
Sekarang Queen berada di Uks, dokter yang bertugas juga sudah memberinya obat penahan nyeri serta Mengompres memar di kakinya agar berkurang. Dia di Uks hanya berdua dengan Sagara karena yang lainnya sudah kembali ke kelas.
" Kita kerumah sakit aja ya de! " Ajak Sagara sedikit khawatir padahal itu cuma luka kecil .
" Gak perlu bang, cuma memar doang" Kata Queen bangun dari tidur nya.
." Cimi mimir Diing " Ucap Sagara menyenye Queen.
" Beneran bang" Ujar Queen. Sudah merasa kakinya mendingan.
Kringg...
Kringg..
Ponsel Sagara berdering. Di layarnya tertera Bayu
" Halo Bay " Kata Sagara mengangkat panggilan Bayu. "
Bayi melaporkan bahwa Cakra sekarang sedang berada di rumah sakit.
" Apa!! " Pekik Sagara.
" Baik terimakasih info nya Bay" Ucap Sagara.
" Kenapa bang? " Tanya Queen menyerit heran.
"Daddy masuk rumah sakit de" Jawab Sagara. Menekan telpon mencoba menghubungi Cakra.
" Daddy dimana? " Tanya Sagara.
" Daddy lagi di jalan boy, menuju mansion " Jawab Cakra bersandar di kursi mobil.
" Daddy gak papa kan? " Tanya Queen menengok layar ponsel Sagara karena Sagara memang sedang video call dengan Cakra.
" Enggak papa ade" Jawab Cakra.
" Huff, syukur lah dad ade udah khawatir " Ujar Queen.
" Kita apakan dad pelakunya ? " Tanya Sagara tau sebab alasan Cakra masuk ke rumah sakit. Tentu saja info nya dia dapat dari bawahannya si Bayu.
" Terserah kalian saja " Ujar Cakra.
" Baiklah, nanti Queen bakalan nyuruh ka Bayu buat bawa tuh ulat bulu ke markas " Sahut Queen.
" Dad kaki ade memar " Ujar Sagara mengadu pada Cakra. Mengarahkan kameranya ke arah kaki Queen yang memar.
" Ko bisa ! bawa ke RS bang" Suruh Cakra.
" Gak ah cuma gini doang sampai pergi ke RS " Tolak Queen.
" Ade tadi di dorong murid baru dad hampir jatuh dari tangga mau naik ke lantai 2 " Jelas Sagara.
"Daddy bakal keluarin dia dari sekolah " Ujar Cakra.
" No, dia jatah Queen dad" Tolak Queen.
"Iya dad biarkan Queen bermain main dulu" Kaya Sagara.
" Baiklah, bawa ade pulang bang" Suruh Cakra.
" Ade masih jam sekolah dad " Sahut Queen.
" Gampang nanti daddy hubungi wali kelas mu" Ujar Cakra.
" Ya sudah dad Gara siap-siap pulang dulu sama Queen" Ujar Sagara.
" Baiklah hati-hati" Kata Cakra.
" Iya dad daddy juga" Ucap Sagara mematikan sambungan video call nya.
" Ayo de kita pulang" Ajak Sagara.
" Sekarang bang? " Tanya Queen.
" Iya " Jawab Sagara, membantu Queen bangun.
Queen merentang tangannya minta gendong, tanpa berucap Sagara pun langsung paham.
Sagara menggendong Queen ala koala, menuju parkiran mobil. Di bantu pengawalnya membuka pintu mobil. Queen sedang dalam mode manja bahkan seat belt pun Sagara yang pasangkan.
" Tas kita gimana bang? " Tanya Queen pasa Sagara.
" Di bawain bang ken, tadi udah abang telpon " Jawab Sagara. Menghidupkan mesin mobilnya dan menginjak gas.
Brummmmm......
" Ambil jalan pintas bang!, Queen malas liat kemacetan ibu kota" Ujar Queen .
Sagara memutar arah mobilnya mengambil jalan pintas sesuai permintaan Queen.
Tasssssssss...
Mobil yang di kemudikan Sagara sedikit oleng karena baru saja ban mobilnya menabrak sesuatu.
Cekettt...
Keahlian membawa mobil Sagara sudah tidak bisa di ragukan lagi udah seperti pembalap profesional jika saja di ikut turnamen.
" Kaya kempes bannya" Kata Sagara. Keluar dari mobil memastikan perkiraan nya.
" Ck., mobil baru padahal" Decak kesal Sagara menendang ban mobilnya sendiri.
" Kempes bang?" Teriak Queen membuka kaca mobilnya tanpa keluar.
" Iya de! " Jawab nya.
" Tinggal ganti aja bang" Saran Queen.
" Males banget gue " Ujar Sagara. Andai saja tadi Sagara tidak menyuruh para pengawal nya langsung ke markas pasti ni ban sudah ada yang mengganti.
Prokk....
Prokk..
Tepukan terdengar dari samping semak, Sagara oun menoleh melihat ke sumber. Sekitar 7 orang preman bisa di bilang begal juga, mereka semua berbadan kekar besar. Keluar dari dalam semak semak.
" Wah rupanya kita dapat mangsa Sultan bos " Ujar salah satu anak buahnya.
" Iya kau benar di lihat dari mobilnya" Jawab sang ketua bertato di lehernya.
" Cih banyak bacot !!" Geram Sagara tambah kesal belum cukup ban mobil barnya kempes sekarang malah datang sekelompok pengganggu.
" Serahkan mobil mu ini dan kau bisa langsung pergi" Kata sang ketua pada Sagara.
" Heh serah kan palamu! , enak aja ini masih baru asu!! " Bukan Sagara yang jawab melainkan Queen berteriak, dia yang masih ada di dalam mobil.
" Kita dapat rezeki nomplok bos ada cewek nya rupanya, bisa nih buat senang senang " Ujar anak buah preman itu menangkup kedua tangannya menggesek telapak nya merasa tak sabar.
"Ya sekali gadis itu"Ujar ketua.
" Bacot! Habisi bang" Kata Queen mengangkat jari tengahnya ke arah 7 orang preman tersebut .
BUGHH.
BUGHH..
BRUKK
Sagara memukul dan menendang salah satu dari mereka.
" Sia*an rupa dia bisa melawan" Ucap mereka.
" Hajar dia" Perintah ketua preman. Mereka pun mengeroyok Sagara.
Sagara melawan mereka dengan santai, kemampuan bela diri Sagara memang paling tinggi di antara mereka berlima makanya Sagara di angkat menjadi ketua mafia Azzura Rose.
BUGHH
KRAKKKK
Arghhh.......
Sagara memukul lalu mematahkan tangan yang melawannya.
Slashhhh... Semua preman mengeluarkan pisau berusaha menusuk ataupun menyayat tubuh Sagara. Dengan lincah Sagara menghindar.
Tring..
Tring....
Sajam para preman semua habis di jatuhkan Sagara dengan mudahnya. Sementara sang ketuanya. Menuju mobil menghampiri Queen yang duduk dengan santai di dalam mobil, sambil menonton Sagara. Karena dia sedang dalam mode manja.
" Keluar kau gadis kecil!! " Ujar katua preman tersebut.
" Cih CARI MATI!! " Kata Queen.
Queen pun membuka pintu mobil dengan santai tanpa ada rasa takut.
Grepp ...
Ketua preman tersebut langsung mendekap Queen, sebagai ancaman.
"Hei kau lihatlah gadismu ada di tanganku!! " Teriak nya. Sagara pun berhenti melawan begitu pula para preman. Semua nya menoleh ke arah ketua preman.
" Menyerahlah! " Ucap anak buah preman.
" Lihatlah gadismu sudah sangat ketakutan " Ujar nya lagi, Queen hanya diam tanpa ada sedikit pun merasa takut.
" Hehe" Sagara sedikit tertawa.
" Kau tanya padanya apa dia takut padamu? " Tanya Sagara pada ketua preman tersebut.
Para preman pun merasa heran, pasal nya kedua remaja ini terlihat sangat santai.
Ketua preman tersebut menatap kearah Queen, Queen pun tersenyum smirk.
" Harusnya paman yang takut padaku" Kata Queen lalu menyikut preman itu memutar nya dan membanting nya me aspal.
Brukkk.
Akhhhhh.
Semua preman merasa terkejut, bos mereka yang besar dan kekar bisa dengan sangat mudah di kalahkan oleh seorang gadis.
" Kau! " Tunjuk ketua tersebut beberapa saat kemudian mata melotot ketakutan.