di belakang berbicara sambil melihat ramainya para santri yang habis dari sholat isya.


" Sa ditimbali abah" Ujar gus Iqsa..


" Ngeh bang" Jawab Aksa.


Queen juga mengikuti Aksa menuju ruang tamu.


" Assalamu'alaikum " Ucap Aksa dan Queen.


" Waalaikumsalam " Jawab mereka yang di ruang tamu kompak.


Di ruangan tamu terlihat ada Ummah Fatimah, Gus Iqsa, abah Imron, dan tiga orang lain, seperti satu keluarga ada anak gadis seumuran Queen dan sepasang paruh baya.


Mata Queen secara tak sengaja menangkap seorang gadis yang menjadi tamu mereka terus menatap ke arah Aksa penuh minat.


" jadi maksud kedatangan kami sekeluarga kesini untuk melamarkan anak saya pak. Kiyai " Kata Sorang pria paruh baya bernama Taufik.


Deg.


" Mungkin mau ngelamar gus Iqsa " Batin Queen secarakan Aksa masih telalu muda bahkan masih sangat muda.


" Ngapunten pak, mau di carikan santri atau abdi ndalem untuk anak njenengan? " Tanya pak Kiyai, karena pak Kiyai tau kedua anaknya pasti menginginkan kan pilihan mereka sendiri Nantinya.


" Saya melamarkan anak gadis syaa untuk anak laki-laki njenengan Gus Aksara" Sahut pak Taufik.


Jdearrrrr


Queen mencengkam gamisnya dengan erat.


' Aksa milik gue bang**t " Batin Queen marah.


Aksa , Gus Iqsa dan kedua orang tua terkejut mendengar ucapan pak Taufik.


" Bagaimana pak kiyai? " Tanya pak Taufik.


" Maaf saya tidak bisa menjawab nya, saya serahkn semuanya pada Gus Aksa " Jawab abah kiyai Imron. Sedangkan Ummah Fatimah menggerutu dalam hatinya. ' cuma Queen yang bisa jadi mantu gue' kata bu yai bar bar.


" Bagaimana Gus Aksa maukan menerima anak saya dia cantik, baik juga pintar, walaupun kamu dan anak saya masih muda tapi kalian telihat sangat cocok" Ucap pak Taufik sekenanya . Semoga Aksa menerima


" Ngapunten pak , saya menolak! " Ucap Aksa dengan tegas. Singkat padat, berisi, montok.


,