Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
ketahuan



Sudah hampir setengah bulan paska kematian Sasa , sudah waktu nya eksekusi Dina sudah cukup untuk bersantai.


"Gimana bang rencana kita?" Tanya Nana.


" Siap Queen Abang " jawab Alex


" Semua udah beres tinggal kita jalankan saja" kata Alex lagi.


Malam harinya di mansion Fernandez tepatnya di kamar nana mereka tengah berkumpul merencanakan sesuatu.


" Oke malam ini kita harus bekerja cepat, malam ini malam terakhir bagi si ****** Dina itu Nana yang bakalan menghabisi nya" ujar Nana tersenyum smirk


" Abang bawa pernah kan?" Tanya nana pada Jo


" Tentu dong " sahut Jo


" Bagus Nana pinjam Nanti " kata Nana


Nana memasang banyak alat serta alat perekam di mansion Fernandez. Bahkan sang penghuni mansion tak mengetahui nya Karna mereka sangat hebat dalam menyelinap.


" Ayah kamu sudah datang de" ujar Jo menatap layar laptop nya


" Mas udah pulang " ujar Dina menyambut Dion


" Iya gak ada kerja yang penting malam ini jadi bisa pulang cepat " jawab Dion.


" Nyalakan video itu" perintah Nana tersenyum smirk.


" Siap Queen " jawab Alex segera melakukan perintah Ade kesayangan nya.


" Drama akan di mulai" ujar Alex.


" Tentu bang bahkan mungkin ada yang menyesal" kata Nana


Tiba-tiba lampu yang menerangi mansion semuanya mendadak mati. Para bawahan nana pun bergegas melakukan pekerjaan mereka yaitu menyeret Dion dan Dina ke kamar yang sudah di persiapkan Nana.


" Siapa kalian!!!" Marah Dion walaupun terkejut.


" Lepaskan!!! " Teriak Dina.


Mereka pun di dorong orang suruhan Nana masuk ke dalam kamar dan meninggalkan mereka.


" Mas aku takut" ucap Dina


" Tenang mah mereka sudah pergi" ucap Dion walaupun sebenarnya dia juga merasakan takut.


Tak lama muncul video seorang wanita yang sedang bermesraan dengan pasangan di dalam cafe.


Dion melotot saat melihat wanita di video tersebut.


" Kau selingkuh Dina!!" Bentak Dion


" Gak mas aku gak mungkin selingkuhi kamu" bantah Dina .


" Itu apa kau terlihat sangat mersa dengannya" bentak Dion lagi


Kembali sebuah video rekaman cctv muncul di di dinding kamar tersebut yang berasal dari monitor yang memang sudah di pasang Nana sebelum nya.


Dalam video tersebut menampilkan sepasang ibu anak dan beberapa orang berpakaian hitam membunuh Sarah istri tercinta Dion.


Dion lebih terkejut dengan rekaman cctv tersebut dia kenal bahkan sangat kenal dengan orang yang ada di video itu, terlihat sangat jelas wajah bahkan suara percakapannya pun juga terdengar baik.


Dina juga sama terkejutnya dengan Dion melihat isi video yang tengah di putar.


" M-ma-mas"ujar Dina dengan gugup.


" Dina jelaskan semua ini gak benarkan!!" Ujar Dion yang sudah terlihat marah setelah melihat video tadi.


" Gak mas ini gak benar !!" Kilah Dina


" Tapi semua sudah jelas Dina!!!" Ujar Dion


" Itu palsu mas palsu " bantah Dina


" Kau masih ingin berbohong sudah jelas itu wajah kalian" marah Dion


" Bukan ma.." belum selesai Dina berbicara. Napas nya terasa sesak Karna sekarang Dion sedang mencekiknya.


" Aku menyesal sudah menikahi pembunuh istri ku sendiri kau bahkan selingkuh dengan pria lain" ujar Dion sambil mencekik leher Dina .


" Aku pikir selama ini ayah gak sayang sama mama dan aku ternyata aku salah" Batin Nana menatap layar laptop yang tengah menampilkan Dion mencekik Dina dengan emosi memuncak.


" Ayo bang kita samperin mereka" ajak Nana pada abang-abangnya.


" Gas " ujar Alex.


" Wah wah kenapa nih yah?" Tanya Nana. lampu yang tadi mati sudah hidup kembali.


Mendengar suara Nana Dion pun melepaskan cekikannya.


" Huh huh huh" Dina menghirup nafas sebanyak-banyaknya.


"Aku harus bisa meyakinkan mas Dion kalau itu bukan aku" batin Dina


" Mas !! " Kata Dina


" DIAM KAU ******" bentak Dion yang membuat Dina menciut takut.


" Aku harus kabur " gumam Dina. Dia mencoba berlari keluar kamar. Tapi sayang sebelum masuk kamar dia sudah di tangkap beberapa bawahan nana yangsedabg berjaga di luar.


" Mau kabur?" Tanya Nana tersenyum.


" Lapasin!!!" Berontak Dina


BRUKKK


Bawahan Nana pun melempar Dina ke kembali ke dalam kamar.


" Apa ayah percaya dengan rekaman tadi?" Tanya Nana


" Tentu, tapi siapa yang menunjukkan kebenaran pada ayah ?".heran Dion


" Itu kerjaan Nana" jawab Nana dengan polos.


" Apa ayah menyesal menikahi pembunuh ini?" Tanya Nana.


" Ayah menyesal na, maafin ayah gak dengerin kata kamu " ujar Dion


" Terus ?" Tanya Nana


" Pasti ayah aka...." Ucapan Dion di potong Nana.


" Apa kita juga akan membunuh nya " ujar Nana.


" Jika kamu menginginkan nya " jawab Dion


" Ayah yakin ?" Tanya Nana


" Yakin lakukanlah sesukamu " ujar Dion tak ada lagi rasa kasih pada Dina , sekarang hanya marah emosi dan kecewa yang di rasakan nya.


" Abang masuk " suruh Nana pada mereka yang menunggu di luar kamar.


Daz Alex serta Jo pun masuk kedalam kamar.


" Siapa Meraka Nay?" Tanya Dion


" Mereka abang-abang angkat nana yah" ujar Nana.


" TUTUP DAN KUNCI PINTUNYA " perintah Nana


" Ayah tenang duduk saja dengan manis di sana" suruh Nana.


" Ikat dia di kursi bang" ujar Nana


" Jangan lepaskan aku " berontak Dina saat Jo dan Alex mengikat nya.


"Let's play game" ujar Nana tersenyum smirk.


" Lepasin !!" Ujar Dina memberontak


" Hey tenang kenapa kau begitu panik " kata Nana


" Aku akan memberikan kematian yang nikmat sama sepert yang ku berikan pada Sasa " ujar Nana


" Ja jadi kau yang membunuh Sasa ku!!!" Marah Dina


" Ya dia mati di tanganku" jawab Nana


" Tidak mungkin, kau pasti membohongi ku" kata Dina tak percaya.


" Terserah mau Percaya atau tidak " ujar nana


" Jadi kau yang membunuh Sasa Naya ?" Tanya Dion


" Iya yah" jawab Nana


" Tapi kenapa?" Tanya Dion lagi


" Karna dia juga ikut andil dalam masalah ini, seorang putri pembunuh yang sangat ayah sayangi melebihi aku putri kandung ayah sendiri " jawab Nana


" Ayah minta maaf Nay , ayah di butakan mereka" Dion menatap Nana dengan sendu.


" Ayah bahkan mengusir ku tanpa mendengar kan penjelasan ku lebih dulu cuma karna anak jalan sialan ini " ucap Nana kembali mengingat kejadian lampau.


" Ayah salah Nay, ayah salah" kata Dion


" Sudah lah yah tak perlu menyesali apa yang sudah terjadi" kata Nana.


" Huh hampir saja waktu ku terbuang, lebih baik Nana bersihkan dulu hama beracun ini" ujar Nana dengan senyum devil nya.Membuat para Abang nya bergidik ngeri.


" Fred tolong aku teriak!!!" Dina


" Siapa lagi Fred !!" Ujar Dion


" Fred itu suami sebenarnya ****** yang ingin menghancurkan keluar kita yah" jawab Nana


" Kurang aja" marah Dion ingin menampar Dina ,tapi di tahan oleh Nana.


" Aduh ayah Jangan main kasar dong" ujar Nana.


"Mending ayah duduk dan lihat pertujukan Nana" kata Nana dengan senyuman manis nya.


"Senyumnya sangat mematikan Daz " kata Jo bergidik ngeri .


" Benar " ujar Daz singkat.


" Yaya kapan di mulai?" Tanya Alex.


" Apa kau sudah siap menikmati nya ******" ujar Nana


" Hahahaha" di sertai tawanya.


" Kita dapat tontonan gratis Jo" kata Alex


" Selamat bersenang-senang Queen" ujar Jo