
Natan pun membawa Nana ke mansion nya . Mobil yang di naiki Natan dan Nana pun sampai di kediaman keluarga Zen , salah satu penjaga pun membukakan pintu mobil Natan , dan Natan pun langsung membawa keluar Nana yang masih terlelap dengan menggendongnya.
"El." Panggil mommy Yuri membuat langkah Natan berhenti.
"Iya mom" jawab Natan
" Kenapa Nana? " Tanya sang mommy, Natan pun hanya menggeleng kan kepala, seolah berkata 'jangan sekarang'. Dan mommy nya pun paham.
Natan pun berlalu menuju kamarnya dan membaringkan Nana di atas tempat tidurnya, Kemudian menyelimuti nya sampai dada.
Natan pun menatap sendu Nana, betapa berat masalah yang di pikuknya.
Cup... sadar Natan pun mencium dahi Nana Karna takut mengganggu Nana,Natan pun keluar dari kamarnya.
Ting.....
Pintu Lift pun terbuka, Natan keluar dan sana dan mencari sang mommy.
" Pelayan" panggil Natan
"Ya tuan,anda membutuhkan sesuatu? " Tanya pelayan menghampiri nya.
" Mana mommy"ucap Natan singkat.
"Mungkin di taman belakang tuan"jawab sang pelayan.
Natan pun langsung menuju taman belakang, menghampiri sang mommy yang sedang di temani Daddy nya.
"Mom,pap" panggil Natan
" El gimana Nana" Ucap Yuri.
Natan pun menceriterakan semuanya sampai pada akhirnya membawa Nana ke mansion, Yuri dan Devan pun menghela napas , mendengar penuturan dari sang anak. Mereka merasa marah dan khawatir .
" Ya sudah son biarkan Nana tinggal di sini saja"ucap Yuri
" Iya lebih baik Nana Disini " ucap Devan balik
Natan pun merasa senang respon orang tua yang baik menyambut Nana.
Sementara di mansion Fernandez lebih tepatnya di sebuah kamar, terdapat seorang wanita dengan wajah senang nya , setelah mendengar perkataan dari sang mamanya bahwa Nana sudah di usir Dion dari rumah.
"Akh, akhirnya ****** itu pergi aku dan mama pun bisa leluasa menikmati kekayaan ini" ucap Sasa dengan senyum lebar yang... Memuakkan
"Ah, selanjutnya apa yang harus kulakukan pada anak sialan itu ya?" Tanya Sasa pada dirinya sendiri.
Sambil memikirkan sesuatu hingga muncul ide di kepala yang membuat nya tersenyum miring.
Singkat cerita Natan pun kembali ke kamar nya, saat Natan masuk ke dalam Nana yang sudah bangun pun terkejut.
" Aku di mana ni Nat?" Tanya Nana
" Kita lagi mansion Daddy ku nay lebih tepat nya kamu lagi di kamarku" jawab Natan
"Kamu mau makan gak?" Tanya Natan lagi
" Boleh , nasi Padang ya." Ucap Nana
" Emang kamu pikir Disini warung Padang apa " ucap Natan terkekeh.
Natan pun turun kebawah dan mengambil makanan untuk Nana dan membawa kembali ke kamar.
" Makan yah aku suapin , ini mommy yang masak nay , lebih enak dari masakan Padang loh!!!" Ucap Natan . Natan pun menyendok makanan ke mulut Nana.
" enak kan ?" Kata Natan
" Enak" jawab Nana singkat
Akhirnya makanan yang di piring Natan pun habis di makan Nana, Natan pun merasa senang Nana makan sampai habis.
" Sekarang kamu tidur gih, aku juga mau tidur ini"ucap Natan.
Natan pun keluar piring bekas dan menaruh nya ke dapur.
Jam 06:30
Kring... Kring... Kring.. bunyi alarm di hp Nana membuatnya terbangun .
"Natannnn bangunnnnn ... Berat tau!!!" Nana berteriak di telinga Natan.
"Apaan sih Nay masih pagi juga" ucap Natan kesal.
"Ngapain sih Nat Disini ,pakai peluk peluk lagi" kata Nana
"Ya tidur lah Nay, kan kamar ku juga ini"
"Ya kan masih banyak kamar lain Nat " ucap Nana kesal dengan tingkah Natan.
" Kau kan pengen manja manja sama kamu Nay" keluh Natan sambil menutup matanya lagi, Karna hari ini hari Minggu jadi dia bebas tidur sampai jam berapa pun.
"Natan ... Bangunnnn "ucap Nana,mengguncang badan Natan . Tapi Tak ada respon dari Natan, Nana pun bangun dan membersihkan diri lalu berpakaian dia memakai bajunya yang sudah di siapkan. Selesai bersiap Nana pun keluar kamar.
Di ruang keluarga terdapat mommy dan Daddy nya Natan,sedang menonton tv. Yuri yang melihat Nana pun mendekati nya.
"Pagi Tante , om " ucap Nana menyapa mereka.
"Pagi" ucap keduanya.
"Kenapa sayang ko sudah bangun" ucap Yuri sambil mengelus kepala Nana.
" Gak papa Tan, makasih Tante udah mau nampung Nana sementara Disini" ucap Nana
" Sama-sama, Tante seneng ko ada kamu jadi Tante ada temen" ucap Yuri.
Tak beberapa lama Natan pun turun dengan wajah bantalnya.
"Yank ko kamu ninggalin aku sendirian di kamar sih" kata Natan kesal.
"Habis nya kamu,di bangunin gak bangun bangun" kata Nana
"Eh.. kalian tidur bareng nih" kaget Yuri
"Tau tuh Natan Tante, pas aku bangun tiba-tiba aja dia udah di samping aku"jawab Nana.
"Natan!!!" Teriak Yuri
"E..eengga ngapa ngapain ko mom, bener" ucap Natan. Yuri pun hanya terkekeh melihat kenakalan Natan,dan Yuri pun tau sepertinya anaknya ini sudah pacaran.
"Y sudah Karna kalian sudah bangun ayo kita sarapan bareng" kata Devan
"Natan bersih bersih dulu ya dad" ucap Natan sambil berlari ke kamar nya.
Sementara di kediaman Fernandez saat ini mereka juga tengah menikmati sarapannya.
"Coba saja ada ka Nana di sini ya ma,pasti lebih bahagia kita sarapannya"kata Sasa pura pura sedih.
"Iya Sasa ada yang kurang rasa gak ada Nana " ucap Dina.
"Tapi lebih baik kalo dia gak usah balik lagi sih"batin mereka.
Singkat cerita Nana dan Natan pun sampai di sekolah, Karna semua keperluan Nana sudah di siap kan tadi malam oleh pelayan atas perintah Nana bahkan seragam.sekolah pun juga ada. Mereka datang bersamaan ya Karna memang satu mobil, dia dan Natan pun pergi ke kelas masing masing.
Sesampainya nya di kelas Nana pun langsung duduk di kursi merebahkan kepalanya kemeja
Beberapa saat kemudian Fira dkk datang, saat mereka masuk, mereka mendapati Nana yang sudah duduk di kursinya.
" Itu dia yang kita cari cari dari semalam" ucap Fira
" Cepat samperin " kata Anya
"Nay.. Naya.. " panggil Fira, Nana yang mendengar ada yang memanggil namanya pun bangun.
"Apa sih" kata Nana
" Kemana aja sih Nay gak ada kabar beberapa hari" kata Sinta.
" Sibuk gua ada kerjaan " jawab Nana
" Setidaknya kabarin kita kita ke, Natan juga sama kaya Lo " ucap Fira
Hanya dia Natan serta para abang nya lah yang tau Nana kenapa. Nana pun tak menjelaskan pada teman-teman nya perihal dia tidak masuk beberapa hari.