
" Kau! " Tunjuk ketua tersebut beberapa saat kemudian mata melotot ketakutan.
Bagaimana tidak takut,dia baru saja melihat tato di pergelangan tangan Queen tato yang berbentuk bunga Mawar dengan di atasnya gambar mahkota. Dan itu adalah tanda bahwa mereka kelompok mafia dari mafia Azzura rose. Siapa yang tak tau mafia Azzura rose, sangat terkenal dengan kekejaman mereka menyerang markas musuh.
Buku kuduk ketua preman itu langsung berdiri saking takutnya. Dia bangun dengan gemetar lalu berlutut ke arah Queen.
" Kau kenapa bos? Kenapa malah tunduk pada gadis itu.? " Tanya anak buah nya merasa heran.
" Berhenti bicara berlutut dan Minta maaf pada mereka sekarang!! " Perintah ketua preman tersebut dengan tegas. Tanpa banyak tanya Para anak buah preman itu pun langsung berlutut di belakang mengikuti bosnya.
Sagara menggelengkan kepalanya menghampiri Queen berdiri di samping Queen di depan para preman yang berlutut tunduk pada mereka.
" Ma-afkan kami tuan, nona" Ucap gugup sang ketua.
" Ini bos kita kenapa? Berubah jadi kecap? Bisik anak buah nya.
" Manaku tahu" Jawab temannya mengangkat bahunya
Sagara paham kenapa mereka semua langsung tunduk pada nya dan Queen. Sagara menyentak lengan sweater nya.
" Ah kau pasti melihat inikan" Ucap Sagara memperlihatkan tato yang sama dengan Queen cuma beda bentuk mahkotanya.
Ketua preman tersebut mendongak kan kepala menatap ke arah lengan Sagara. Membuatnya semakin gugup dan khawatir.
" I-iya tuan" Jawabnya terbata-bata.
" Kau tau? " Tanya Sagara .
" I-iya " Jawabnya. Mengangguk
" Kalau begitu aku tak perlu lagi menjelaskan, huh padahal tadi baru saja melakukan pemanasan, sebelum bermain" Jelas Sagara.
Krekk
Krekk Sagara meregangkan kepalanya kekiri dan kanan hingga berbunyi.
" Pemanasan katanya? " Gumam anak buah preman itu. Pasalnya mereka semua kewalahan melawan Sagara.
" Abang cepat, Queen pengen rebahan" Kata Queen. Dengan wajah cemberut.
" Kalian dengar apa kata adikku! Sementara ban mobilku kempes karena ulah kalian" Tegas Sagara.
" Kami akan bantu anda menganti nya tuan" Saran Ketua preman.
" Lakukan dengan cepat " Ujar Sagara.
" Ayo cepat ganti ban mobilnya " Perintah sang ketua.
Mereka segera membuka bagasi mobil Sagara beruntung ada ban Cadangannya.
" Bukannya dapat mangsa malah jadi, tukang bengkel dadakan" Ucap anak buah preman.
" Hussstt diam lah nanti bos marah" Kata yang lain.
Sambil menunggu mereka mengganti ban mobil, Queen merengek minta gendong karena dia merasa mengantuk.
" Bang gendong ade ngantuk " Ujar Queen. Sagara pun menggendong Queen ala koala Queen meletakkan kepalanya ke bahu Sagara. Sedangakan Sagara menepuk-nepuk belakang Queen seolah menangkan nya. Hingga Queen terlelap.
"Tuan kami sudah mengganti ban mobil anda" Ucap ketua preman tersebut dengan sopan.
" Bukakan pintu mobil! " Suruh Sagara. Ketua tersebut langsung membukakan pintu mobil sebelah pengemudi, Sagara meletakan Queen ke kursi mobil dengan perlahan agar Queen tak bangun memasang seat belt. Lalu mengambil dompetnya mengeluarkan uang 100k 10 lembar memberikan nya pada ketua preman.
" Upah ganti ban! " Kata Sagara.
" Te-terima kasih tuan" Ucapnya. Menerima pemberian Sagara dengan senang hati.
Setelah itu Sagara masuk kedalam mobil dan meninggal kan para preman yang masih ada di pinggir jalan.
" Meraka memang baik" Ucap Ical nama dari Ketua preman.
" Bos mereka siapa sih sebenernya? " Tanya hadi anak buahnya.
" Kalian tau mafia Azzura rose ? " Tanya balik Ical.
" Mereka berdua tadi adalah mafia Azzura rose,dan remaja laki-laki yang kalian lawan tadi adalah ketuanya" Jelas Ical ada anak buahnya.
" Pantas saja dia terlihat sangat santai " Ujar bawahan preman itu.
Meraka semua terkejut siapa yang tak menyangka kalau kedua remaja yang ingin mereka begal adalah mafia ,Azzura rose lagi.
Bisa di bilang angel dead atau Malaikat pembunuh.
Dan yang lebih mengejutkan Ketua mereka yang masih terbilang cukup muda. Pasalnya mereka semua hanya tau ciri dari mafia Azzura rose ke 5 intinya memiliki tato mawar dan mahkota kompak mereka gambar di pergelangan tangan mereka. Sedangkan para mafioso nya hanya memiliki tato gambar mawar tanpa mahkota , letak tatonya pun bebas ingin mereka taro di mana, selama ini Sagara dan yang lainnya menjalankan misi selalu dengan wajah tertutup, sehingga tak pernah ada yang tau bagaimana rupa mereka kecuali orang terdekat.
" Gak nyangka 2 remaja tadi inti dan ketua Azzura rose" Ujar hadi
" Ya beruntung kita masih hidup" Sahut temannya.
" Pantas saja bos langsung tunduk" ujar nya.
" Siapa juga yang ingin cari mati! " Kata Ical.
" Lumayan lah masih di kasih uang" Kata Ical mengipas-ngipaskan uangnya.
"Makan makan kita " Ujar anak buahnya.
" Ingat pesanku kalau lawan kalian memiliki tato bunga mawar dan mahkota di atasnya itu adalah lambang dari mafia Azzura rose dan ke lima intinya memiliki tato seperti itu, untuk bawahannya memiliki tato bunga mawar hitam saja, jadi jangan sesekali kita cari masalah sama mereka jika tak mau hanya tinggal nama" Kata Ical memperingatkan anak buahnya.
" Baik bos " Jawab mereka kompak.
Mobil Sagara sudah sampai di mansion, Sagara masuk kedalam mansion dengan menggendong Queen yang terlelap nyenyak.
" Ade kenapa bang? " Tanya Sean yang ada di mansion.
" Tidur uncle " Jawab Sagara.
" Yasudah langsung bawa ke kamar bang" Kata Sean.
" Iya " Ucap Sagara.
" Ade sama abang udah datang sen? " Tanya Cakra, yang baru turun dari lantai atas menggunakan tangga.
Sedangkan Sagara membawa naik Queen menggunakan lift sehingga mereka tak berpapasan.
" Sudah ka baru saja" Jawab Sean
" Tumben kemari? " Tanya Cakra.
" Gue dengar lo tadi habis masuk RS ? " Tanya Sean pada Cakra.
" Ya, gara-gara lonteh sia**n itu" Umpat Cakra sangat kesal.
" Gimana ceritanya,? " Tanya Sean. Cakra lun lantas menceritakan ke jadian di restoran tadi.
" Lu bodoh emang, makanya kalau pergi ajak Vivian kek atau Tio " Saran Sean sambil mengejek.
" Vivian sangat sibuk karena Tio sedang cuti mau kencan katanya" Jawab Cakra.
" Wah tuh bujang lapuk laku juga akhirnya, sempat gue kira belok tuh " Kata Sean.
" Cih gak nyadar diri" Decak Cakra sambil terus memainkan ponselnya tanpa melihat Sean.
" Kata siapa gue jomblo? " Tanya Sean.
" Ya kata gue l... Hah anak sape lu bawa bambang? " Tanya Cakra baru sadar Sean membawa wanita cantik ke mansion nya.
" Makanya lo kalau ngomong liat orangnya,Anak orang lah masa anak bunda " Jawab Sean.
" Siapa se? " Tanya Cakra.
" Kenalin ka dia Melisa putri pacar gue" Ucap Sean dengan bangga.
." Saya Melisa tuan" Ucap nya tersenyum sopan. Pada Cakra.
" Saya Cakra, panggil saja kaka sama kayanya Sean " Ujar Cakra. Satu nilai plus bisa di tangkap dari melisa sopan.