Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Aku Gak Papa



Pulang dari sekolah Queen mengajak Aksa mampir ke kafe kekinian yang baru buka. Yang sangat ramai di penuhi anak muda. Queen naik mobil Aksa dan Queen meninggalkan motornya di parkiran sekolah begitu sajam


" Ini buku menunya ka " Ujar pelayan tersebut dengan ramah.


" Si sini yang paling laris apa ya? " Tanya Queen.


" Untuk minuman nya kami ada cheese tea, danAs dalgona coffee untuk makananya ada donat crispy sama salted egg chicken"


" Kami pesan itu aja mba " Ujar Queen.


" Di tunggu ya mba mas" Ujar pelayan kemudian pamit.


" Kamu suka? Tanya Aksa.


" Suka apa? " Balas Queen bertanya dengan muka polosnya pada Aksa.


" Cafenya sayang " Kata Aksa.


" Suka. " Jawab Queen mengangguk dengan antusias.


, " Sia*an" Batin Queen memaki dirinya sendiri tidak ramah lingkungan. Kenapa juga iya harus mimisan sekarang?.


Queen berusaha menghentikan darah yang mengalir dari hidungnya, dengan mendonggak ke atas serta menutup setengah wajah dengan sebelah tangan.


"Ya Allah sayang! Kamu kenapa? Kita kerumah sakit sekarang" Panik Aksa saat mereka berbincang-bincang Queen tiba-tiba mimisan.


" Sebentar aku ke toilet dulu" Ujar Queen dengan santai.


Sedangkan Aksa yang terlanjur panik dan khawatir, tak membiarkan Queen pergi begitu saja, Aksa mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah meletakkan nya di atas meja, walaupun mereka belum memakan pesanny Aksa tetap membayar.


Aksa membopong tubuh Queen menuju parkiran, lalu memasukkan ke kursi sebelah kemudi.


" Aku gak papa yank" Ujar Queen menatap Aksa ngeri


" Bisa gak sih jujur sama keadaan, aku khawatir yank? " Kata Aksa keras , dia sangat khawatir pada Queen meskipun Aksa tak tau penyebab Queen mimisan.


" Aku gak pap yang cuma kecapean aja"Aksar Queen


Aksa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Queen ingin menolak tapi badannya tidak bekerja sama, saat ini Queen merasakan kepalanya terasa sangat pusing dan perutnya juga terasa mual. Queen bersandar di kursi mobil.


" Kamu pucat banget yank, sabar ya kita hampir sampai" Ujar Aksa. Bahkan saking lajunya Aksa sampai menerobos lampu merah, beruntung skill mengemudi Aksa tebilang pro, sat set membelah jalan.


" Hm" Queen bergumam kecil menjawab perkataan Aksa dengan mata terpejam.


Aksa mengigit bibir bawahnya karena merasa sangat khawatir pada Queen.


" Arghh.. Sshhh" Ringis Queen saat kepala kembali di hantam rasa sakit.


" Kenapa sayang ? " Tanya Aksa panik.


Cekitttt. Aksa merem mobil, kemudian langsung keluar dengan tergesa-gesa menghampiri Queen.


Queen turun perlahan dari mobil,namun kepala terasa sangat sakit, penglihatan nya pun mulai kabur.


BRUKK


Queen tiba-tiba langsung pingsan Aksa ingin menggendong nya. Membuat Aksa melebarkan matanya dan bertambah panik.


,dengan tangan gemetar nya Aksa menggendong Queen ala bridal style masuk ke rumah sakit.


" Sus tolong Sus! " Teriak Aksa.


Dan beberapa perawat pun menghampiri mereka dengan membawa brnakar.


" Tolong tunangan saya" Ujar Aksa. Setelah meletakkan Queen di atas brankar. Perawat pun langsung membawa Queen keruang IGD.


" Aksa memaksa untuk masuk namun di cegat oleh dokter yang akan menangani Queen.


" Mohon tunggu di luar" Cegah dokter.


Aksa hanya bisa menghembus kan nafas dengan kasar, lalu duduk di kursi tunggu yang berada di luar IGD.


Cukup lama Aksa menunggu akhirnya dokter pun keluar, Aksa langsung bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri dokter.


" Gimana keadaan tunangan saya dok, dia baik-baik aja kan? " Tanya Aksa khawatir.


Dokter muda bernama Zidan pun menghela nafas berat.


" Mari ikut ke ruangan saya" Ajak dokter Zidan. Saking panik dan khawatir pada Queen Aksa sampai sekarang lupa menghubungi keluarganya Queen.


Aksa mengangguk singkat lalu mengikuti langkah dokter Zidan ke ruangan nya.


,di dalam ruangan dokter Zidan langsung menyuruh Aksa duduk di kursi di depannya.


" Jadi gimana dok keadaan tunangan saya? " Tanya Aksa datar.


" Nona Queen mengidap, leukimia stadium akhir" Jelas dokter Zidan.


Deg


Nafas Aksa langsung mendadak berhenti setelah mendengar ucapan dari dokter Zidan tentang penyakit Queen.


" Gak mungkin!, dokter jangan bercanda sama saya!! " Ucap Aksa dengan nada dingin.


" Sebagai dokter saya tidak pernah bercanda tentang penyakit yang di alami pasien, anda bisa lihat sendiri hasil tes nya, seperti nona Queen tidak menyadari nya sehingga dia mengabaikan penyakit nya" Jelas dokter Zidan.


Aksa mengusap wajahnya dengan kasar, kenapa semua ini terjadi pada Queen, dia takkan rela jika Queen meninggalkan nya.


" Apa selama ini nona Queen sering mimisan atau mengeluh sakit di bagian tubuhnya, bahkan memar? " Tanya dokter Zidan.


Aksa menggelengkan kepalanya pelan memang benar dia tak pernah melihat Queen mimisan sama sekali. Dokter Zidan pun mengangguk ternyata benar dugaannya tentang Queen yang tak tau perihal penyakit nya sendiri.


" Apa masih bisa di sembuh kan dok? " Tanya aksa.


" Harapan untuk sembuh sangat kecil karena kanker nya sudah masuk stadium akhir " Jawab dokter Zidan.


Aksa memejamkan matanya, menahan sesak di dadanya kenapa harus Queen yang sangat dia cintai, kenapa bukan dia saja Aksa sangat rela jika bisa menggantikan Queen menanggung penyakit nya tersebut.


" Berapa lama Queen bisa brrtahan dok? Tanya Aksa mulai menetaskan air matanya.


" Kurang lebih 6 bulan" Jawab dokter Zidan tak tega.


" Lakukan apa aja dok, agar bisa menyelamatkan nyawa Queen" Ucap Aksa.


" Kita bisa saja memulainya dengan kemoterapi, menghambat pertumbuhan sel kanker di tubuhnya " Jawab dokter Zidan.


" Berapa persen kemungkinan nya untuk sembuh dok? " Tanya Aksa menahan tangis.


" Kemungkinan 5 persen" Jawab dokter Zidan.


Tes tes


Runtuh sudah pertahanan Aksa, Aksa menutup wajahnya seiring jatuhnya air matanya, sungguh dia takkan sanggup kehilangan Queen. Aksa menghapus air matanya.


" Kalau begitu saya permisi dok" Ucap Aksa keluar dari ruangan dokter kembali ke IGD melihat kondisi Queen.


Aksa langsung membuka ruangan Queen, San masuk.


" Yank" Ucap Queen lemah, melihat kedatangan Aksa dia juga baru saja sadar dari pingsan nya.


Aksa tersenyum lalu duduk di samping brankar Queen.


" Masih ada yang sakit sayang ? " Tanya Aksa.


Queen menggeleng kecil" Udah enakkan " Jawab Queen.


" Aku dimana yank? " Tanya Queen.


" Kamu tadi pingsan yank" Jawab Aksa.


" Cuma pingsan ngapain ke rumah sakit yank paling juga aku kelelahan aja" Ujar Queen tersenyum.


Aksa yang melihat senyum Queen pun semakin sesak. Queen yang melihat nya menjerit.


" Aku gak papa " Kata Queen.


Tes.


Setetes air bening kembali jatuh dari mata Aksa.


" Kamu nangis yank, udah aku gak papa" Ukae Queen menenangkan Aksa.


Tiba-tiba Aksa bangun dari duduk dan langsung memeluk Queen.


" Jangan tinggalin aku yank" Isak tangis Aksa.


" Iya iya aku gak bakalan ninggalin kamu kok"


Aksa menguraikan pelukan nya dengan Queen.


" Queen sayangnya Aksa " Panggil Aksa dengan suara serak.


" Iya sayang" Jawab Queen.


" Kamu sakit leukimia " Ujar Aksa


Deg.