
Di mansion santi mengerutu dengan kesal. Mengetahui kedua majikannya terbang ke London.
" Harusnya aku, aku yang ke London dengan tuan Cakra. "
" Aku harus secepatnya mengambil perhatian tuan Cakra, tak mungkin tuan Cakra tak tergoda dengan ku" Gumam santi sedari tadi.
Di sisi lain entah kenapa Nana sedari tadi merasa mual dan pusing selama di pesawat, sehingga Cakra membawanya ke kamar, untuk istirahat.
Sementara Fira Mahen dan Sinta masih di kursi sambil bercengkrama.
"Masih pusing? " Tanya Cakra dengan muka khawatir.
Nana pun mengangguk mengiyakan.
"Mungkin aku mabuk udara sayang" Jawab Nana.
" Iya gak papa, kamu tidur ya istirahat " Kata Cakra.
Nana pun kemudian terlelap, di temani Cakra di samping nya.
Setelah berjam-jam lama pesawat mereka pun akhirnya sampai.
"Iam back kampung halaman!!!" Ucap Sinta setengah berteriak merentangkan tangannya.
" Lo pikir kita mudik " Ujar Fira menepuk baju Sinta.
" Hehehe, gak bisa bikin gue seneng bentar lo" kata Fira.
" Lo mmmpppppp.. "
" Heh ayang baru nyampe mau debat aja " Kata Mahen sudah menutup mulut Fira dengan tangannya .
" Naya lo gak papa ? " Tanya Sinta, melihat Nana di gendong Cakra ala koala dengan muka pucat.
" Nay kenapa? " Tanya Fira dan Mahen.
" Kita kerumah sakit aja ya sayang habis ini" Ujar Cakra melihat muka Nana semakin pucat.
" Aku gak papa ko kita langsung ke rumah aja sayang" Kata Nana.
" Serius lo Nay ? Muka lo pucat banget njing" Kata Sinta.
" Heh mulut nya" Ucap Mahen.
" Vissss, gue mah di ajarin sama ayang lo tuh" Tunjuk Sinta pada Fira.
" Ngadi-ngadi lo fitnah gue. Gue bikin bonyok juga lo" Sahut Fira dengan mengangkat tangan.
" Kaburrr!!! Gue duluan gaessss, hahahhaha " Teriak Sinta dengan tawanya meninggalkan dua pasangan tersebut.
" Aisssss, punya teman satu gak ada yang bener" Decak Fira.
" Kaya lo bener aja " Sahut Nana masih di gendong Cakra.
" Lo juga! " Ucap Fira.
" Udah ayang, kita duluan Nay " Kata Mahen menarik Fira.
" Thank ka cak tumpangan pesawat nya!!!! " Teriak Fira.
" Tumpangan- tumpangan. Dia pikir ojek " Ujar Nana.
" Heh anak itu " Ucap Nana geleng-geleng.
" Ayo yank kita juga pulang, aku udah gak sabar pengen rebahan" Ujar Nana , padahal dia sedari tadi selama di pesawat juga rebahan.
Setelah 30 menit mobil mereka pun sampai di mansion.
Nana masuk kedalam mansion masih dengan posisi yang sama di gendongan Cakra. Cakra langsung membawa Nana kedalam kamar mereka.
Santi yang melihat Nana di gendongan Cakra pun merasa panas serta iri melihat sikap manis Cakra kepada Nana membuat tekatnya merebut Cakra semakin besar.
Saat Cakra ingin merebahkan Nana di kasur ternyata Nana sudah tertidur. Dengan pelan Cakra meletakkan Nana di kasur agar Nana tak terbangun. Setelah itu dia melepaskan sepatu dan kaos kaki yang di pakai Nana. Kemudian menyelimuti Nana sampai batas dada.
Cup
"Selamat istirahat istri ku"kata Cakra selepas mencium kening Nana. Selepas pulang dari London tadi Cakra tidak ikut Nana istirahat melainkan langsung keruang kerja mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda.
" jaga istri ku ya kalo kenapa-napa panggil saya " Ujar Cakra pada Gina.
" Baik tuan" Jawab Gina.
" Ceklek.
Pintu kerjanya di buka seseorang yang Cakra kira itu adalah bi mira. Karena tadi Cakra sempat berpesan pada bi mira untuk membuat kannya kopi dan mengantarkan nya ke ruang kerja.
"Taro aja bi" Ucap Cakra tanpa melihat siapa yang masuk.
" Ini tuan" Ucap seorang maid dan yang pasti itu bukan bi mira.
Cakra pun mengangkat kepala nya menatap maid di depannya.
" Siapa kamu" Ujar Cakra
" Saya maid baru tuan " Jawab Sinta dengan sedikit medesah. Ya sinta si gatal yang datang. Padahal sebelum nya memang bi mira lah yang ingin mengantarkan kopinya. Tapi Santi berbohong pada mira kalau dia yang di suruh Cakra untuk membawakan kopinya.
Cakra pun mengangkat alisnya.
Sinta yang di tatap Cakra pun tentu merasa senang, dia kira Cakra tertarik dengannya, padahal sebaliknya.
Saat dia ingin mendekati Cakra kesenangan nya yang sempat datang tadi seketika hancur, hanya dengan satu kata dari Cakra.
" Keluar! " Ucap Cakra dengan dingin.
Namun Santi seperti tak mendengar perkataan dari Cakra.
" Keluar atau Ku Pecat " Kata Cakra lagi.
Sinta pun langsung kaget, dia pun lekas keluar dari ruang kerja Cakra tanpa pamit.
" Tak sopan, jika bukan karena kesayangan ku ingin bermain dengan mu sudah ku pecat kau sedari lama" Ketus Cakra, Setelah Sinta keluar.
Sudah 3 jam Cakra bergelut dengan berkas-berkas dan laptop nya. Dia pun melihat jam sudah jam 18:30 tak lama lagi memasuki jam makan malam.
Cakra pun bangkit dari duduknya dan kembali ke kamar nya.
Ceklek.
Ternyata Nana sudah selesai mandi dan berpakaian duduk di meja rias.
" Sayang sudah bangun? " Tanya Cakra.
" Gak yank masih tidur aku" Jawab Nana.
" Hahhaha" Tawa Cakra.
" Basa basi kamu ini" Ujar Nana.
"Kamu sudah mandi? " Tanya Nana pada Cakra yang sudah memeluk nya dari belakang.
" Sudah pas kamu tidur tadi " Jawab Cakra.
" Ayo turun makan malam sayang" Ajak Cakra.
" Let's go", ujar Nana.
" Masih pusing gak? " Tanya Cakra mengelus Kepala Nana.
" Sedikit tapi udah gak papa " Jawab Nana dengan senyum manis nya.
" Makan malam udah siap bi? " Tanya Cakra.
" Sudah tuan" Jawab bi mira.
Nana dan Cakra pun sudah duduk di meja makan.
" Mau lauk apa? " Tanya Nana mengambil kan Cakra
" Terserah apapun yang kamu ambil kan aku makan " Ujar Cakra.
Nana pun mengisi piring Cakra dengan nasi, ayam kecap serta capcay kesukaannya Nana.
" Terimakasih sayang " Ucap. Cakra.
Nana pun tersenyum menanggapi nya. Kemudian Nana juga mengisi piringnya.
Baru 2 suapan Nana sudah merasa mual, sontak Nana langsung berlari ke arah kamar mandi. Cakra pun terkejut dan ikut menyusul Nana.
" Houueeekkkk".
" Houueeekkkk "
Nana muntah beberapa kali sampai air matanya pun keluar.
Cakra dengan sigap memijat tengkuk Nana .
"Kita kerumah sakit sekarang ya sayang " Kata Cakra mengangkat Nana yang sudah lemas keluar dari Kamar mandi .
" Pusing yank" Lirih Nana mengeluh.
" Iya sabar ya" Ujar Cakra.. Dengan cepat Cakra membawa Nana kerumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Nana langsung di rebahkan di brankar dan di periksa oleh dokter.
"Apa yang anda rasakan nona? " Tanya dokter perempuan.
" Pusing mual" Jawab Nana.
" Dan kapan anda terakhir kali menstruasi? " Tanya dokter lagi.
." 1 bukan yang lalu dok" Jawab Nana lagi.
" Jadi istri saya sakit apa dok? " Tanya Cakra dengan khawatir. Berdiri di samping Nana
" Sabar ya tuan " Kata dokter kemudian membuka baju Nana sebatas perut dan memulai USG.
" Bisa di lihat di layar monitor tuan , 2 biji kecil ini menandakan nona sedang dalam keadaan hami" Jelas dokter.
" Apa!!! " Kaget Cakra.
" Ada biji kecebong sayang" Ujar Nana sudah lebih baikan.
" Kecebong? " Jawab Cakra