Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
Darah?



Kini Queen dan yang lainnya sedang berada di rooftop.


" Sumpah gue suka banget liat muka si ...? " Ucap Maira gantung.


" Dewi" Sahut Ini.


" Ya Dewi, eh tapi ko lo tau banget sih x bukannya di mubar ya? " Tanya Maira pada Ino.


" Ya elah Mai, lo lupa di Ino kan playboy cap kadal " Jawab Bian.


" Tobat gue kalo Maira mau jadi bini gue " Sahut Ino.


" Ogah gue " Kata Maira menyilangkan tangannya ke dada.


" Nanti bucinin gue baru tau rasa lo" Ujar Ino.


" Lo kali yang bucinin gue, godai gue mulu, habis target ya lo? Apa udah gak laku lagi" Kata Maira dengan nada mengejek.


" Tobat gue demi lo " Goda Ino pada Maira.


Maira hanya melirik sinis ke arah Ino tanpa ada niatan untuk menjawab. Padahal dalam hati Maira seperti mau terbang akibat godaan Ino, dia juga cewe normal kalo di goda pun juga bisa salting.


" Yuhuuuuu makanan datang" Kata Rakha sedikit berteriak.


" Ade makan dulu " Ujar Sagara membawa kan semangkuk bakso ke rooftop untuk Queen.


" Makasih bang" Ucap pada Sagara.


" Seru juga makan di rooftop " Ucap. Indah.


" Kalau kamu mau kita bisa tiap hari makan di sini yank" Ujar Rangga.


" Cih" Decak Bryan.


" Anda iri makanya cari bini" Ejek Ino pada Bryan


Mereka pun menikmati makanan yang mereka bawa ke rooftop , terutama Queen yang memang sedang lapar , di selingi obrolan


" Pelan-pelan sayang" Kata Aksa.


" Utututtu,manis paketu" Ujar Ino.


" Sama pawangnya emang beda " Ujar Rakha.


Saking asiknya ngobrol mereka sampai lupa kalau jam istirahat sudah habis dan akhirnya mereka semua pun bolos sampai jam pelajaran berakhir.


Kringg...


Kringg.. Bell panjang pertanda sudah waktunya pulang.


Setelah mengambil tas ke kelas mereka pun menuju parkiran.


" Bang ade jalan sama Aksa ya" Ujar Queen izin pada Sagara.


" Ya udah hati-hati, jagain ade gue Sa" Ujar Sagara dan di jawab Aksa dengan anggukkan.


" Bye bang Gara, bang Ken, bng Kev, Aka, Ofa" Ucap Queen.


Setelah itu mobil Aksa pun melaku meninggalkan sekolah.


" Kamu mau jalan kemana sayang? " Tanya Aksa pada Queen.


" Gimana k apartment kamu aja, aku baru coba masak resep baru lo" Ujar Queen.


Sesampainya di apartemen Aksara.


Setelah memasukkan sandi, Aksa langsung mengajak Queen masuk kedalam apartemen nya.


" Yuk" Ajak Aksa Queen mengangguk, mengikuti nya sesampainya di dalam Queen langsung masuk ke dalam kamar. Untuk mengganti seragam nya dengan baju santai.


Perlengkapan Queen mulai dari baju dan yang lainnya lengkap ada, karena memang Queen sering mampir ke apartemen Aksa. Otomatis Aksa langsung menyediakan keperluan sang tunangan.


" Aku mandi duluan ya yank" Ujar Queen.


Setelah selesai Queen duduk di sofa. Sementara Aksa masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aksa pun keluar dari kamar nya. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Aksa hanya memakai celana boxer pendek dan kaos warna putih polos. Rambut yang sedikit basah tak tertata rapi.Membuat kadar ketampanan Aksa bertambah, Queen yang melihat nya pun merasa susah menelan Silavanya.


Glek


"Ayang gue ganteng banget njirrr" Batin Queen.


Aksa kemudian duduk di samping Queen.


" Mau makan sekarang " Kata Aksa sambil tangan memeluk Queen dari samping.


" Bentar ya aku masakin dulu " Ujar Queen.


Di dapur.


" Stok nya habis, cuma bisa bikin nasi goreng " Ucap Queen membuka kulkas ingin mengeluarkan bahan-bahannya.


" Apa aja yank aku makan" Kata Aksa.


" Ya udah kamu bantu potongin sayur aja, sisanya biar aku yang kerjain " Ujar Queen. Sementara Queen juga mulia memotong-motong sosis sebagai campur nasi gorengan.


Tak


Tak


" Aawwww" Tangannya Queen terisis pisau. Aksa yang melihat Queen terluka pun langsung menghampiri nya kemudian menyedot darah yang keluar dari jari Queen.


" Ceroboh banget sih" Omel Aksa pada Queen.


" Gak sengaja yank" Ucap Queen cemberut.


Aksa berjalan mengambil kotak p3k untuk mengobati Queen agar tidak infeksi.


" Udah kamu diam aja biar aku yang masak " Kata Aksa mengelus kepala Queen dengan lembut .


Queen duduk diam di meja makan memperhatikan Aksa yang bergelut dengan wajan.


Setelah selesai Aksa membawa 2 buah piring berisi nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi. Di bawanya ke meja makan.


," Gimana enak gak? " Tanya Aksa pada Queen yang mulai menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Selalu enak " Puji Queen dia mengangguk dengan antusias saking enaknya hasil masakan Aksa amang gak pernah mengecewakan.


" Ya Udah , habisin yank " Ujar Aksa


" Pasti dong" Kata Queen.


Setelah selesai makan.


" Udah selesai? " Tanya Aksa, dan Queen mengangguk mengiyakan.


" Mau pulang" Ucap Queen.


Aksa tertawa singkat dengan ke randoman sang tunangan nya.


" Oh habis makan langsung pulang, jadi cuma numpang makan aja nih" Ujar Aksa.


" Hehehe, enggak sayang" Kilah Queen.


" Ya udah yuk aku anter pulang" Ajak Queen.


" Sampai rumah enaknya tidur ini perut dah kenyang " Gumam Queen yang masih bisa di dengar oleh Aksa.


Pukul 6 sore Queen sampai di mansion. Setelah mengantarkan Queen pulang Aksa pun pamit. Ingin ke kantor maklum saja Aksa bukan pengangguran walaupun dia masih anak SMA.


,Queen masuk kamar dan langsung rebahan karena kepala nya terasa sakit. Itu juga salah satu faktor alasannya meminta pulang dari apartemen Aksa.


Queen mulai memejamkan matanya. Karena waktu masih pukul 6 masih ada waktu sebelum sholat magrib. Ya Queen sudah resmi mualaf dan juga sudah bisa sholat sendiri.


Tes


Tiba-tiba darah segar mulai menetes dari hidungnya.


,queen yang merasanya hidungnya basah pun langsung mengusapnya dengan tangan, yang ia pikir ingus cair. Tapi setelah Queen membuka mata.


" Darah? "


Queen berdecak kesal baru saja dia ingin memejamkan matanya. Queen pun bangkit mengambil tisu yang ada di meja samping tempat tidurnya . Sudah beberapa kali dia mimisan, tapi cuma Queen saja yang tau.


Seperti hari ini waktu dia tengah ingin tidur malah mimisan mendadak, entah kenapa?. Dia sendiri pun tak tau.


Queen langsung menyumpal hidungnya menggunakan tisu. Di diamnya sesaat serasa darah tidak mengalir lagi Queen pun mencabut tisunya. Lalu ke kamar mandi membersihkan hidungnya sisa darah yang menempel.


" Kepala gue kanapa nyeri ya? Badan gue juga rasa remuk semua?" Ucap Queen memegang Kepala yang terasa di hantam batu.


" Argh..Gue kenapa sih, perasaan tadi gak papa "Ujar Queen meringis.


Queen membuka laci mencari kotak p3k lalu membukanya dan mengambil obat pereda nyeri lalu meminumnya. Queen mulai kembali merebahkan dirinya ke kasur, setelah meminum obatnya Queen merasa sakit di kepala berkurang, walaupun masih nyut-nyutan, tapi tak sesakit tadi.


" Semoga setelah di bawa tidur sakit nya hilang" Ucap Queen.


Memejamkan matanya berharap sakit nya menghilang.


Ceklek


Pintu kamar Queen di buka.


" Tidur ternyata " Ujar Sagara. Menghampiri Queen lalu menyelimuti nya.