
Pesawat jet Aksa sudah mendarat sekitar 10 menit yang lalu. Mereka semua pun juga sudah keluar dari pesawat. Dari kejauhan, inti Azzura Rose melihat keluarga mereka datang menjemput.
" Mami..... ! " Seru Jofa memanggil Fira.
Safira pun merentang tangannya menyambut Jofa dengan pelukan.
" Mana pesanan mami Jofa " Ujar Fira.
" Astaga mami, bukannya nanyain kabar Jofa malah nanyain pesanan " Kesal jofa.
" Pi liat nih istri mu" Adu Jofa pada Mahen yang juga ikut.
" Kamu pasti sehat, kakak kakak kamu kan pasti jagain kamu " Kata Safira.
Mereka semua dijemput keluarga mereka masing-masing kecuali Aksa gak mungkin juga kan kiyai Imron sama bu Nyai Fatimah datang, mereka saja tidak tau Aksa pergi ke London.
" Daddy" Ujar Queen, di sambut Cakra dengan pelukan.
" Kalian sehat semua, gak yang luka kan? " Tanya Cakra pada ketiga anak nya termasuk Raisya.
" Kami baik dad" Jawab Sagara mewakili.
" Kamu Aksa? Cakra juga bertanya pada Aksa.
" Saya baik om" Jawab Aksa.
" Kenzo bawa oleh- oleh lo buat bunda " Ujar Kenzo manja pada Alea.
" Benarkah, terimakasih anak bunda yang ganteng ini" Ucap Alea.
" Untuk ayah? " Kata Dazian.
" Ayahkan bisa beli sendiri , salah sendiri selalu menempel pada bunda ku" Jawab Kenzo.
" Astaga, diakan istri ayah" Kata Dazian tak habis pikir.
" Mana oleh-oleh buat mommy Kev"? Tanya Anya pada Kevin.
" Oleh-oleh? " Kata Kevin berpikir.
" Ya oleh-oleh, tuh liat yang lain bilang mereka bawakan mommy mereka oleh-oleh " Ujar Anya.
" Gak ada" Jawab Kevin.
" Kec kira mommy gak perlu oleh-oleh secara kan kita udah lama tinggal di London Kev pikir mommy udah bosen sama barnag-barang di sana" Sambung Kevin.
Anya geleng-geleng" Anak kamu tuh yank, gak pekaan orang sama kaya kamu " Heran Anya.
" Kalian berhasil nyelesain misinya? " Tanya Jonathan.
" Pasti dong pah, secarakan Aka ahli IT yang hebat" Bangga Rakha.
" Good job boy" Puji Jonathan pada anak tunggal nya.
"Anak siapa dulu " Kata Sinta.
" Anaknya mamah Sinta dong " Jawab Rakha.
" Kami duluan " Ujar Cakra .
" Ayo kita juga pulang , mami gak sabar buka oleh-oleh " Ajak Fira.
" Rasanya pengen tukar tambah mami pi" Ujar Jofa.
" coba lah kalau berani" Sahut Mahen. Menyusul sang istri yang sudah jalan ke arah mobil lebih dulu dengan tangan membawa koper penuh oleh-oleh.
Aksa , Queen, Sagara, Raisya, dan Cakra sudah sampai di mansion.
" Kami langsung ke kamar ya dad mau istrahat " Ujar Sagara.
." Ya , Queen juga" Kata Cakra.
" Nanti dulu dad" Jawab Queen. Yang kini tengah duduk di ruang tamu .
" Ya sudah, daddy pamit ke ruang kerja" Kata Cakra meninggalkan Queen dan aksa.
" Ok dad"
" Iya om " Jawab Queen dan Aksa bebarengan.
" Kamu mau nginap? " Tanya Queen pada Aksa.
," Kayanya enggak sayang, soalnya Lingga udah ribut kerjaan ku menumpuk" Jelas Aksa.
,"salah siapa malah ikut nyusul , jangan capek-capek" Ingati Queen.
" Salah aku, aku pulang dulu, besok ku jemput " Ujar Aksa.
" Gak usah, tunggu aku di sekolah aja kamu pasti capek " Tolak Queen. Aksa mengangguk.
Cup
Satu ecupan di kening Queen. Setelah itu Aksa pamit pulang.
" Hati-hati sayang" Ucap Queen. Aksa mengeluarkan tangannya tanda sip untuk Queen.
Senin pagi menyapa para murid yang besiap untuk upacara bendera. Petugas upacara hari ini adalah kelas 11 IPA 1 kelasnya Queen.
" Kamana aja lo Queen beberapa hari gak masuk? " Tanya Maira.
" Hiling gue " Jawab Queen.
" Kemana wah parah hiling gak ngajak lo"
" Ke London"
" Anjim hiling elit " Sahut Bian.
" Petugas hari ini siapkan? " Tanya Damar sang ketua kelas.
" Udah tinggal komandan upacara aja lagi" Jawab Indah.
" Lo aja Bry" Suruh Ino.
" Apaan gue pembawa pancasila kalee" Kata Bryan.
" Lo aja no " Ujar Bian.
" Fiks Ino "dukung teman sekelas nya.
" Di komikin ajah" Iklan Maira.
Dengan pasrah dan paksaan Ino pun menuruti kemauan teman sekelasnya.
Ucapan sudah di mulai.
" Penghormatan umum kepada pemimpin upacara, di pimpin oleh komandan upacara "
"Yang tegas ya suara salah Malu-maluin lo" Ucap Ino pada dirinya sendiri.
" Kepada pemimpin upacara hormat...... Grak" Saat mengucapkan kata hormat tadi bukan nya tegas malah terdengar seperti suara tikus kejepit.
" Hahhaa pasti malu tuh Ino " Ucap Bian menahan tawanya.
" Jangan ketawa anjimmm" Kata Rangga ikut menahan tawa.
Di Kantin.
Para inti berkumpul 2 meja panjang mereka satukan.
" Sumpah rasanya pengen pura-pura pingsan " Malu Ino mengingat upacara pagi tadi.
" Hhahaha, gue pengen kencing gara-gara tahan tawa tau gak" Kekeh Rangga.
"Masih diketawain juga lo" Kesal Ino.
" Yuhuuuu makanan datang " Kata Maira dan indah membawa pesan mereka di bantu mba kantin.
Kali ini mereka kompak memesan menu baru yaitu mie goreng pedas berlevel ala mba kantin.
" Makan " Titah Aksa pada Queen.
Queen menatap mie di depanya kurang minat karena sedikit berbeda dari Teman-temannya. Yang mienya hanya ada beberapa potong cabe, sedangkan yang lain nya bahkan sampai memerah di piring penuh cabe.
"Duh endul banget rasanya " Kata Maira. Yang memesan mie level 3
" Hooh , kaya mie sakura " Sahut Bian.
" Enakkan juga indomie" Sahut Rakha.
"Enakan mie sedap lah" Balas Ino.
" Yeee malah adu mekanik mie " Ujar Rangga.
Queen mentap malas teman temanya, lalu menyenggol lengan Aksa.
"Punya aku kok beda yank? " Tanya Queen.
" Aku mau coba punya kamu dong" Lanjut Queen.
" Gak boleh" Tolak Aksa, Queen pun menatap ke arah Raisya.
" Ka Ica ade minta dong" Ujar Queen Ica panggilan khusus untuk Raisya.
Sebenarnya Raisya ingin memberi Queen, tapi melihat Sagara melotot ke arahnya pun jadi di urungkan nya.
" Kata Sagara gak boleh de " Ujar Raisya.
" Kalian sama aja" Kesal Queen.
" Makan " Suruh Aksa .
" Males , beda sih " Ujar Queen.
" Aku suapin " Aka mengambil piring Queen,lalu menyuapi Queen.
" Aku bilang aku gak mau" Kata Queen tapi setelah Aksa menyuapi nya Queen pun juga membuka mulutnya.
" Aku bilang aku mau mie kamu" Kesal Queen tapi masih saja menerima suapan dari Aksa.
" Mau mie kamu yank" Kata Queen, Aksa menyuapi Queen hingga suapan terakhir.
" Gak mau habis juga tuh " Bisik Rakha ada Kenzo.
"Habis" Kata Aksa.
" Kamu mau ini" Tawar Aksa mengangkat piring nya.
" Gak! udah kenyang " Ketus Queen, dari tadi di minta gak di kasih, sekarang pas udah kenyang kalah di tawarin.
" Maaf yank, kamu kan tau, kamu gak bisa mana terlalu pedas, aku gak mau kalau kamu sampai sakit" Jelas Aksa.
" Iya deh " Jawab Queen paham.
BROT!
terdengar bunyi kentut di tengah sahdunya makan mereka , semua orang pun saling tatap mencari siapa sang pemilik kentut.
" Kamu kentut ? " Tanya Queen pada Aksa.
" Enggak " Jawab Aksa.
Sagara, Raisya yang lainnya juga ikut menggeleng. Tanda bukan.
" Jangan-jangan lo Bry" Tuduh Bian.
" Ya ampun gue masih punya sopan santun kali kalo kentut" Jawab Bryan.
Hening semua mata kini tertuju pada Ino yang biasa nya cekikin kini malah diam.
" Lo kentut ya No? "Tuding inti Alaska.
" Eng- eng-ga" Gugup Ino.
Brot put.....
Ino kembali keceplosan kentut.
" Nah Ino pelakunya cuy" Seru Bryan.
" Maaf semuanya gue mendadak mules gue ke toilet dulu"Ino bangkit tergesa-gesa perut nya sudah mules tingkat S3.
" His sana entar cepirit lo" Ejek Maira.
" Bac*t" Ucap Ino berlari sambil cekikikan.
" Hhaaahaha " Mereka tertawa bersama menertawakan Ino, yang sudah menjadi korban mie goreng mba kantin.