Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Altar ego



Dokter keluar dari IGD.


" Bagaimana keadaannya " Tanya Cakra


" Dokter masih menanganinya Tuan, kita tunggu dokter keluar " Jawab Faris.


Sandra selalu neneknya Sagara juga sangat terpukul cucunya mengalami penembakan, Sandra hanya menangis di pelukan Arga tanpa bisa berkata-kata, setelah menunggu 2 jam dokter baru keluar dari ruangan yang di tempati oleh Sagara.


" Keluarga Sagara? " Tanya dokter.


" Ya saya! Saya Daddy nya dok, bagaimana keadaan putra saya? " Tanya Cakra pada dokter. Penuh kekhawatiran


" Maaf Tuan kami sudah berusaha, namun kembali lagi Tuhan lah yang menentukan " Kata dokter.


" Tidak, cucu saya itu kuat dok, jangan beri kami kabar buruk" Sahut Sandra.


"Jadi gimana putra saya dok? " Tanya Cakra kembali.


" Sekarang keadaannya kritis , karena tembakan hampir mengenai jantung, meleset 1 senti saja itu bisa berakibat kematian " Jelas sang dokter.


" Beruntung Tuan, fisik Tuan Sagara sangat kuat Hingga bisa bertahan," Kata dokter lagi.


Queen baru saja sampai di mansion mereka habis jalan tadi selepas pulang sekolah, setelah mengantar queen Aksa langsung pamit pulang.


" Bi mana daddy sama bang Gara? " Tanya Queen.


" Anu non" Jawab bini gugup.


" Kenapa bi?" Heran Queen.


" Tuan kerumah sakit non, katanya den Sagara kena tembak " Jelas bibi.


" Apa! " Queen terkejut kenapa tak ada yang memberitahu nya.


" Rumah sakit mana" Ujar Queen


" Yang bibi dengar rumah sakit Pelita Insani non" Jawab bibi.


Dengan air mata yang mengalir, Queen berlari ke garasi memakai mobil menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi, sampai Queen tak sadar kalau dia telah melewati mobil Aksa. Aksa yang melihat mobil Queen melaju kencang pun mengikuti arah tujuan Queen.


Setelah beberapa menit kemudian Queen sampai di rumah sakit dan langsung keluar dari mobilnya, di susul oleh Aksa.


" Sayang " Panggil Aksa menyusul Queen.


" Bang Gara hikssss" Ucap Queen dengan tangis nya.


" Kamu tenang, kita keruangan Sagara" Kata Aksa.


Mereka pun sampai di depan ruangan Sagara Queen melihat keluarga berkumpul di depan ruangan inti Azzurra pun ada.


Bughh


Bughh.


Queen menghampiri Faris lalu memukuli nya kerena Queen sangat marah . Hingga menyalurkan kemarahannya pada Faris.


" No... Na" Ucap Faris terkejut mendapati Queen memukulinya sampai bibirnya pecah.


"Queen!! " Ucap keluarga Queen penuh ketegangan.


" Kenapa? Kenapa gak ada yang memberitahu Queen, Jawab aku! Kenapa tak ada yang memberitahu ku kalau bang Gara tertembak!! " . Ucap Queen penuh amarah.


" Kami tak ingin kamu khawatir sayang" Jelas Cakra pada sang putri.


" Abang " Lirih Queen menundukkan kepalanya setelah beberapa saat Queen kembali mengangkat kepalanya dan menatap keluarga nya dengan dingin di sertai tatapan tajam. Membuat semua keluarga terkejut. Karena mata Queen berubah menjadi merah dan sebelahnya berwarna biru.


" Alexa " Ucap Kevin.


Alexa adalah nama Altar ego nya Queen yang terbentuk karena kemarahan dan kesedihan Queen.


Altar ego nya ini sangat lah kejam bahkan haus akan darah, apalagi altar ego nya sudah lama tidak keluar. Karena Queen sedang dalam ke adaan lemah Alexa pun keluar untuk menggantikannya.


" Altar ego" Batin Aksa.


Alexa altar ego nya Queen berbalik ke arah inti Azzurra rose.


" Rakha" Panggil Alexa.


" I-iya ka Alexa " Jawab Rakha dengan sopan, bukan hanya Rakha bahkan semua inti Azzurra rose sangat sopan jika mereka berhadapan dengan altar ego nya Queen ini. Bagaimana tidak Alexa sangat lah kejam. Tak pandang bulu jika dia sudah marah.


" Sudah ketemu? " Tanya Alexa pada Rakha.


" Sudah ka pelaku penembakan nya sudah di bawa ke markas " Jawab Rakha.


Tangan Alexa sudah gatal , karena dia sudah lama tidak mendapatkan mangsa.


" Bawa mereka ke lapangan " Perintah Alexa.


" Baik Queen " Jawab Mafioso.


Di lapangan sudah ada 6 orang pelaku penyerangan Sagara.


" Pertunjukan di mulai" Ucap Alexa.


Masuk ke lapangan,


" Oh Foxy,......" Teriak Alexa memanggil.


" Siapa foxy? " Tanya Aksa pada Kenzo.


" Lihat saja ke depan. " Jawab Kenzo


Tak lama setelah Alexa berteriak dari dalam sebuah kandang keluar lah se ekor serigala putih, peliharaan Queen dan Alexa Foxy hanya jinak dan patuh pada Queen dan Alexa.


Serigala putih tersebut menghampiri Alexa lalu mengelus kan kepala ke tubuh Alexa.


" Apa kau ingin bermain Foxy? " Tanya Alexa. Seolah paham apa yang di katakan Alexa Foxy mengaum dengan keras.


" Lepaskan ikatan mereka" Perintah Alexa


" Kejar mereka Foxy " Suruh Alexa.


Para tahanan berlari tak menentu memutar lapangan di kejar oleh Foxy. Saat salah satu dari mereka di terkam oleh Foxy, Foxy langsung mengoyak tubuhnya seolah pisang.


Alexa menyeringai ke arah 6 tawanan tersebut. Alexa berlari dengan gesit seolah dia memiliki kekuatan teleportasi. Berpindah tempat.


" Mata lo indah" Bisik Alexa pada se orang tawanan yang sudah lemah akibat dan di serang oleh Foxy.


Kemudian Alexa Mencongkel kedua matanya dengan belati yang ada di sakunya. Tangan dan baju Alexa berlumuran darah tapi itu tak menghentikan aksinya.


Alexa melemparkan belati dengan asal namun ternyata malah tepat sasaran mengenai tawanan yang sedang berlari.


Brukkkk


Tawanan tersebut langsung terjatuh setelah belati yang di lempar Alexa mengenai kepalanya.


" So perfect " Ucap Rakha.


Bertepuk tangan, seraya menyemangati Alexa.


Bahkan setelah tawanan itu mati pun Alexa masih tak berhenti sampai di situ.


" Am- puni sa-ya no-na, saya di suruh" Ucap salah satu pelaku penembakan.


" Siapa? " Tanya Alexa dingin.


" Tu-an al- bert"jawabanya.


" Rakha ingat selidiki Tuan Albert" Ucap Alexa.


" Baik ka Alexa " Jawab Rakha, setelah pertunjukan ini selesai ia akan mencari yang di perintahkan oleh Alexa tadi.


Slahsss


Slahsssss


Alexa memotong -motong tubuhnya mengoyak perut tawanan tersebut , menarik organ dalamnya lalu melemparkan nya ke sembarang arah.


Satu persatu tawanan tersebut mati dalam kondisi yang hancur, tak berbentuk. Bahkan ada yang cuma tinggal pakaiannya saja karena tubuhnya habis di koyak dan dimakan oleh Foxy.


" Kalian semua pantas mati karena udah buat Queen sedih dan marah" Kata Alexa pada mayat-mayat. Alexa tidak hanya melenyapkan 6 tawanan pelaku penembakan, dia juga melenyapkan para tawanan yang lainnya.


," Ada yang bisa menghentikan nya, aku takut Queen kelelahan" Kata Aksa.


"Gak ada yang bisa kecuali Sagara , sekarang Sagara terbaring kritis" Ujar kevin sendu.


Aksa mulai tak tenang melihat muka Queen yang terlihat lelah, tapi Alexa masih tak mau berhenti melepaskan amarahnya,


Aksa mendekat ke arah Queen yang tengah di kendalikan oleh Alexa. Lalu memeluk Queen dengan lembut supaya Queen tenang.


" Udah sayang" Bisik Aksa lembut, Alexa menatap Aksa dan beberapa saat kemudian Queen pingsan karena kelelahan dan Alexa juga sudah pergi.


Aksa langsung menggendong Queen menuju kamar nya untuk istirahat.